Pangeran Senja

Pangeran Senja
SAH.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Meski terkesan sangat mendadak, tapi bukan berarti pernikahan berlangsung begitu saja karna Keluarga Bramasta tetap mengadakan lamaran resmi saat itu juga setelah semua keluarga besar datang termasuk Appa Reza dan Papih Adam yang sebenarnya akan datang saat malam hari nanti. Untungnya saja, mereka adalah keluarga yang cukup berpengaruh jadi apapun bisa di lakukan dengan cepat meski tanpa rencana sebelumnya.


Lamaran yang berakhir dengan dengan ucapan syukur di awali lagi dengan doa kemudian pembacaan Ijab Qabul yang tadi sempat tertunda karna bergantinya Sang mempelai pengantin wanita secara mendadak.


"Bagaimana, bisa kita mulai sekarang?" tanya Pak penghulu, waktu yang seharusnya digunakan untuk istirahat sebelum resepsi nyatanya di gunakan untuk lamaran dan lainnya.


"Sudah, Pak.".


" Yakin tidak ganti lagi?" goda pria berkaca mata tersebut yang akhirnya mengundang gelak tawa dari semua yang hadir. Suasana yang sebelumnya tegang kini berangsur mencair hingga senyum terus terukir dari para keluarga dan saksi yang hadir.


"Tidak, Pak. Saya yakin cuma ingin cerita, peluk, cium dan apapun itu dengan yang ini saja, ya cukup satu yang ini saja, Senjaku." Pangeran menjawab dengan tatapan teduh namun serius kearah calon istrinya yang kini tengah duduk di sampingnya yang menunduk menahan malu.


Riuh seisi bangunan Masjid itu saat ini seakan jadi saksi awal mula drama perbucinan di mulai.


"Ya sudah, kita lakukan Ijab Qabulnya sekarang, siap?" tanya lagi Pak Penghulu meyakinkan.


"Siap," jawab pangeran dan yang lainnya juga.

__ADS_1


Jika sebelumnya ada Ayah Putri di samping Pak Penghulu, kini posisi itu di gantikan oleh Pipih dan juga saksi dari pihaknya.


Pangeran yang debaran jantungnya jauh lebih hebat dari sebelumnya langsung menerima uluran tangan Pipih yang akan menikahkan putrinya sendiri. Apa yang di ucapkan Pria paruh baya itu di dengarkan dengan seksama untuk di ikuti.


"Saya Terima nikah dan kawinnya RahaSenja putri Biantara binti Langit Marvelio Biantara dengan mas kawin tersebut di bayar, Tunai!"


Alhamdulillah...


Doa kembali di panjatkan secara sangat khusyuk kemudian di lanjut dengan acara minta restu kepada para orang tua serta keluarga yang hampir semua datang.


Derai air mata membasahi wajah Senja saat pelukan hangat ia dapat dari Mimih, Mommy, Mamih dan pastinya Amma. Banyak pesan yang didapat dari mereka tentang sebuah pernikahan juga kewajiban bagaimana baiknya menjadi istri yang baik.


"Iya, Amma. SenSen pasti ingat pesan kalian. Doa kalian yang paling berharga untukku," jawab Senja di sela isak tangisnya.


Tak berbeda dengan Senja, kini Pangeran pun melakukan hal yang sama. Setelah ia berpelukan sembari berbasa basi dengan para tuan besar kini saatnya ia beralih pada orang tua yang sudah siap memberi wejangan.


Pipih, Daddy, Papih dan Appa seolah masih tak percaya dengan yang terjadi hari ini, jadi tak salah saat memeberi pesan pun ada saja candaan yang terselip untuk Pangeran.


"Jaga Senja baik baik, sekali saja kamu buat ia menangis, bersiaplah mendapat pelukan dari Phyton!" Ancam Papih Adam yang sepertinya tak main-main.

__ADS_1


"Tak hanya itu, sekali saja Senja merajuk kamu akan habis di seruduk pasukan Gajah," timpal Appa Reza tak mau kalah.


Pangeran yang mendengar itupun hanya bisa menelan salivanya dalam dalam, membayangkannya saja ia sudah merinding karna takut.


"Iya, Appa, Papih. Aku janji," jawab Pangeran.


Kini, ia pun berlanjut pada Daddy nya yang sudah senyum senyum malah terkekeh kecil saat mendengar hal barusan.


"Ancamannya bukan main ya, Ndut," bisik Daddy Andra.


.


.


.


Hem, asal bukan ngancem Si Jambrong buat gak nyelup aja, Dadd....


__ADS_1


kemarin ada yang minta jodohin Putri ke Awan ya 😉😉... kisahnya udah muncul duluan dan tamat ya.. yuk yang belum mampir silahkan kepoin..


__ADS_2