
🍂🍂 Part 52 🍂🍂
Cek lek
Dengan perasaan was was, ShaQuenna membuka pintu kamar hotel dengan pelan. Ia takut jika yang datang sekarang adalah Darren. Entah alasan apa yang akan di berikan pada pria itu jika melihat nya tanpa tompel dan rambut sedikit basah tergerai sampai sepinggang. Wujudnya kali ini tentu menjadi tuan putri Bramasta bukan si Minul sang pembantu jadi-jadian.
"Siapa?" tanya ShaQuenna dengan dahi mengernyit.
"Maaf, Nona. Apa benar ini dengan nona Minul?" tanya balik seorang wanita yang kini ada didepan pintu kamar hotel yang sudah di buka sedikit oleh penghuninya barusan.
"I--ya, saya Minul, Anda siapa ya? ada perlu apa?" ShaQuenna yang takut tentu masih di posisinya yaitu di balik pintu, ia hanya berani menyembulkan sedikit kepalanya saja.
"Saya Asti dari salon Miranda, datang kemari untuk bertemu dengan nona Minul atas perintah Tuan Darren," jelasnya.
ShaQuenna yang tambah tak paham memperhatikan wanita yang baru memperkenalkan diri barusan, ia lihat dari bawah hingga atas hanya untuk memastikan, ia akhirnya percaya saat sadar dengan apa yang di bawa Asti.
"Masuklah," titah ShaQuenna meski ia tak tahu maksud kedatangan wanita itu.
__ADS_1
Keduanya pun langsung masuk, dan setelah itu Asti lebih memperjelas apa yang akan di lakukannya sekarang yang tak lain adalah untuk mendandani wanita di depannya saat ini, Asti bahkan tak berkedip karna baginya ShaQuenna sudah terlalu cantik padahal belum memakai make-up apa pun.
"Oh, begitu," kekeh ShaQuenna yang akhirnya paham atas perintah Darren pada si Asti.
Senyum Tersungging di ujung bibir merah muda alami ShaQuenna karna pria yang di cintainya benar-benar akan mengajaknya makan malam.
"Mau bekerja sama denganku?" tawar ShaQuenna yang rasa bingung itu kini berbalik pada Asti.
"Kerja sama bagaimana, Nona?"
"Kamu diam saja di situ, biar saya berdandan sendiri," ucap ShaQuenna menunjuk salah satu sofa kosong.
ShaQuenna hanya tersenyum simpul, ia meraih kotak make-up yang di pegang Asti, ia senang karna do'anya kini terkabul, Darren yang membuat bmasalah Darren juga lah yang memberi jalan keluar untuknya.
Dengan cekatan, ShaQuenna me makeover wajah cantiknya sedemikian rupa menjadi sosok Minul yang seperti biasa. Meski ia bingung karna alat Make-up nya ada beberapa yang tak sama, tapi semua itu tak masalah karna yang terpenting tampilannya untuk malam ini.
"Selesai, tinggal pakai Dress yang di belikan Darren," ucapnya sambil bernapas lega karna masih di beri kebaikan oleh Mak othor.
__ADS_1
ShaQuenna yang bangun dari duduk lalu menghampiri Asti yang masih duduk di sofa, posisinya yang membelakangi ShaQuenna selama gadis itu berdandan membuat tubuhnya lemas saat di depannya justru tampil sosok si Minul.
"Ya Tuhan! apa ini?" pekik Asti tak percaya, kedua matanya membulat besar dengan mulut terbuka lebar.
"Hey, kenapa?" tanya ShaQuenna yang lupa jika ia sudah berubah wujud.
"Nona--, nona yang cantik tadi mana?" tanya balik Asti yang langsung menjatuhkan boKONGnya kembali ke sofa saking lemasnya.
"Oh-- ini aku Minul, maaf, kamu pasti kaget ya dengan tampilan ku sekarang. Jangan takut, ini lah yang ku maksud kerja sama tadi, kamu cukup jangan ceritakan apapun pada Darren tentang wajahku sebelum dan sesudah di Make-up ya," mohon ShaQuenna.
"Tapi--, tapi, Nona---,"
.
.
.
__ADS_1
Hey... bangun!!!