
🍂🍂 Part 47 🍂🍂
Untuk kedua kalinya Darren ditolak oleh si Minul, ia yang barusan seolah terbang di awang awang kini harus terhempas, terjungkal, terkusruk kusruk lalu ngegelinding ke ujung jurang ke hancuran.
"Apa yang gak jadi?" tanya Darren yang kini sudah berdecak pinggang.
"Ikut Tuan ke luar kota, kan Nyonya udah pulang lagi, saya jaga apartemen aja deh, gak apa-apa," jawab si Minul dengan santainya, padahal hati Darren sedang terpotek potek.
"Enak aja! ayo bereskan barangmu, tak ada kata penolakan lagi! saya sudah berbohong pada Mama barusan, kamu mau tanggung semua dosa saya?!" oceh Darren.
"Dosa yang mana? cuma yang tadi aja kan?"
Darren yang tak punya banyak waktu langsung menarik tangan si Minul. Keduanya benar benar pergi ke luar kota hanya membawa baju di badan. Kepala si Minul serasa mau pecah karna tak ada apa pun yang di bawa olehnya.
"Sialan! nanti gue bikin tompel pake apa?"
Darren yang biasanya selalu naik pesawat jika bepergian kini malah membawa mobilnya sendiri, dan itu sampai membuat sang sekertaris berulang kali bertanya hanya untuk memastikan benar atau tidak jika Direkturnya itu akan menempuh jalur darat.
__ADS_1
"Tuan, saya belum mandi loh," ucap ShaQuenna sambil menciumi kedua ketiaknya di balik kaos besar yang selalu ia pakai secara bergantian.
Darren hanya menoleh sekilas lalu tertawa kecil karna baginya mandi tak mandi gadis aneh bin ajaib itu sama saja. Tak ada yang berubah, tompel besar, rambut yang di gelung asal dan juga bibir pucat, belum lagi baju besar yang seolah menenggelamkan tubuhnya.
"Nanti kita mampir ke Mall," jawab Darren.
Mendengar kata Mall kedua mata tuan putri Bramasta itu Langsung membulat besar, hampir satu bulan terkurung dalam kamar sempit di atas ranjang yang hanya seukuran bathtub dalam kamar mandinya membuat ia stress andai saja kurang menikmati wajah tampan majikan rasa calon suami, Aamiin...
"Kenapa, Nul? pernah ke Mall kan?" tanya Darren yang harus fokus pada jalan di depannya padahal ia ingin menoleh lagi ke arah si pembantu jadi jadian.
"Hem, tapi lebih sering ke pasar, Tuan," jawab ShaQuenna merendah namun dalam hati ia mencibir pria di samping nya.
Andai ia tahu jika gadis yang kini sedang bersamanya adalah perpaduan antara gajah dan Phyton.
Dimana ia sudah kaya raya sebelum di buat jadi manusia seperti sekarang.
"Ya sudah, nanti kamu beli baju ganti dan lainnya juga ya."
__ADS_1
"Potong gaji gak?" tanya ShaQuenna dengan wajah polos menggemaskan.
Darren yang tertawa reflek secara tak sengaja mengusap kepala pembantu yang kini serasa seperti asisten pribadinya, bukan di perintah untuk jaga rumah tapi malah di paksa untuk jaga hati dan pandangannya.
"Gaji mu akan utuh, Nul. Jangan takut ya," kekeh Darren yang langsung membuat hati si Minul cenat cenut.
Keduanya kembali terdiam untuk fokus pada pikiran dan jalan di depan yang cukup ramai lancar, hingga akhirnya suara Darren memecah keheningan di dalam mobil yang menang hanya ada mereka berdua saja, si pembantu dan majikan.
"Nul--," panggil Darren..
"Iya, saya, Tuan," sahut ShaQuenna yang sedang Cosplay menjadi si Minul.
.
.
.
__ADS_1
Kamu---, udah punya pacar belum?