
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Senja yang baru masuk ke rumah utama langsung di halangi oleh kakak sepupunya, Samudera yang belum berangkat ke kantor tentu akan menjaga baik Sang Gajah dari para musuhnya itu.
"Mau kemana?? "
"Ke Appa, awas!" Senja yang kesal langsung mendorong tubuh tinggi Sang putra mahkota Rahardian tersebut.
"Gak boleh, pulang sana anak kecil," titahnya yang masih di depan tangga.
Senja yang gemas dan jengkel langsung menarik tangan Samudera lalu di gigitnya tanpa ampun hingga merah dan ada bekas giginya juga.
Saling teriak pun terjadi di antara keduanya seolah tak ingin umur jika mereka sudah benar-benar dewasa, bukan lagi anak anak yang memperebutkan sebuah mainan kesayangan.
Ceklek..
"Appaaaaaa---," panggi Senja ketika berhasil masuk kedalam kamar Tuan besar Rahardian.
__ADS_1
"SenSen, sama siapa? mimihmu ikut, Sayang?" tanya Appa Reza sambil merentangkan tangan bersiap memeluk cucu bungsunya itu.
"Sen sendiri, males sama siapa siapa," jawabnya merajuk manja.
Di usapnya Senja penuh kasih sayang oleh Sang Gajah sambil diberi beberapa nasihat seperti biasa. Tak perlu bercerita Pria baya itu tahu segala hal termasuk kepulangan Pangeran ke Negeri ini dan juga rencana pernikahannya dengan seorang wanita yang tentunya dari keluarga baik-baik, Ayah putri yang seorang Pengacara dan Ibunya yang seorang Dokter spesialis mata di salah satu rumah sakit terbaik di negeri ini.
"Aku kesini mau jalan-jalan," ujarnya yang masih dalam dekapan Appa.
"Pergilah, bebaskan pikiranmu. Terlalu banyak hal yang sudah kamu lewatkan begitu saja, Sen." Appa langsung meraih satu kartu ajaibnya lalu di berikan pada cucu bungsunya.
Senja yang senang tentu langsung memberikan senyum terbaiknya. Ia raih benda kecil itu kemudian di masukannya ke dalam tas kecil yang ada diatas pahanya.
.
.
.
__ADS_1
Entah kemana ia hari ini yang jelas Senja pergi meski tanpa tujuan. Hatinya tak sesedih kemarin melainkan damai dan senang tapi anehnya ia tak tahu alasan ia merasakan hal tersebut. Mall milik keluarganya pun di datanginya seorang diri tanpa mengajak teman atau saudara, Senja butuh Quality Timenya sendiri walau sekedar keluar masuk toko dalam bangunan tersebut.
"Gak ada yang aku butuhin buat sekarang," gumamnya sambil terus berjalan yang lagi lagi tanpa arah.
Jika melihat yang lucu atau unik menurutnya, Senja akan tersenyum dan itu sangat cantik bagi yang melihatnya jadi tak jarang ada saja yang memperhatikan wanita itu baik sesama wanita ataupun juga laki-laki.
Dan perut yang terasa lapar membuat Senja akhirnya memilih turun lagi ke lantai 3 dimana Resto Favoritnya berada. Entah apa yang ingin ia makan tapi yang di butuhkan nya saat ini cukup kenyang saja dulu.
Meja paling ujung dengan dua kursi mengingatkan Putri bungsu Biantara itu pada seseorang, senyum pun tersungging begitu manisnya di ujung bibir ranum merah alami Senja.
Bukan menghindar, ia malah memilih duduk disana sembari menikmati rindu dan berharap perlahan terkikis saat kenangan itu terlintas di benaknya.
Satu menu makanan dan minuman pun sudah di pesan oleh Senja pada pelayanan yang sedari tadi terlihat aneh melihatnya. Kini, ia hanya menunggu sambil memainkan ponselnya termasuk membalas pesan dari Aurora. Hingga ia di kagetkan dengan suara yang memanggil namanya.
.
.
__ADS_1
.
Senja....