Pangeran Senja

Pangeran Senja
Tutup kaleng.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Rujak tomat? eh, ini kebon orang, Sayang." Pangeran yang mencoba menarik tangan Senja di tepis lagi sebab wanita itu ingin tetap berada di tempatnya sekarang.


"Minta, Ran. Aku mau Rujak Tomat, yuk kita metik," ucapnya yang malah ingin turun ke bawah.


"Gak boleh, kalau kamu mau, aku izin dulu sama Babah Hj."


Senja yang merengut kesal langsung melipat kedua tangannya di dada, para tomat yang merah itu bagai melambai ke arahnya ingin di nikmati sekarang juga. Rasa asam manis dan segar seakan sudah di mulut Senja, padahal cuaca begitu sejuk dengan semilir nya angin yang cukup kencang menyapu tubuh.


"Ya udah sana, aku tunggu sini," usir Senja dengan entengnya padahal ia tahu suaminya pantang meninggalkannya sendiri.


"Enak aja, ikut dulu sama aku, nanti kalau boleh kita balik lagi."


Senja yang menggeleng karna terus merajuk akhirnya membuat Pangeran gemas hingga tak ada pilihan lagi kecuali menggendongnya karna ia juga yakin, Mommy, Daddy dan Bunda pasti sedang mencari keberadaan mereka sekarang.


"Ran! kamu apa apaan?!"


"Kamu gak denger apa kataku, ya ini hukumannya, paham!" sahut Pangeran yang menggendong istrinya ala Bridal Style menuju Pondok tempat tinggal Bunda yang ada di belakang.

__ADS_1


Hal tersebut tentu menjadi pusat perhatian orang-orang yang melihat mereka, untungnya kabar pernikahan Pangeran sudah tersebar jadilah tak ada yang menegur kecuali geleng-geleng kepala dan mengusap dada sendiri sendiri, sudah sejak lama ada beberapa santriwati bahkan dari keluarga Babah Hj ingin berkenalan dengan Sang cucu, tapi Bunda selalu mengatakan jika hati Pangeran sudah termiliki.


"Kalian ini apa apaan sih?" omel Mommy saat anak dan menantunya datang dengan cara tak biasa.


"Tau nih, Mom!" sahut Senja yang kesal dan pastinya malu.


"Tau tempat dong, Nduuuuuut," timpal Daddy nya sambil terkekeh, Pangeran benar benar di luar dugaannya saat bersama Senja.


"Nih, Senja, masa ngajakin aku maling tomat," jelasnya sambil mencibir kearah Sangat istri yang sudah besar kedua bola matanya.


"Eh, gak gitu," bela Senja yang tentunya tak terima.


"Apa??"


"Itu kebun yang disana, ada tomat sama apa ya, tapi aku fokus ke tomatnya aja. Keliatannya seger ya, Bun," jawab Senja yang bercerita dengan sangat antusias.


"Oh, tadi kamu kesana?"


"Hem, iya. Aku tadi belok, Bun. Maaf ya," ujar Senja yang langsung menundukkan pandangan. Ini baru pertama kalinya ia datang tapi tingkahnya sudah aneh aneh seperti anak anak.

__ADS_1


"Senja mau Tomatnya?"


Bukan menjawab, menantu muda Bramasta itu malah menoleh kearah suami dan mertuanya, ia masih takut untuk mengambil keputusan sekarang.


"Bilang saja kalau mau," kata Mommy yang langsung membuat Senja mengukir senyum lebarnya.


Mendengar hal tersebut Senja langsung berhambur memeluk ibu mertuanya, sedangkan Pangeran yang melihat dua wanita kesayangannya sedang saling memeluk tentu berbangga diri karna katanya begitu sulit menyatukan Sang pemilik hati dan pemegang tahta tertinggi di hati untuk akur seperti ini, dan ia tak perlu susah payah karna Senja dan Mommy nyatanya bisa langsung saling menerima.


"Ya sudah, kalau Senja mau Tomat biar Bunda ambilkan ya, tunggu sebentar disini," kata wanita bercadar tersebut yang baru mau bangun dari duduknya namun segera di tahan oleh Senja.


"Jangan, Bun. Bunda gak perlu repot repot, biar Pangeran aja yang petik kesana," ujar Senja yang melirik ke arah suaminya.


"Kok aku?" tanya Pangeran.


Mommy yang mendengar anaknya melayang kan protes buru buru melempar tutup kaleng toples kearah Pangeran namun sayangnya benda itu tak kena. Dan Mommy kini malah melirik kearah suaminya.


.


.

__ADS_1


.


Ya udah, minta Daddy aja sana yang metik sekarang...


__ADS_2