
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Pertemuannya dengan Bunda hari ini membawa banyak ketenangan bagi Pangeran. Ia bisa mengatakan apapun yang selama ini cukup ia saja yang tahu dan rasakan. Bunda memang kadang berbeda dengan Mommy yang bisa langsung marah-marah dan merengut kesal jika ada hal yang tak wanita itu sukai di dalam hubungan anak tunggalnya.
"Lain kali nginep ya," pinta Bunda saat anak, menantu dan cucunya berpamitan.
Meski ayah sudah tak ada, tak pernah ada yang namanya bekas anak dan bekas orang tua apalagi Bunda sudah terbukti kebaikannya. Sedangkan Ibu kandung Mommy Viana tak pernah jelas dimana rimbanya hingga kini, hidup mati orang itu tak pernah di ketahui olehnya dan memang tak di cari juga oleh Viana meski sebenarnya bisa dengan bantuan Sang suami.
"Bunda yang harusnya pulang kerumah, jangan terlalu lama disini," balas Viana yang anak sambung serasa adik dan sahabat bagi Bunda.
"Iya, nanti Bunda kesana, nginep juga sekalian," jawab wanita itu sambil memeluk Mommy Viana yang rasanya belum puas melepas rindu.
Ketiganya pun lekas pamit karna hari semakin sore dan mereka bisa saja sampai malam hari sampai di rumah nanti jika terjebak macet.
.
.
.
"Besok mau kemana, Ndut?" tanya Daddy Andra saat melihat putranya sedikit melamun saat mengemudi kan kendaraan.
__ADS_1
"Nduuuuut--," panggil pria itu lagi mulai curiga karena itu sangat membahayakan.
"Hem, apa, Dadd?" tanya balik Pangeran.
"Besok mau kemana? kantor gak?"
"Mau tidur seharian kayanya," jawab Pangeran dengan senyuman kecil.
"Gak yakin, Mommy, bisa bikin syukuran kalau kamu bisa tidur tanpa gangguan," kekehan Mommy Viana langsung membuat Pangeran merengut kesal karna tawa Daddy nya pecah seketika.
Hampir sampai di rumah, mereka memilih mampir sebentar ke salah satu Restoran untuk mengisi perut agar sampai di rumah bisa langsung istirahat.
"Nanti makan yang lahap ya, karna buat jawab banyak pertanyaan dari calon istri butuh banyak tenaga," ledek Daddy Andra sambil menepuk bahu putranya saat berjalan masuk kedalam Resto bersama Mommy Viana juga.
"Senja--," ucapnya lirih dan pelan namun sialnya malah terdengar oleh orang tuanya.
"Mana Senja?" tanya si pasangan suami istri tersebut.
Dan mata keduanya kini sudah ikut pada arah tatapan Pangeran ke sebuah meja dimana ada empat orang disana yang sepertinya sedang menikmati makan malam juga.
"Yuk, samperin," ajak Mommy Viana. Tapi ia malah
__ADS_1
meninggalkan dua pria tampannya begitu saja.
Pangeran yang melihat tingkah Mommynya tentu terkejut tapi lagi dan lagi Daddynya malah terkekeh lalu ikut menyusul istri tercinta. Tinggalah ia sendiri yang kebingungan antara ikut atau Abuuuul...
"Ran, sini."
Pangeran yang menjadi pusat perhatian kecuali Senja hanya mengangguk lalu melangkah ke meja dimana kini malah kedua orangtuanya sudah ikut bergabung.
Jika ada yang melihat mereka, pasti lah takjub karena dua keluarga baik-baik kini sedang makan malam bersama siapa lagi jika bukan Biantara dan Bramasta.
"Senang bisa bertemu dengan Anda, Tuan," ujar Daddy Andra yang pastinya Pipih Langit jauh diatasnya dari segi umur dan kesuksesan.
"Bisa saja, lama tak bertemu ya." keduanya terus berasa basi begitu pun dengan Mommy Viana dan Mimih Cahaya, sedangkan Pangeran untung saja ada teman mengobrol juga yaitu Awan.
"Gak nyangka ya, bisa berkumpul disini. Tanpa rencana apapun justru bisa makan malam di satu meja seperti ini," ucap Nyonya Biantara yang tak bisa menyembunyikan rasa senangnya, begitu pula dengan Mommy Viana yang langsung menyahut.
.
.
.
__ADS_1
Iya, Takdir Tuhan siapa yang tahu, mungkin ini adalah HILAL menuju HALAL...