Pangeran Senja

Pangeran Senja
Huh Hah..


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


"Tapi jangan khawatir, aku gak akan lupa kok kemana arah jalan aku pulang," tambahnya lagi yang kini sembari menggoda, semua ini karna masih ada sisa sisa kenikmatan yang ia rasakan.


Plaaaak


"Istrimu gak akan kenyang makan gombalan," omel Mommy sambil memukul pelan bahu putranya.


"Cieeee, yang di gombalin terus sama Daddy, jangan sirik Mom, habis ini minta sama Daddy ya atau kalau perlu aku sama Daddy lomba, gimana?"


Senja yang mendengar hal tersebut bingung harus berekspresi apa, sikap Pangeran sangat jauh berbeda saat di pertemuan kedua mereka yang sedikit diam dan pastinya dewasa. Tak seperti sekarang yang seolah kembali seperti ke jaman SMA mereka dulu. Senja pernah bercerita hal ini pada Ibu mertuanya dan Mommy hanya menjawab jika memang itulah sifat asli Pangeran, dan jika melihat Pangeran seperti itu berarti ia sedang merasa nyaman dengan orang yang di sekitarnya, sebab kini tak ada lagi yang di takutkan pria itu apalagi ia harus merasa serba salah saat bersama dengan wanita yang teramat di cintainya tersebut.


.


.


Sampai di salah satu Resto tujuan mereka, kini ketiganya turun dari mobil dan bergegas untuk cepat masuk karna ternyata Daddy Andra sudah menunggu di dalam.

__ADS_1


Ya, Mommy memang meminta suaminya itu untuk menyusul makan siang bersama meski nyatanya pria itu yang justru datang lebih dulu hingga bosan menunggu.


"Lama!"


"Sabar, mohon maklum, kita numpang di dunia ini," sahut Mommy, agar tak merajuk ia memberikan satu buah ciuman di pipi suaminya dan itu terkesan manis di mata Senja seperti orang tuanya.


mendapatkan cinta memang mudah, tapi mempertahankan cinta tetap tumbuh indah bersemi yang terasa begitu sulit apalagi hingga di usia yang tak lagi muda. Pertanyaan itulah yang kini sedang ada di benak Senja, mampukah mereka Seharmonis itu sampai nanti??


"Sayang, kok ngelamun?" tanya Pangeran yang berhasil membuat Senja terlonjak kaget.


"Ah, enggak."


"Iyalah, memang kamu pikir Mommy mau liat kemesraan kamu sama Senja, hem?" sahut Mommy yang ternyata ada udang di balik tepung dan itu membuat Pangeran tertawa sedangkan Senja hanya tersenyum simpul.


"Ya ampun, masih aja iri nih calon nenek," ledek Daddy Andra yang langsung mendapat cubitan panas dari istrinya.


Pasangan paruh baya itu malah berdebat yang seolah kini dunia hanya milik mereka sedangkan anak dan menantunya kini justru jadi penonton.

__ADS_1


Entah kebaikan apa yang pernah di lakukan Senja atau orangtuanya hingga saat ini hidupnya kian manjadi sempurna dengan hadir di tengah keluarga yang sangat harmonis menjunjung tinggi arti cinta, setia dan kebersamaan.


"Sudah-sudah, ayo cepat makan. Malu tuh sama calon cucu di perut Mantu," ujar Pangeran yang langsung membuat ketiga orang di dekatnya kaget dan heran.


"Cucu siapa?" tanya Mommy.


"Kalian lah, aku kan rajin proses bikin bayi buat Mommy dan Daddy," jawab Pangeran dengan begitu jujur dan bangganya, sampai pria di depannya kini memegang dadanya sendiri.


"Kamu kenapa, Dadd?" Mommy yang panik tentu langsung bertanya.


"Gak apa apa, Mom. Untung aku udah bikin kamar Pangeran kedap suara," jawabnya.


"Loh, memang kenapa?" tanya balik Pangeran yang justru baru tahu hal ini.


.


.

__ADS_1


.


Ya biar Daddy gak ngiler lah pas denger kalian Huh Hah....


__ADS_2