Pangeran Senja

Pangeran Senja
Mommy Daddy


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Usainya pesta pernikahan Sang Putra, pasangan Daddy Andra dan Mommy Viana langsung memutuskan untuk pulang sebab semewah apapun kamar hotel mereka akan tetap nyaman tidur di kamar sendiri meski ukurannya jauh dari kata luas, kecuali memang ada udang di balik bakwan yang ingin mereka lakukan saat Quality Time. Waktu berdua saja sangat di butuhkan oleh pasangan itu sebab mereka yang menikah muda tentu banyak sekali godaan jika saja tak kuat iman, khususnya Daddy Andra yang kini menjadi seorang pengusaha sukses dari keluarga Bramasta.


"Mom---," panggil Daddy Andra saat sudah berbaring bersama dengan istrinya.


"Hem, apa?" sahut Mommy Viana.


"Ngerasa gak, ada gempa?" tanya Pria yang kini sudah bertelanjang dada, itu sudah biasa ia lakukan dengan alasan mempersingkat waktu.


Mommy Viana yang sudah memejamkan mata akhirnya mengerjap, ia menatap Andra serius sambil merasakan apa yang dikatakan suaminya barusan.


"Gempa? enggak ah," jawab mommy Viana yakin.


"Ish, iya loh, Mom."


"Gempa dimana??" tanyanya lagi karna tak merasakan apapun atau memang ini semua karena tubuhnya yang memang sedang sangat lelah.

__ADS_1


"Gempa di kamarnya Pangeran, Mom." Daddy Andra langsung tertawa saat menjawabnya.


Beberapa detik Viana belum sadar tapi saat ia paham dengan yang di ucapkan suaminya, cubitan kecil di dada pun segera ia layangkan. Gelak tawa yang tadi cukup renyah kini berganti dengan jeritan minta ampun karna ulah Mommy Viana yang mulai melayangkan aksinya.


"Sakit, Mom. Udah, ya ampun!" kata Andra memohon tapi Viana tetap saja mencubit dan memukul pelan karna kesal dan gemas sudah di permainkan.


"Gimana kalau memang gempa beneran?"


"Ya gak gimana-gimana, kaburlah keluar," sahut Andra santai.


Ringisan rasa sakit kini tak lagi terdengar, ia tarik istrinya untuk masuk kedalam dekapan. Viana yang selalu senang menempel di dada polos Sang suami hanya senyum senyum tak jelas.


"Kamu ingin apa, Sayang?" tanya Andra yang tak lupa menciumi pucuk kepala wanita halalnya tersebut.


"Aku ingin mengulang Malam pertama kita, Dadd."


Hati Andra langsung mencelos sedih, tak hanya Viana karna nyatanya ia pun ingin melakukan hal yang sama. Satu kali seumur hidup tapi kesannya jauh dari kata manis untuk di kenang, bahkan membuat trauma tersendiri bagi Sang istri di masa lalu.

__ADS_1


Hanya karna sebuah rasa cemburu tak jelas, Viana di paksa untuk melayaninya yang sedang kesal untuk pertama kali, jangan tanya bagaimana wanita itu akhirnya karna air mata sudah cukup mewakili bagaimana perihnya lahir bathin yang dirasakan Viana saat itu.


"Aku minta maaf ya, aku benar-benar menyesal, Mom. Akupun ingin mengulangnya," jawab Andra yang malah mendapat sebuah senyuman manis dari istrinya.


"Semoga Pangeran tak melakukan hal yang sama pada Senja, rasanya sangat sakit, Dadd."


"Iya, cukup aku saja yang bodoh. Meski dia hasil dari pemerkosaan Halal tapi aku juga tak ingin Si Ndut melakukan pemaksaan seperti itu," jawab Andra.


Viana hanya mengangguk pelan dalam pelukan suaminya. Wanita manapun tentu hanya ingin menyerahkan mahkotanya pada orang yang tepat tanpa unsur pemaksaan.


"Mom--," panggil Daddy Andra lagi.


"Apa?"


.


.

__ADS_1


.


"Untuk menebus salahku, aku akan melakukan rekontruksi ulang, bagaimana?"


__ADS_2