Pangeran Senja

Pangeran Senja
Ular Estetik.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Silaturahmi?" tanya Senja yang tentunya tak paham.


Meski keduanya seumur, tapi soal pengalaman bersama pasangan tentu mereka jauh berbeda. Senja hanya tau teorinya saja karna untuk peraktek ia belum pernah sama sekali jadi tak salah jika ia tak mengerti dengan kode kemesuman pria yang kini resmi menjadi suaminya.


"Iya, yuk."


"Kemana?" dahi yang mengernyit tanpa senyum benar-benar membuat Pangeran gemas pada Sang istri saking polosnya.


Wanita cantik dengan postur tinggi semampai itupun di gendong ala bridal style menuju ranjang berukuran besar jika untuk di tiduri mereka berdua saja.


"Ran, jangan gini. Aku takut," Senja yang mengalungkan tangannya di leher Pangeran justru semakin di goda hingga ia di baringkan di tengah kasur.


"Wah, empuk banget nih. Enak buat hiya hiya," ujarnya sambil terkekeh.


Lagi lagi, Senja mengernyitkan dahi sebab kata Silaturahmi saja ia tak paham kini ia harus mendengar lagi kata Hiya hiya.


"Kaya yang lagi naik kuda aja," sahutnya tak kalah terkekeh.


"Nah, emang iya, mau coba main kuda kudaan?" tawar Pangeran dengan kedua alis naik turun, ekspresinya yang mencurigakan membuat Senja mendadak was-was karna bagaimana pun ia tetap punya naluri sebagai wanita dewasa.


Mungkin, jika Pangeran menikah dengan Putri tak akan ada tawa lepas yang ia lakukan seperti sekarang ini, semua hanya sebatas kewajiban sebagaimana janjinya di depan Tuhan untuk menjalankan perannya menjadi suami yang baik termasuk dalam pelayanan nafkah bathin.


Tapi, lihatlah sekarang, ia nampak seperti bocah yang punya mainan baru. Di sentuh dan lihatnya dengan senyum tulus seolah ingin mengatakan pada dunia jika ia sangat bahagia dengan apa yang kini ia miliki.

__ADS_1


"Aku gak suka kuda, aku suka Ular," bisik Senja dengan menahan tawanya.


Tentu, Ular yang ia maksud pun Ular sungguhan yaitu peliharaan Papih Adam dan Kakaknya sebab Pipihnya kurang tertarik di karnakan separuh hidupnya ia habiskan bersama Gajah dan Buaya


"Oh, tenang! aku juga punya, tapi ini Ularnya Estetik banget," jawab Pangeran dengan senangnya seolah ia dapat lampu hijau padahal masih lampu kuning yang artinya hati-hati karna sang istri belum juga LogIn ke menu utama.


"Kok, gitu? emang ada? coraknya beda kah?" tanya Senja yanga malah antusias. Ular adalah hal biasa bagi wanita itu sejak bayi.


"Ini tanpa corak, Sayang. Tapi polos cuma berurat aja," kekeh Pangeran karna miliknya yang terpancing sejak tadi mulai ingin menampakkan diri untuk berkenalan.


"Serem ih berurat. Pasti lilitan nya kuat."


"Dia gak suka ngelilit, Sen," jawab Pangeran yang napasnya mulai berat karna ada hasrat yang sedang ia tahan.


"Semua ular kalau gak Lilit ya nyembur bisah."


"Ular yang aneh. Polos, berurat, gak suka lilit tapi suka sembur sembur, Ular apa sih?" tanya Senja.


Pangeran yang sudah tak tahan langsung menunjukan miliknya yang sudah tegang sempurna ke hadapan Senja saat kembali bangun dari atas tubuh wanita itu. Melihat apa yang di perlihatkan Sang suami, Senja sontak menjerit lalu menutup wajahnya sendiri dengan tangan.


Sumpah Demi apapun ini pengalaman pertama baginya melihat bagian inti seorang pria secara langsung tepat di depan wajahnya.


"Ran, kamu apa-apaan sih?!"


"Ini, Ular Estetiknya, bagus kan? Siap sembur sembur nih," jawab Pangeran sambil mengelus lembut agar semakin menjulang panjang.

__ADS_1


"Aku tuh bahas Ular benaran, bukan bahas itu," oceh Senja, sungguh ia belum terbiasa dengan hal seperti ini.


"Itu apa, Sayang?"


"Ya itu, punyamu. Kenapa kasih liat ke aku?" protes Senja yang tak habis pikir, ternyata obrolan mereka sedari tadi tak nyambung.


"Itu apa? Dia punya nama loh, mau kenalan gak?" tawar Pangeran sambil menarik tangan Senja yang menutupi wajah malunya yang kini mirip kepiting rebus.


Senja menggeleng, tenaganya yang kalah kuat membuat tangannya berhasil di cekal dan mau tau mau kini ia melihatnya juga.


"Aku takut," ucap pelan Senja tapi sambil menelan salivanya.


"Dia baik dan jinak. Tenang saja."


"Tapi---, kok kaya gitu?" tanya Senja, sebab yang pernah ia lihat tentu yang kecil yaitu milik bayi.


"Gitu gimana?"


"Hem---, lebat banget ya, gak mulus?" ia bertanya dengan nada bicara sangat pelan.


"Kan namanya juga Si JAMBRONG ya pasti begini bentuknya," jawab Pangeran.


.


.

__ADS_1


.


Oh, kalau begitu berarti punya ku namanya Si KRIBO dong??


__ADS_2