
🍂🍂🍂🍂🍂
"Apa?" tanya Pangeran saat ia Awan atau kakak iparnya itu menatap serius kearahnya dari ujung kepala hingga kaki.
"Tega banget lo bikin ade gue lecet!"
"Eh, maksudnya apa?" Pangeran yang kaget di tuduh awalnya tak paham, ia dan Awan memang berteman baik selama ini, pria itu juga dulu tak jarang membantunya untuk dekat dengan Senja meski hasilnya NOL BESAR.
"Jangan pura-pura wahai adik ipar, udah di apain aja noh Si SenSen?" awalnya Awan berdecak kesal tapi ujung ujungnya tetap saja ia penasaran dengan pertualangan luar biasa adiknya tersebut.
Pangeran hanya tersenyum simpul, kadang ia masih merasa ini adalah mimpi karna bisa mendapat kan Senja yang tak terduga. Tapi, semua tetap ada campur tangan Putri karna jika bukan ia yang memutuskan tentu hari ini tak pernah ada dalam hidup Pangeran yang nyaris semakin sempurna.
"Menurut lo enaknya di apain lagi?"
__ADS_1
"Suka suka lo dah, yang penting cepet kasih gue ponakan ya," jawab Awan dengan menaik turunkan alisnya.
"Beres, gue juga lagi kejar target buat cepetan bisa hamilin Senja," kekeh Pangeran.
Tak adanya penghalang sama sekali tentu ada kemungkinan besar membuat para cebong Pangeran berenang dengan bebas hingga tumbuh berkembang biak di dalam rahim istrinya tersebut, tak ada yang perlu di khawatir kan sebab dalam segi umur pun Senja sudah cukup untuk hamil dan melahirkan.
"Bukannya kalau mau cepet hamil jangan sering sering ya?" tanya Awan meski ia sendiri ragu.
"Iyakah? tapi sayang banget gue kalo liat Senja nganggur," sahut Pangeran santai, ia seakan lupa jika lawan bicaranya ada kembaran Sang istri.
Gelak tawa cukup nyaring terdengar padahal mereka hanya berdua saja di teras belakang rumah utama, bangunan mewah yang beberapa kali Pangeran kunjungi saat masih SMA dulu, keluarga Biantara dan Rahardian memang tak asing baginya begitu pun sebaliknya karna Pangeran punya kisahnya sendiri yang lain dari pada yang lain.
"Lo mau tinggal disini kan?" tanya Awan.
__ADS_1
"Iya, itu memang rencana gue sebelum nikah. Kenapa?" tanya balik Pangeran yang kemudian menyesap kopinya yang masih setengah.
"Tinggal di rumah lo?"
"Ini yang belum gue tahu, gue gimana Senja aja maunya gimana. Senyamannya dia. Kalau mau di rumah orang tua gue ya Ok, di rumahnya juga Ok atau mau tinggal misah buat mandiri ya ayo. Gue ikut dia aja karna bahagianya adalah prioritas gue sekarang," jelas Pangeran.
Senja belum memutuskan apapun tentang ini sebab ia belum punya pengalaman tinggal satu atap dengan mertuanya. Ia tak tahu bagaimana Karakter Mommy dan Daddy suaminya karena jarang sekali bertemu apalagi bicara berdua. Senja paham, pernikahan bukan tentang ia dan Pangeran saja tapi ada keluarga juga yang ikut bersatu meski tetap tak berhak untuk ikut campur, maka dari itu setiap istri harus pandai memilah dan memilih masalah apa yang harus di ceritakan entah untuk sekedar Sharing, meminta saran atau cukup ingin di dengarkan saja.
"Cakep, karna kalau lo mau me Ratukan istri, lo harus kasih istana buat dia," pesan Awan yang di iyakan oleh Pangeran.
.
.
__ADS_1
.
Tentu, untuk orang yang salah aja gue kasih yang terbaik, gimana sama yang sekarang, yang jelas jelas orang itu TEPAT buat gue..