Pangeran Senja

Pangeran Senja
Terlalu Sibuk BercInTa


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Cek lek


Senja langsung menoleh kearah Pintu saat ia mendengar suara benda bercat putih tersebut seperti ada yang membuka, dan benar saja dugaannya jika itu adalah Pangeran.


"Sayang, sudah bangun?" tanya Pangeran yang berjalan kearah ranjang tapi tiba-tiba kedua matanya justru melihat ke tangan Senja yang ternyata ada ponsel miliknya.


"Hem, Maaf. Tadi ada telepon masuk, jadi ku angkat," ucap Senja yang peka dan merasa bersalah. Lagi dan lagi pernikahan mendadaknya membuat ia tak tahu mana yang boleh dan tak boleh ia sentuh, dan apa saja yang di anggap privasi bagi suaminya.


"Tak apa, Sayang. Siapa yang telepon?" tanya Pangeran lagi sembari menerima pemberian ponselnya dari tangan Senja.


"Putri, Ran."


"Putri? ada apa, tumben." Pangeran sampai mengernyitkan dahi karna tiga hari ini wanita itu tak mengabari nya sama sekali.


"Dia cuma bilang, jika lusa kamu waktunya Suntik Vitamin," jawab Senja.


Pangeran yang hanya tersenyum sambil mengangguk entah kenapa membuat Senja menjadi kesal. Padahal yang ia harap suaminya itu sedikit terkejut karna lupa tapi nyatanya biasa saja.

__ADS_1


"Kamu ingat?" tanya Senja.


"Tentu, itu rutin setiap bulan ku lakukan akhir akhir ini. Aku sudah mencatatnya di agendaku karna takut lupa," jawab Pangeran yang masih bersikap biasa saja.


"Karna takut Putru juga tak mengingatkanmu, kan? begitu?"


"Tak juga, Sayang. Dia tak punya hak lagi mengingatkanku karna bukan siapa-siapa bagiku, kamu kenapa?" Pangeran yang sadar ada yang lain pada diri senja langsung meraih tangan wanita itu.


"Kenapa tak beritahu aku? selama kita sudah menikah tak pernah sekalipun kamu menceritakan tentangmu, apa saja yang rutin kamu lakukan, apa yang kamu suka dan tak suka, dan banyak hal lainnya. Sepertinya kita TERLALU SIBUK BERCINTA!" cetus Senja yang membuat Pangeran kaget.


"Hey, Sayang. Kamu bicara apa sih?"


Tangan yang di genggaman Pangeran langsung di tarik oleh Senja, ia sendiri bingung kenapa harus kecewa pada pria itu sekarang setelah tahu banyak hal tentangnya dari orang lain, atau tepatnya dari masa lalu suaminya.


Satu yang sekarang harus di ketahui jika Pangeran tak ingin ada masalah yang berlarut hingga menjadi bom waktu untuk pernikahannya sendri.


"Putri bicara apa saja padamu, hem?"


"Tak ada, ia hanya mengingatkan itu saja. Dan ternyata kamu sudah ingat," jawab Senja.

__ADS_1


Jauh dalam lubuk hatinya, ia ingin bukan sekedar partner di atas ranjang melainkan dalam segala hal termasuk kegiatan kegiatan rutin yang harus dilakukan suaminya.


Tapi sayang, Pangeran tak pernah mengajaknya dalam urusan tersebut. Jika Putri bisa, lalu kenapa ia tidak?


"Apa ada sikap atau ucapanku yang membuatmu tersinggung, tolong katakan," mohon Pangeran.


"Tak ada, aku hanya ingin buang air kecil," sahirt Senja memberi alasan yang tentunya masuk akal.


"Aku minta maaf, akan ku perbaiki jika aku salah tapi jangan diam dan malah meminta aku mencari tahu sendiri, Sen."


Senja melepaskan cekalan di tangannya, ia bergegas ke kamar mandi tanpa menjawab satu patah kata pun pada suaminya.


Pangeran yang penasaran tentu langsung mengecek ponsel pribadinya yang terbuka tanpa Pola, Sandi maupun Pin. Semua bebas di akses oleh istrinya jika saja Senja mau dan iseng melakukannya sebab tak ada yang di sembunyikan di dalam benda pipih tersebut.


Masuk ke Aplikasi RoomChat, tak ada yang mencurigakan sama sekali, Putri pun tak mengirim pesan sama sekali karna pesan terakhir masihlah sama. Beralih ke panggilan telepon dan memang benar ada nama wanita itu di log panggilan masuk, dan Pangeran langsung mengernyit kan dahi saat ia melihat berapa lama Senja dan Putri mengobrol barusan. Dan jika ia tak keburu datang rasanya Pangeran yakin dua wanita itu masih terus berbincang


.


.

__ADS_1


.


"Apa saja yang di cerita Putri selama ini pada Senja?"


__ADS_2