Pangeran Senja

Pangeran Senja
Surga Dunia


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Welcome to @PawangRahardian"


Senja yang masih di ambang pintu tercengang saking kagetnya, disana sudah ada para wanita yang entah berkumpul untuk apa.


"Kenapa, Mih?" tanya Senja pada Si bungsu kesayangan Appa Reza.


"Gak tau tuh, Onty," jawabnya kesal pada GrandMom Ameera.


Hujan yang bersebelahan dengan Sang ibu mertua hanya cekikikan melihat raut wajah adik iparnya tersebut. Mimih Cahaya tentu tak sanggup jika harus mendengarkan anak perempuannya menceritakan malam pertama mereka itu.


"Biasanya juga kalian satu server," ledek Amma yang kini tawa Hujan jadi pecah.


"Kak--," tegur Ummi Khayangan, menantu kedua Rahardian yang bak malaikat padahal ia adalah seorang muallaf.


"Ups, Sorry."


"Gimana, Sen? enak gak?" tanya GrandMommy Ameera yang tak lepas tersenyum sejak melihat Senja datang.


"Apa? orang macet," sahut Senja. Seperti obrolannya dengan Pangeran tempo hari kali ini pun mereka sedang tak nyambung.


"Wajarlah kalau macet, emang harus merayap lebih dulu kalau mau lancar," timpal Hujan, ia jauh lebih berpengalaman karna menikah muda saat masih di bangku kuliah.

__ADS_1


"Iya, AC aja gak mempan. Panas banget," sahut Senja lagi. Terik matahari memang membuat perjalannya sedikit lain hari ini.


"Panas lahir bathin," kekeh Khayangan di balik cadarnya, meski pelan nyatanya ia kini tengah menjadi pusat perhatian.


"Wah, Yayang. Tak sepolos yang ku kira," kata Hujan sambil menggeleng pelan.


"Eh, gak gitu," jawabnya langsung panik dan itu malah mengundang gelak tawa.


"Cuma Bumi yang bikin mama penasaran."


Isi kamar langsung riuh saat mendengar Nyonya besar Rahardian berucap seperti tadi, sangat wajar memang mengingat Si tengah begitu kalem sama seperti istrinya.


"Kalian bahas apa sih?" tanya Senja yang bingung karna Unclenya mulai di sebut.


"Malam pertamamu!" jawab mereka semua serempak.


"Malam pertamaku? kenapa?" tanya nya lagi yang rasanya kini ingin sekali kabur dan menghindar.


"Gak kenapa-kenapa cuma pengen tahu aja, pake berapa gaya sama Si Pangeran?"


"Aku gak itungin, Mom," jawab Senja pada Nyonya Pradipta.


Senja yang malu hanya bisa menunduk sambil mengusap tengkuknya, ia bingung harus menjawab apa karna saking menikmati apa yang mereka lakukan. Mulai dari menu pembuka, utama hingga penutup yang semuanya sangat luar biasa.

__ADS_1


"Macet kan tadi?" tanya Mimih Cahaya, rasa dilema nya kini berganti dengan penasaran.


"Dijalan? kan tadi aku udah cerita, kalau pas dari hotel mau kesini tuh macet, Mih," jelas ulang Senja.


"Bukan jalan ke rumah utama, tapi jalan menuju surga Dunia," timpal Hujan.


Senja yang akhirnya paham langsung tersipu malu, kata Surga Dunia yang di ucapkan Aunty nya sama seperti saat Pangeran berbisik padanya jadi tak salah jika ia langsung paham.


"Ya, sama aja sih. TERSENDAT gitu lah," jawab Senja dengan menggigit bibir bawahnya.


"Perawaaaaaan, pantes kalo tersendat!" ujar Mimih Cahaya yang bangga. Padahal, tanpa Senja cerita pun semuanya sudah bisa tahu dan menebaknya jika wanita itu pastinya masih tersegel rapih.


"Tapi, ngomong ngomong lawanmu juga masih perjaka kah?" tanya Mommy Ameera.


Senja diam sejenak, ia bepikir lebih dulu sebelum akhirnya mengangguk kan kepala yakin tak yakin ia harus yakin jika milik suaminya pun masih tersegel rapih meski dari yang semua tahu pria itu hidup di luar negeri berdua dengan tunangannya selama 7 tahun.


"Tau dari mana kalau masih perjaka?" tanya Amma Melisa.


"Hem, dari mana ya?" Senja yang bingung mengendarkan pandangan pada satu persatu wanita yang disana.


.


.

__ADS_1


.


Durasi mungkin, yang nambah terus...


__ADS_2