Pangeran Senja

Pangeran Senja
Pembantu TAJIR untuk TUAN MUDA


__ADS_3

            🍂🍂 Part 38 🍂🍂


"Nul---, Minuuuul--," panggil Darren di dekat pintu kamar pembantunya.


Mereka yang sudah makan malam, kini saatnya pergi keluar untuk berbelanja, jangan sampai gadis bertompel itu pasti pingsan karna tak ada cemilan di kulkas.


"Iya, Tuan. Nanti dulu," jawab ShaQueena sambil memakai sweeternya.


"Kenapa harus pakai masker terus sih?" tanya pria tampan itu sambil melipat tangan di dada bidangnya.


"Takut tuan malu pergi sama saya, meskipun orang lain tahu kalau saya ini pembantu Tuan," jawabnya dengan sengaja memasang wajah menyedihkan.


"Pakai helm sekalian kalau gitu," balas Darren yang kini sambil tertawa lalu berjalan lebih dulu.


Jika majikan lain mungkin akan hanya menyuruh ART nya saja sendiri yang berbelanja ke swalayan, atau jika ingin lebih mudah tinggal pesan semua yang di inginkan dan dalam waktu beberapa jam barang pasti sudah sampai ke Apartemen.


Tapi apa yang di lakukan Darren?


Seorang Direktur itu malah dengan senang hati meluangkan waktunya bersama si pembantu hanya untuk sekedar memenuhi isi kulkasnya dengan cemilan serta kue demi kelangsungan hidup si Minul. Karna apa?


Karna Darren, sama tak warasnya, ckck.


.

__ADS_1


.


.


"Nul, buah ini suka?" tanya Darren saat berada di bagian perbuah buahan.


"Suka tapi gak bisa bukanya," jawab ShaQueena sambil menggelengkan kepala.


"Beli ya, nanti saya yang bukain," jawab Darren.


"Terserah Tuan, saya taunya tinggal makan."


Darren mengambil tiga buah nanas yang mirip sekali dengan rumah SpongeBob, bau harumnya yang menggoda membuat Darren ingin cepat menikmatinya saat di Apartemen nanti.


"Nul, beras masih ada?"


"Ada, Tuan mau beli lagi?" tanya balik si pembantu jadi jadian.


"Hem, gak usah deh, Mama juga mau pulang besok. Banyakin makanan buat kamu aja, aku ada catering," jawab Darren yang langsung membuat ShaQueena menoleh dan menghentikan langkahnya.


"Nyonya mau pulang?" tanya ShaQueena yang di balas anggukan kepala dan senyum kecil dari Darren.


"Kasihan Mama, ribut terus sama kamu, Nul." sindirnya yang kali ini sambil menepuk pelan kepala ShaQueena yang langsung membuat gadis itu rasanya ingin guling guling di antara rak-rak di swalayan tersebut.

__ADS_1


"Aseek, tak ada dia di antara kita," kekeh ShaQueena yang entah di dengar atau tidak oleh Darren yang sudah berjalan lebih dulu meninggalkannya yang salting tak jelas.


Tapi, rasa hati berbunga-bunga itu tak lama menyeruak di hati ShaQueena saat melihat Darren ternyata sedang bersama Bella, kedua wajah orang itu menegang seperti sedang ada yang di perdebatkan.


"Harusnya cuma dia yang belanja, kenapa harus kamu antar sih!" omel Bella dengan menunjuk ke arah ShaQueena.


"Cukup, Bella! ini di tempat umum, kamu gak malu ngeributin hal seperti ini di depan banyak orang?" tegas Darren yang tak menyangka ternyata gadis itu mengikutinya dan ShaQueena keluar dari Apartemen meski awalnya tak di sengaja, niat hati ingin berkunjung tapi malah memergokinya Darren yang hendak pergi berbelanja.


"Aku hanya mengingatkanmu, Darren. Dia ini pembantumu!"


"Lalu jika dia pembantuku, masalahnya apa?" tanya Darren yang semakin jengah dengan sikap Posesif Bella yang tak ada ikatan apa pun dengannya..


"Tapi kenapa harus sedekat ini?"


.


.


.


Karna dia tanggung jawabku...


__ADS_1


__ADS_2