Pangeran Senja

Pangeran Senja
Botak


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Eeeeugh...


Senja yang bergeliat langsung melihat senyum dari suaminya yang tampan, pria itu berbaring dengan posisi menyamping melihat kearah istrinya yang belum juga bangun padahal waktu sudah menunjuk pukul 4 sore.


"Raaan--," panggil Senja dengan suara serak khas bangun tidur.


"Iya, Sayang."


"Laper ih... mau makan," pintanya pada Sang suami yang belum juga meredupkan senyumnya, ia senang melihat wajahnya cantik Senja yang polos tanpa apapun tapi meski begitu ia tetap menggoda untuk di nikmati dan serasa mubazir jika di lewati.


"Mau makan apa? Mbak masih masak kayanya."


"Aku mau batagor, Ran, tapi yang ada sambelnya," jawab Senja yang bangun di bantu oleh Pangeran.


"Jangan makanin pedes terus, nanti anak kita Botak, Sayang."


Senja langsung mengernyitkan dahi, ia biasanya mendengar hal itu dari orang orang tapi kali ini keluar dari mulut suaminya sendiri.


"Kamu percaya mitos itu?" tanya Senja, dan ia semakin kaget saat Pangeran menganggukkan kepala.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Aku kan botak juga dulu, kata Bunda Mommy suka yang pedes pedes," jawab Pangeran.


Senja tertawa ketika ia ingat bagaimana lucunya Pangeran saat bayi dulu, pipi yang mengembung membuat bibirnya jadi mengecil tapi sekarang justru paling pintar saat berciuman.


Tapi, rasa lapar membuat keduanya tak melanjutkan obrolan. Senja dan Pangeran langsung bergegas keluar dari kamar menuju lantai bawah.


"Dan, bilang Mommy dulu," titah Senja pada suaminya karna takut ibu mertuanya nanti mencari atau menunggu.


"Lagi di kamar, mungkin masih jewer Daddy. Nanti aku bilang sama Mbak aja."


.


.


.


Meski awalnya berdebat, tapi Senja tetep menurut ketika Pangeran tetap keukeh jika mereka akan pergi dengan mobil di banding dengan motor karna alasan sudah sore, tak baik untuk ibu hamil seperti Senja jika harus terkena angin yang cukup kencang dalam waktu lama sebab Pangeran tak yakin jika yang di cari hanya sebungkus batagor.


"Mana ya, biasanya deket lampu merah gini ada loh, Ran." Senja terus melempar pandangan ke luar jendela mobil untuk mencari dimana Si tukang batagor yang biasanya ada dipinggir jalan.

__ADS_1


"Mungkin di depan ada," jawab Pangeran masih fokus pada jalan di depannya dan juga setir mobil di tangan.


Kendaraan mewah yang melaju dengan kecepatan sedang itu akhirnya berhenti di depan toko buku, Pangeran yang turun meminta Senja untuk diam di mobil cukup ia saja yang menghampiri Si gerobak bercat coklat tersebut.


"Bang, dua porsi ya, satu campur sama siomay yang satunya batagor aja," pesan Pangeran yang di iyakan, tapi karna terlalu banyak pembeli ia pun menepi.


Tapi, lamanya menunggu membuat Senja akhirnya bosan lalu memilih keluar. Ia berjalan sedikit ke depan kearah tukang buah potong.


"Bang, ada rujaknya?" tanya Senja.


"Ada, tapi sisa satu tempat, Mbak," jawab Si penjual yang ternyata Bapak-bapak cukup tua.


"Hem, ya udah gak apa-apa. Mau satu ya, sambelin langsung aja," pinta Si ibu hamil yang mulai tergoda dengan asamnya buah mangga, rasanya pasti akan jauh lebih nikmat jika di padukan dengan sambal yang terlihat cukup pedas tersebut.


.


.


.


Botak, botak deh anak kamu Ran sama lucunya...

__ADS_1


__ADS_2