Pangeran Senja

Pangeran Senja
Kentang...


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Tak ada apapun di dapur karna semua makanan sudah habis di nikmati membuat Pangeran bingung sendiri dengan apa ia harus mengganjal perutnya yang keroncongan. Jika sudah begini hanya sesal kenapa tadi ia tak makan banyak. Ini semua gara gara Si tomat yang menggoda seleranya saat memetik di kebun siang tadi.


"Kosong, Dadd." Pangeran mengeluh sambil mengusap perutnya sendiri.


"Ya udah, tahan sampe pagi. Besok pasti Bunda beliin kita nasi uduk," jawab Daddy Andra yang melengos ke ruang tamu lagi.


Jika saja ini bukan di tempat orang lain, sudah bisa di pastikan ia akan mencari makanan sendiri, tapi untuk ke parkiran mobil saja ia harus melewati Pondok utama dan pondok lain nya termasuk Si kebun dan beberapa pohon pisang, sudah bisa di bayangkan betapa horornya di luar sana?


"Cing, diem ya, gak usah demo terus," ujar Pangeran yang mendesah kesal, ia lihat ponselnya namun tak ada sinyal sama sekali dan itu semakin membuatnya resah di tengah rasa lapar yang kian menjadi.


"Ya ampun, gini amat ya," gumamnya pelan yang akhirnya memilih membuka toples cemilan yang tadi di belikan Mommynya untuk Bunda ke teras.


Tapi, Pangeran ingat sesuatu yang ia lakukan tadi siang, senyum pun mengembang di ujung bibirnya sekarang yang langsung beranjak bangun.

__ADS_1


"Kenapa baru kepikiran sih!"


Dengan langkah pelan bermodalkan lampu senter dari ponsel ia berjalan menuju kebun kembali, tentunya bukan untuk mengambil Tomat melainkan...


"Perasaan disini, deket sini nih, tapi mana ya tuh Si kentang?" gumamnya masih mencari cari letak tanaman Kentang.


Pangeran terus menyusuri tanah yang ia pijak, beruntungnya sore tadi tak hujan padahal langit sudah terlihat mendung sekali dengan angin yang juga cukup lumayan kencang.


"Ampun! di cari malah ilang, di butuhin malah seakan menghindari," kekeh Pangeran yang berharap tak ada yang menimpalinya dengan suara cekikikan.


Nah, ini dia!" Rasanya begitu senang saat ia mendapatkan apa yang sedang ia cari sekarang.


Dengan menggunakan kayu bambu kecil, Pangeran mulai menggali Si kentang dari dalam tanah.


"Eh lupa. Belum minta izin," ucapnya yang malu sendiri.

__ADS_1


"Babah Hj, Saya minta kentang nya, besok di ganti sama Daddy tenang aja, gak banyak kok, cuma 3 biji, eh 5 deh biar kenyang," teriaknya pelan seolah sedang benar-benar meminta izin agar tak 100% di bilang mencuri.


"Oh, iya. Ambil saja Nak Pangeran," sahut Seseorang yang langsung membuat Pangeran terlonjak kaget bahkan ponselnya sampai terlempar entah kemana.


"Suara siapa tuh? wah, jangan jangan yang mau grebek gue? terus ntar gue di pukulin sampe bonyok alhasil hilang lah ke tampanan ini. Atau----, om ocong?" ujar Pangeran dengan perasaan berdebar melebihi orang yang sedang jatuh cinta.


"Ya Tuhan, ini pertama kalinya aku nyuri kentang, kalau kentang pas bujangan sering dan langsung ke kamar mandi, tapi kalau ini aku mau kabur kemana? lindungi aku Tuhan," ucapnya memohon dengan menangkup kan tangan sambil terpejam.


"Maaf, saya balikin Kentangnya, gak jadi diambil ya."


.


.


.

__ADS_1


Ambil saja, kita goreng sama-sama...


__ADS_2