Pangeran Senja

Pangeran Senja
Pembantu TAJIR untuk TUAN MUDA


__ADS_3

            🍂🍂 Part 40 🍂🍂


Tok.. tok... tok...


Suara ketukan kaca jendela bagian kanan sontak membuat dua orang yang ada di dalam mobil terlonjak kaget luar biasa, mereka yang sedang tenggelam dalam gejolak debaran rasa pun langsung menarik wajah masing-masing.


ShaaQuenna yang membuang pandangan berharap jangan sampai Darren tahu semerah apa wajahnya saat ini.


Sedangkan pria yang sama sama salah tingkah dengannya itu pun langsung keluar dari mobil.


"Ada apa?" tanya Darren, ia bingung karna merasa tak kenal dengan orang yang sudah mengetuk kaca jendela mobilnya barusan.


"Oh, maaf, saya kira mobil teman saya, Om," jawab orang tersebut sambil tertawa kecil, namun kedua matanya seakan mencari sesuatu.


"Apa kamu bilang?! om siapa maksudmu? memang saya ini pernah menikah dengan tantemu, hah?!" Darren yang kesal karna manusia di depannya ini ternya tak jelas tujuannya pun langsung berdecak pinggang sambil mengomel panjang sepanjang rel kereta.


"Hehe, maaf, Om, beneran deh saya kira ini mobilnya si Agus temen saya, kalau begitu permisi ya.Om." Orang yang tak tahu dari mana asalnya itu berlari menjauh meninggal Darren yang mengumpat kasar.

__ADS_1


Braaak....


Darren kembali masuk kedalam mobil lalu menutup pintu dengan sedikit keras hingga gadis di sampingnya kembali terlonjak kaget.


"Siapa?" tanya si pembantu jadi jadian.


"Orang gila," jawab Darren dengan nada kesal, pria manapun di belahan dunia ini akan merasakan hal yang sama seperti nya, dimana saat dua daging kenyal akan bertemu tapi harus gagal karna hal sepele.


Entah mungkin karna rasa malu juga, keduanya saling diam selama perjalan pulang ke Apartemen, seolah tenggelam dalam pikiran masing masing atau memang tak tahu lagi harus membahas apa yang jelas hanya rasa hening di dalam kendaraan tersebut.


.


.


.


"Iya, Mah. Iya!" jawab Darren sambil menutup pintu kamarnya, ia tentu tak ingin jika sampai si Minulnya itu mendengar ocehan Mama.

__ADS_1


"Ayo jawab Mama, Darren!" sentak wanita paruh baya yang kini memang sedang tidak di Apartemen.


"Iya, Ini juga baru pulang, Mah. Aku sama Minul cuma belanja loh, gak ngapa ngapain. Bella pasti berlebihan ngadu ke Mama," tebaknya karna tanpa basa basi dan bertanya Mama langsung mengoceh panjang kali lebar.


"Loh, kamu kenapa jadi salahin Bella? kamu ini sudah berlebihan pada si Menul. Kamu itu bukan belanja kebutuhan rumah tangga, tapi belanjai si Menul, kasih makan dia dengan segala macam buah. Dasar, gak waras!" rasa emosi Mama yang meletuo letup membuat Darren hanya bisa membuang napas kasar.


"Mama gak boleh ngomong gitu, aku menghargai pembantuku, memanusiakan manusia. Aku cuma mau Minul nyaman, itu aja."


"Pecat si Menul, Darren!" titah Mama yang sangat tegas sampai putranya itu menelan salivanya kuat kuat karna kaget.


"Mama apa apaan sih? jangan di besar besarkan, Mah. Minul itu gak salah, kalau dia gak suka makan nasi lalu aku kasih buah memang itu salah?" tanya Darren yang akhirnya tak tinggal diam.


"Kamu yang salah, Darren. Mama tak ingin kalian ada hubungan apapun. Jika tidak dengan Bella setidaknya jangan dengan si Menul."


.


.

__ADS_1


.


Lalu Mama mau aku sama siapa? ShaQuenna!


__ADS_2