Pangeran Senja

Pangeran Senja
Pembantu TAJIR untuk TUAN MUDA


__ADS_3

           🍂🍂 part 44 🍂🍂


" Tidur dia bilang?!" ShaaQuenna alias Minul hanya bisa membulatkan kedua bola matanya setelah bangun dari duduk karna Darren benar benar meninggalkannya sendiri di meja makan usai menghabiskan makan malamnya.


"Awas saja!"


ShaQuenna yang menggerutu kesal kembali ke kamarnya, ia langsung masuk dan menguci ruangan sempit tersebut karna tak ingin ada yang menganggunya termasuk Darren sekalipun.


Tanpa ia tahu, justru pria yang sudah membuatnya jengkel tersebut kini sedang terkekeh sendiri di balik pintu kamar yang baru saja ia tutup.


"Lucu banget sih, Nul, ibumu ngidam apa sih pas hamil kamu sampai bisa kasih pelangi di hatiku," gumam Darren sembari memegang dadanya sendiri yang kini sering menndadak berdebar jika ingat si pembantu jadi jadian.


#NgidamKentangDiKebonOrang.


Namun, di tengah rasa luar biasanya tersebut entah kenapa Darren malah ingat dengan seseorang yang cukup lama tak ia hubungi, keduanya lost contact begitu saja tanpa kata pamit meski sempat bertemu secara tak sengaja.


"Sha, apa kabar?" ucap pelan Darren yang lalu mengukir senyum kecil di ujung bibirnya.


Darren yang terlanjur ingat dengan tuan putri Bramasta tersebut itupun meraih ponselnya di atas nakas sisi ranjang, tangannya mendadak sedikit gemetar saat mencari nama gadis itu dalam room chat yang ternyata jauh ada di bagian paling bawah.


"Bahkan pesan terakhirmu saja belum ku balas, Sha," lirihnya lagi yang masih memandangi layar ponsel yang dimana kini sedang menujukan deretan kata demi kata yang di kirim ShaQuenna lebih dari sebulan yang lalu.

__ADS_1


"Gadis baik dan cantik sepertimu pasti akan mendapatkan jodoh yang sempurrna juga, maafkan aku yang memilih mundur ya, Sha. Semoga kamu tak membenciku," tambah Darren lagi yang pernah sulit juga menepihkan ShaQuenna dari pikirannya krna untuk masuk ke dalam hatinya keturunan Phyton itu belum terlalu jauh menjamah bagian tersebut.


.


.


.


Pagi harinya, Darren yang baru keluar dari kamar dengan pakaian rapih namun bukan setelan jas menghampiri si Minul yang berada di dapur, ia berdiri tepat di belakang pembantunya sambil melipat kedua tangan di dada.


"Astaga! Bangun bangun makan roti bakar sama jus jeruk," ucap si gadis aneh bin ajaib saat ia membalikkan tubuhnya yang terlihat kecil saat berhadapan dengan sang majikan.


"Ada, roti bakar sama jusnya?" tanya Darren yang tak pindah dari posisinya, padahal itu sangat menghalangi karna keduanya hampir saja menempel pada tubuh masing masing.


"Tuan gak ke kantor?"


"Kan saya sudah bilang, saya ada urusan di luar kota, lupa??" tanya balik Darren dengan nada bicara sedikit kesal.


"Oh, iya, baru inget," kekeh si pembantu jadi jadian tersebut.


Baru juga Darren ingin bicara lagi, ternyata bell pintu berbunyi dan itu membuat dua orang yang sedang ada di dapur menoleh secara bersamaan.

__ADS_1


"Biar saya yang buka, kamu buatkan teh tanpa gula untuk saya ya," titah Darren yang di jawab dengan anggukan kepala saja oleh pembantunya.


Tak tahu siapa yang ada di balik pintu membuat pria tampan itu melangkah cukup cepat ke arah benda bercat coklat yang selalu terkunci rapat.


Dan, betapa terkejutnya Darren saat ia melihat sosok wanita yang sama ssekali tak di sangkanya itu.


"Mama, kok datang gak bilang?" tanya Darren yang sungguh terkejut.


"Kenapa? Apa mama tak boleh datang lagi, mama kesini karna kamu akan ke luar kota," jawab wanita itu yang langsung menuju meja makan, ia letakkan satu kantong plastik yang ternyata itu adalah sarapan untuk mereka berdua.


"Gak apa apa, Mah, gak akan terjadi apa pun dsini, Mama tak perlu repot repot," ujar Darren yang tentu ini adalah kejadian di luar dugannya.


"No, Darren! Pokoknya mama akan tinggal disini selama kamu di luar kota!" tegas mama yang seolah itu adalah sebuah penekanan untuk seseorang yang semua tahu pada siapa ucapan tersebut tertuju.


Darren membuang napas kasar, ia pijit pelipisnya sendiri yang mulai berdenyut bahkan ia tak sadar saat pembantunya tersebut menyodorkan minuman, Darren terlonjak dari lamunan justru saat sadar ada suara pelan yang berbisik di telinganya.


.


.


.

__ADS_1


Tuan, ajakan kemarin malam apa masih berlaku?


__ADS_2