Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Ho'oh tenan


__ADS_3

Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


sementara di sisi lain arsen tengah menciumi kedua wanita yang begitu spesial di hati nya, Naya masih enggan untuk beranjak dari gendongan arsen padahal sebentar lagi dia akan segera berangkat menuju kantor.


"sayang, udah yaa? dady mau ke kantor loh" ujar hulya sambil mengelus rambut Naya dengan lembut


"tidak ada sayang.. aku kan bos nya, tidak akan ada yang memarahi ku kalau aku terlambat" ujar arsen sambil tersenyum


"tapi kamu juga belum sarapan" ujar hulya dengan khawatir


"ya udah, suapin kalo gitu" ujar arsen sambil tersenyum nakal


"dasar modus" ujar hulya sambil memutar bola matanya dengan malas, walupun begitu hulya menuruti kemauan suami nya dia menyuapi altar yang tengah menggendong naya.


"kalian ini kaya prangko" ujar hulya sambil terkekeh


"kenapa? kamu cemburu ya?" ujar arsen sambil tersenyum menggoda


"ahhaha ngapain aku cemburu sama anak aku sendiri?" tanya hulya sambil menggeleng-geleng kan kepala nya


"sayang... aku ingin pekan Ini mengajak kalian berdua berlibur" ujar arsen mengalihkan pembicaraan nya


"berlibur? asyiikkkk... boleh deh boleh" ujar hulya sambil berjingrak-jingkrak


"kamu menggemas kan sekali sih.. padahal udah punya satu anak, tapi aku berasa menikahi daun muda yang baru saja lulus SMA " ujar arsen sambil terkekeh


"ahahha enak aja, kalo mau bulshit jangan berlebihan deh" ujar hulya sambil tersenyum miring


"bener sayang..aku ga boong" ujar altar dengan serius


"dady... adek mau di buatin dedek balu.." ujar naya yang sontak membuat kedua nya saling mengadu tatapan.


"siap sayang.. Naya mau adek berapa?" tanya arsen tersenyum senang menanggapi celotehan naya, anak kecil itu pun mengangkat 5 jari yang dan di susul 5 jari lagi dari tangan sebelah nya


"wow " ujar arsen sambil terkekeh


"sayang... banyak banget, kamu ga kasihan momy?" tanya hulya yang memang baru-baru ini mengganti sebutan ummi menjadi momy, seperti Anna yang memanggil nya momy.


"dak mau, Aya mau segini" ujar naya lagi sambil menunjuk kan kedua tangan sambil melambaikan-lambai kan nya di depan wajah hulya, hulya pun tersenyum getir sedangkan arsen tersenyum puas dengan kekonyolan Naya yang sontak bisa ia jadikan bahan modusan untuk meminta hak nya dengan sesering mungkin.


"kamu ya yang ngajarin?" tanya hulya sambil cemberut


"enggak sayang..aku ga pernah ngajarin yang kaya begituan" ujar arsen dengan serius, hulya pun terkekeh melihat arsen yang seakan tak mau di tuduh oleh nya.


"kok ketawa sih"


"udah ahh.. kamu berangkat sana..." ujar hulya

__ADS_1


"sayang? mau di buatin dedek segini kan?" ujar hulya sambil memperagakan gaya Naya


"ho'oh.."


"ya udah.. biar dady kerja dulu ya? Naya sama momy.. nanti kalo dady udah pulang.. momy dan dady akan buatin dedek secepatnya" ujar hulya membujuk putri nya, akhirnya anna pun luluh dengan bujukan hulya, dia pun menuruti kata-kata hulya dan kini ia berpindah di gendong hulya.


"sayang..aku akan membantu mu memenuhi janji mu kepada naya setelah aku pulang nanti" sambil tersenyum licik memandangi wajah hulya yang membuat hulya menggeleng kan kepala nya


"dasar modus!" sambil mencubit pinggang arsen, pria itu hanya tersenyum dan kemudian menciumi hulya dan naya secara bergantian.


hulya mengantar kepergian arsen hingga ke teras depan rumah nya


"assalamualaikum.. peri-peri dady.. jaga diri kalian yaa?" ujar arsen yang kemudian memasuki mobil Lamborghini berwarna hitam milik nya.


"see you dad" ujar hulya sambil melambaikan tangan nya hal itu pun di tirukan oleh naya.


"anak momy makiin pinter yaa?" ujar hulya sambil tersenyum gemas melihat perkembangan Naya, tanpa hulya sadari farhan tengah mengamati keharmonisan rumah tangga nya itu dari kejauhan.


"rupa nya kamu benar-benar sudah melupakan ku hulya.. aku akan membuat mu menyesal!" ujar Farhan yang kemudian menutup jendela mobil itu kembali dan berlalu pergi


arsen merasa ada yang mengikuti mobil nya dari belakang, ya! insting nya memang benar.


mobil farhan sedang membuntuti arsen, arsen pun mengikuti permainan yang farhan buat.


hingga akhirnya arsen sampai di kantor nya, dia keluar dari mobil nya dan pura-pura tidak tahu, farhan memaki tuxedo berwarna biru dongker, lengkap dengan kacamata yang bertengger di hidung nya.


dia juga memakai tompel pasangan di bagian pipi kiri nya, dia memasuki kantor itu.


sedangkan arsen sedang sibuk dengan pekerjaan nya, pekerjaan yang ia tinggal kan selama menikmati honeymoon nya.


hari itu Farhan di perbolehkan berkerja, dia juga mengganti nama menjadi Andreas.


"aku akan menghancurkan kan mu secara perlahan arsen..." ujar Farhan seorang diri sambil tersenyum licik


sedangkan di sisi lain Alexander sedang mencoba beradaptasi dengan lingkungan yang benar-benar membuat nya ingin pergi dari situ, siang itu altar dan hulya sudah kembali.


berita itu pun sudah sampai di telinga alex


"aku akan memulai misi ku Anna..aku akan menghancurkan rumah tangga mu secara perlahan " ujar Alexander sambil tersenyum licik


altar mengantar kan anna di area santriwati, dia membawa kan koper milik anna.


pemandangan kedua pasangan muda itu membuat iri setiap ukhti yang melihat nya.


"sayang..sampai sini aja ya? aku ga mau kamu di lirikin cewek-cewek lagi" ujar anna sambil melipat kedua tangan di dada


"iya sayang.." ujar altar sambil mencium ujung kerudung anna.

__ADS_1


"jangan disini altar... banyak yang ngelihatin dari tadi...kamu ga malu apa?" ujar hulya setengah berbisik


"aku ga peduli.." ujar altar yang kemudian melihat ke arah sekitar nya, wajah dingin nya kembali di tampil kan.


"aiihhh kulkas ku" ujar Anna sambil mencubit pipi altar, pria dingin itu pun tersenyum gemas memandangi istri kecil nya, ingin sekali dia membalas anna dengan hal yang lebih lagi, namun dia sadar itu tidak pantas.


"aku boleh pergi?" tanya altar sambil menaik kan sebelah alis nya, Anna pun mengangguk kan kepala nya dengan cepat.


"duhh seneng nya.."


"bukan gitu altar, tapi kan emang udah sampai..mau ngapain lagi coba?"


"memakan mu hidup-hidup" ujar altar sambil tersenyum licik.


"stop! jangan mesum disini... plis!" altar pun terkekeh.


Anna memasuki asrama nya, dia berjalan dengan biasa. oh tidak.. lebih tepat nya di buat biasa agar tidak kena ejekan dari teman-teman nya.


"Anna!!!!" teriak rumi,diah dessy,fitri,dan siti secara bersamaan keempat teman Anna pun memeluk Anna dengan erat


"hei guys! udah ga bisa napas tau!" teriak Anna


"ehh sorry-sorry..." ujar rumi, mereka pun melepas kan pelukan nya.


"ahhh kangen banget..." ujar rummi


"aku juga " sahut dessy


"aku banget.." tambah diah


"aku iyaa" ujar fitri


"aa a aku"


"jangan sama!" ujar anna


"aa aku ho' oh te ten nan" ujar siti yang kemudian membuat semua nya tertawa terbahak-bahak.


"ahahhahahahahhahahahahhaahh"


"heh! ketawa nya jangan berlebihan " ujar rummi sambil menyenggol dessy


"ho'oh tenan..."


"hahahah" mereka pun kembali terkekeh


to be continued

__ADS_1


jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 😍🙏 terimakasih 🤩 dukungan kalian sangat penting untuk menambah semangat author 🤗


jangan pelit like and komen ya?🤭


__ADS_2