
Farhan yang baru saja tiba langsung kembali menelpon hulya
"kenapa masih ga aktif juga sih" ucap Farhan kesal
bruukk..
"aduuhh" seorang anak kecil tengah menabrak Farhan dan dia pun terjatuh
"astaghfirullah, kamu ga papa kan dek?" ucap farhan sambil membantu berdiri
"engga kok om"
"kamu mau kemana? kok sendirian, dimana orang tua kamu?"
" aku mau beli eskrim om dady sama momy di dalam om"
"ya sudah, ayo om antar kan kamu"
"aa om baik sekali, terimakasih "
"jadi gimana ceritanya kamu bisa kecelakaan kaya gini?" tanya hulya sambil mengusap buah untuk arsen
"aku kurang konsentrasi aja sih"
"lain kali hati-hati, ingett Anna cuma punya kamu"
"iyaa momy hahahah"
"apaan sih" ucap hulya terkekeh juga
"Ya ampun aku belom ngomong sama suami ku, kalo aku kesini. pasti dia nyariin aku di sekolah deh " ucap hulya sambil mencari-cari handphone nya
"beruntung banget sih suami kamu, udah dapet istri paket lengkap kaya kamu. udah cantik,pinter,sholehah,keibuan, berpendidikan lagi."
"haduh handphone aku mati sen" ucap hulya yang sama sekali tak menanggapi arsen
"ini pake handphone aku ajaa"
"dady.. momy.. anna bawa om baik nihh" seru anna sambil menarik tangan farhan untuk ikut masuk kedalam
arsen dan hulya pun menoleh ke sumber suara
"hulya?" ucap farhan terkejut
"kak farhan? eee kok Kaka bisa disini?"
"ngapain kamu disini?" ucap Farhan balik tanpa menjawab pertanyaan hulya
"aku nganterin murid aku buat jenguk dady nya yang sakit kan"
Farhan pen melempar pandangan nya kearah arsen, ditatap nya dengan tajam. arsen pun tak lah telak dia membalas tatap Farhan dengan lebih tajam
"loh, om baik kenal dady sama momy?" celetuk Anna yang sontak membuat semua mata memandang kearah bocah kecil itu
"dia istri ku!" ucap Farhan tegas dan sambil menatap arsen kembali
"hah? jadi ini suami momy?" tanya Anna kepada hulya, hulya hanya menganggukan kepala
"hulyaa, kita pulang sekarang" ucap Farhan sambil menarik tangan hulya. arsen mengepal kedua tangan nya, dia tak suka hulya diperlakukan kasar seperti itu.
"ii iyaa kak, sebentar dulu" hulya menarik tangan nya lagi
"Anna, momy pulang dulu yaa.. jaga dady mu baik-baik assalamualaikum"
"wa'alaikum salam hati-hati momy"
"wa'alaikum salam momy"
farhan kembali menarik tangan hulya dengan kasar, sampai di mobil farhan pun mendorong hulya masuk ke dalam mobil.
hulya tak habis fikir farhan bisa bertingkah kasar seperti itu
"kak, jangan begini.. izinin hulya buat jelasin semuanya"
"cepat katakan!" sambil mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi
"kak.. pelan-pelan, bahaya" hulya mulai ketakutan
"kak, hulya bisa jelasin baik-baik kita bisa berhenti sebentar dan mampir di caffe.. jangan di bawa emosi, istighfar kak istighfar"
cciiiiitttt....
__ADS_1
duuggg
"aduuuh" hulya sedikit terbentur
"cepat katakan!" ucap Farhan lagi dengan nada tinggi
"kak.. anna itu murid hulya yang dari dulu pengen jadi anak hulya, sebelum kita menikah dia sering banget nyomblangin hulya sama dady nya.. dia itu udah kehilangan sosok ibu dari kecil kak, kasihan. untuk itu hulya izinkan dia untuk manggil hulya momy"
"gimana kalo dady nya itu ternyata suka sama kamu"
"ga mungkin lah kak, arsen itu sahabat aku dari kecil"
"ohh jadi dia yang namanya arsen"
"iyaa"
"hulyaa, aku ga suka kamu terlalu dekat dengan arsen itu"
"kak, aku juga ga sering ketemuan.. tadi aku juga baru tahu kalo ternyata arsen itu dady nya anna.. karna dari dulu hulya belum pernah lihat dady nya anna secara langsung "
"jadi tadi itu kamu ga sengaja ketemu dia?"
"iya kakk"
"maaf ya sayang, aku ga tau" ucap farhan menyesali perbuatannya
"iya kak, ga papa kok"
"oh yaa kita ke cafe yukk, sekalian makan siang"
"ayuukk" ucap hulya sambil tersenyum sumringah
caffe B
"Gimana? kamu suka ga tempat nya?" tanya farhan yang tengah duduk berhadapan dengan hulya
"suka kak, estetik banget.. jadi pengen foto deh"
"sini aku fotoin"
"1..2...3... "
cekrek...
"ga papa emang gitu gaya nya"
"emm, cantik"
"makasih" hulya tersipu malu
"hul, kita kan belum sempat honeymoon. gimana kalo kita honeymoon?"
"tapii, dira kan masih baru aja sembuh kak. mending kaka temenin dia dulu deh Sampek bener-bener pulih, dia juga harus kemoterapi kan?"
"iya sih, tapi aku juga mau nikmatin masa-masa pengantin baru sama kamu hul"
"yaa nanti aja kak, kalo emang bener-bener ada kesempatan kita otw deh, tapi kalo sekarang jangan dulu yaa? kasihan tau dira ditinggal"
"kamu bukan manusia ya?"
"hah? maksudnya?"
"aku rasa kamu itu malaikat hulyaa, kamu baik banget sih. ga salah orang tua ku pilih kamu"
"alah kaka bisa aja gombal nya"
"ga gombal sayang, emang bener kamu itu malaikat aku"
"terus bidadari nya dira gitu ya?" tanya hulya sambil menaikkan sebelah alisnya
"ga gitu jugaa konsep nyaa"
"hahahaa, abis aku nih manusia kak bukan malaikat"
"iya deh iyaa, bingung aku ngomong sama kamu di sanjung salah ga di sanjung aku di bilang cuek lah,ngejauhin lah, apalah"
"hahah abis kamu tuh ga bisa so sweet tau ga sih?"
"iya deh emang aku bukan cwok yang romantis"
__ADS_1
"iyaa, kulkas mana bisa bikin suasana hangat"
"ehh yakin ga bisa?" ucap Farhan menantang
"yakin"
"oke kita buktikan nanti malam"
"mau ngapain?"
"bikin kamu panas hahaah"
"maksudnya?"
"diatas r*****g"
"apaan sih kak, mesum deh!"
"hahah, salah siapa nantangin"
"kan bukan itu maksud nya" hulya memutar bola matanya dengan malas
drrtt drrttt...
ponsel farhan pun tiba-tiba berdering
ummi
"halo, assalamualaikum umii"
"wa'alaikum salam, farhan kamu dimana nak?"
"aku lagi sama hulya mi"
"Dira pingsan nak, cepetan pulang ya"
"astaghfirullah iya umii, farhan pulang sekarang"
tutt tuttt
"ada apa kak?" tanya hulya yang kebingungan melihat ekspresi farhan berubah khawatir
"dira pingsan hul, kita harus pulang sekarang juga"
"inalillahi, iya kak ayoo"
sesampai di rumah kedua hulya dan farhan pun masuk ke kamar dira, ternyata sudah ada dokter yang memeriksa keadaan nya
"assalamualaikum" ucap farfan dah hulya bersamaan
"wa'alaikum salam"
"bagaimana keadaan istri saya dok?"
"istri anda seperti harus melakukan kemoterapi secepatnya tuan, agar kanker nya tidak menyalur ke bagian tubuh yang lain"
ucap dokter dengan khawatir
"lakukan yang terbaik untuk istri saya dok"
"kami akan memberikan jadwal untuk kemoterapi secepatnya tuan"
"terimakasih"
"saya pamit undur diri dulu"
"iyaa"
"apa kalau aku yang sakit kaya gitu kaka farhan bakal se khawatir itu ya?" batin hulya sedih, mau bagaimana pun dia tetap saja cemburu melihat ke khawatiran Farhan kepada madu nya.
"kak, mii, hulya pamit ganti baju dulu ya?"
"iyaa nak" ucap ummi
Farhan hanya mengangguk dan terus menggenggam tangan dira.
hulya melepaskan hijab nya, dia merebahkan tubuhnya di kasur dan tidur dengan posisi meringkuk
"ya allah, ternyata ini tak semudah yang aku kira" batin hulya yang lagi-lagi mengeluarkan air matanya tanpa suara dari mulutnya
"ya allah, kuat kan akuu.. mungkin ini saat nya rumah tangga ku mulai kau uji ya allah perkuatlah batin ku"
__ADS_1
to be continued
.