Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Dewa Ketampanan


__ADS_3

Setelah melakukan ritual suami istri, hulya pun segera bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya, di susul oleh Farhan yang mengikuti langkah nya dari belakang.


"kak? aku mau mandi dulu terus bantuin ratih masak" ujar hulya menghentikan langkah Farhan


"ya udah ayo mandi bareng, biar cepet juga abis itu kita sholat ashar dulu sebelum kamu masak"


"cepet?" tanya hulya yang sontak membuat kedua mata Farhan berkedip Seca bersamaan


"yang ada bakalan lama kak.. udah ahh aku mau mandi duluan" ujar hulya sambil mendorong tubuh farhan dengan kuat


"heii, aku kan pengen mandi sama istri aku.. masa ga boleh"ujar Farhan kesal


" kak.. please deh, ini udah sore loh"


"iya maka nya ayo kita mandi nya bareng aja yaa"


hulya masih mengerutkan dahi nya


"bener.. cuman mandi doang sayang" ujar Farhan sambil menatap lekat kedua mata hulya


"bener yaa?" tanah hulya memastikan


"iyaa sayang"


akhirnya kedua nya benar-benar hanya mandi bersama tidak ada ritual tambahan seperti biasa nya, selepas mandi kedua nya sholat ashar berjamaah dan hulya pun langsung turun kebawah dengan buru-buru.


"ya ampun kamu udah masak ya tih" ujar hulya yang baru saja sampai, Ratih dapat dengan jelas mencium aroma shampoo dari balik hijab hulya .


"iya mbk.. ga papa dong, ini kan emang tugas Ratih"


"tapi kan harus nya aku bantuin kamu, kasihan kamu juga baru dateng "


"ga papa mbk.. ini memang sudah pekerjaan saya"


"ya udah ayo kita lanjut kan lagi" ujar hulya sambil tersenyum kepada ratih


"ya allah.. buaik banget majikan ku ini, yang model beginian ga mungkin di selingkuhin sih aslii" ujar ratih dalam hati


Farhan masih sibuk dengan laptop nya, kemudian ponsel nya berdering menampilkan nomor tak di kenal lagi, farhan menyerit kan dahi nya kemudian dia pun mengangkat telpon itu


"hallo" ujar farhan


"hallo sayang ku" farhan terkejut karena ada seorang perempuan yang memanggil nya sayang, dia pun memelan kan speaker nya


"siapa ini hah?!"


"aku kekasih gelap mu sayang" ujar wanita itu lagi


"ahh orang gila!" ujar farhan sambil mematikan handphone nya


ceklek..


"sayang.. nih kopi buat kamu" ujar hulya sambil tersenyum mendekati farhan


"terimakasih istri ku" hulya hanya tersenyum


farhan pun meniup dan menyeruput kopi itu


namun tiba-tiba handphone nya kembali mendapatkan panggilan dari nomor asing tadi


hulya memandangi nomor yang ia kenal, yaa nomor yang tadi siang memanggil suami nya dengan sebutan sayang, hulya hanya terdiam dan kembali memandang farhan


"kenapa ga di angkat?" tanya hulya yang sontak membuat farhan tersedak


uhuuukkk.


"pelan-pelan kak" ujar hulya sambil menepuk pelan tengkuk Farhan

__ADS_1


"itu nomor ga jelas sayang.. dari tadi nelpon terus.. udah biarin aja" ujar Farhan


"ohh gituu"


"kenapa harus kaget kalo cuma orang ga jelas?" ujar hulya dalam hati


Disisi lain anna tengah repot dengan pakaian kotor nya yang telah menumpuk


"rum, kamu mau cuciin baju ku ga? nanti aku bayar" ujar anna


"kenapa ga kamu cuci aja sendiri? itung-itung sambil belajar mandiri.. lagian aku juga mau nyuci, cucian ku juga numpuk na"


"ihhh, aku ga bisa nyuci"


"emm gini aja, kita ke kantor pengurus aja.. disana ada laundry baju"


" oh ya? ya udah ayo kesana" ujar anna sambil mengemasi baju nya kedalam keranjang


"mbak mau laundry.." ujar Rumi


"siapa yang laundry? udah gede mah nyuci sendiri bisa lah" ujar mbak pengurus putri itu dengan sewot


"ini Lo mbk.. ada anak baru, dia belum terbiasa nyuci baju sendiri, jadi ya mending laundry aja"


"mana?" tanya mbak pengurus lagi


"ini" sambil menunjuk ke arah Anna


"loh, ku kira anak kecil"


Anna menatap tajam pada mbak pengurus itu.


"mana? kata nya mau cuci baju, siniin baju nya" ujar mbk pengurus itu dengan nada ketus


Anna hanya memutar bola dengan malas dan kemudian memberikan keranjang itu kepada pengurus itu.


"na, kamu kesel ya sama mbk tadi?" tanya Rumi yang berjalan di samping Anna


"maksudnya?" tanya Rumi penasaran


"kamu ga ngerasa apa kalo aku itu beda sama yang lain nya?"


benar rumi memang sudah merasa bahwa anna berbeda dengan tema-tema nya yang lain, dia lebih banyak diam dan menyendiri namun rumi tetap mendekati Anna, bukan karna apa-apa dia hanya ingin menjadi teman dekat anna.


"iyaa, aku tau kok"


"kok kamu masih mau sih ngikutin aku terus" tanya anna keheranan


"karna ku mau kamu jadi temen aku"


"aku tuh ga pernah punya temen, jadi maaf kalo aku ga peka"


ujar anna yang kini mendudukkan dirinya di bawah pohon begitupun dengan rumi.


"sekarang kan ada aku, kita bisa berteman.. iya kan?" tanya rumi sambil tersenyum


"emm, it okay.. asal kamu ga bosen aja sih" ujar anna


"ga, malah kamu itu ini na.. diem dan ga berisik"


"kamu ga suka orang yang banyak omong gitu?" tanya anna


"engga juga sih, tapi menurut aku kamu itu unik.. dan aku yakin kamu itu baik, jadi aku mau kamu jadi temen aku"


"emm gitu"


tiba-tiba tiga orang santriwan pun berjalan melewati mereka, salah satu mereka adalah lurah pondok (ketua pengurus putra) bernama altar dia dijuluki dewa ketampanan di pondok putra, ke tampan nya yang mengandung khas Arab+barat sungguh mempesona setiap ukhti yang melihat nya, Azmi sebagai pengurus keamanan yang selalu tampil cool selalu tampil maskulin dengan julukan si kulkas garasi 500 tahun,dan abi sebagai pengurus kebersihan yang di juluki si tampan bermulut manis

__ADS_1


dia adalah santriwan yang terkenal pintar dalam berkata-kata dan membuat siapapun yang mendengarnya akan meleleh.


Anna tak lepas memandangi wajah rumi yang sedang terdiam namun mulut nya menganga


"Masya Allah! syurga ini mahh syurgaa"


"ha?"


"lihat deh" ujar rumi sambil menengok kan kepala anna ke arah yang di maksud, Anna hanya terdiam dan memandangi mereka dengan tatapan tanpa arti.


"na! kamu tak siapa mereka?"


"siapa?" tanya dengan santai nya


"mereka adalah dewa-dewa ketampanan di pesantren ini" ujar anna sambil tersenyum sambil menahan histeris nya


"biasa ajaa" jawab Anna dengan muka malas


"gila! kamu bilang kaya mereka tu biasa aja?"


"naa.. mereka itu udah ganteng,pinter,terus tajir,pengurus lagii.. uhhh poko nya idaman para santriwati deh" ujar rumi menggebu-gebu


"ohh"


"ohh? gitu aja respon kamu?" tanya rumi keheranan


"naa, SE jutek-jutek nya dessy dia masih bisa klepek-klepek Lo kalo lihat mereka bertiga"


ujar rumi keheranan


"emm"


"astaghfirullah.. minta di ruqyah nih anak" ujar rumi sambil menepuk dahi nya sendiri


"yang perlu di ruqyah itu kamu, masa iya di pondok ada dewa"


"sebutan doang naa, mereka memang di juluki dewa Ketampanan di pesantren ini"


"ohh gitu"


"astaghfirullah..hah iya deh"


ujar rumi yang mulai kelelahan meladeni Anna.


oh yaa yang nanyain visual othor taruh disini aja yaa, kalo ga sesuai sama kehaluan kalian bisa di skip!


Anna angelina Ernest



Arumi



Muhammad altar khanafi



Muhammad Azmi Askandar



abidzar Hasbullah



to be continued

__ADS_1


Hai guys 🤩 maap yaa kalo up nya ga bisa banyak-banyak karna othor emang lagi ga enak badan 😌 oh yaa jangan lupa like, komen dan vote nya yaa😍


dukungan kalian sungguh membantu 😌 terimakasih 🙏❤️


__ADS_2