
Hari itu farhan tak pergi mengajar karna dia disibukan dengan dira yang masih lemah, dia membantu dira dengan telaten.
"mas?" celetuk dira sambil mengunyah sarapan nya
Farhan pun menoleh ke sumber suara
"sini deh, ada yang mau aku omongin"
"apaa?" tanya farhan sambil duduk di samping ranjang dira
"aku kangen abah, aku pengen pulang"
"tapi kan mas lagi kerja dir, ga bisa nemenin kamu disana"
"ga harus ditemenin kok, masa anterin dira ajaa abis itu pulang"
"kamu yakin? nanti kalo kangen mas gimana?" tanya farhan sambil menggoda istri kedua nya itu
"engga lah, cuma seminggu kok"
"lama banget, ya udah deh kalo gitu besok mas anter"
"mau nya sekarang"
"lah? sekarang?"
"iyaa, kan udah kangen banget"
"ya udah, mas bantu siapin keperluan kamu dulu"
cup...
"makasih mas" ucap dira sambil mencium farhan, Farhan hanya tersenyum melihat tingkah laku istrinya itu.
"aku sengaja ngelakuin semua ini buat kamu dan mbak hulya mas, sekali-kali aku harus mengalah" batin dira dalam hati
"aduh, kok jadi tidur beneran sih" celetuk hulya sambil mengerjapkan mata nya
"hah! gara-gara arsen aku ga bisa ikut kegiatan sekolah" ucap hulya sambil berjalan menuju kamar mandi
"hulya" ucap farhan yang ternyata sudah berada di dalam kamar hulya
hulya hanya menoleh ke arah farhan dengan muka datar
"udah bangun?"
"he'em"
"mau mandi?"
"iyaa"
"emm, kaka mau ke surabaya nganterin dira yaa? kamu mau ikut ga?"
"ga kak, hulya mau nulis"
"Ya udah kalo gitu kaka berangkat yaa" sambil memeluk hulya, hulya hanya mengangguk kan kepala nya
"hati-hati yaa, dan jangan ilang-ilangan lagi"
"iyaa"
cup..
"assalamualaikum "
"wa'alaikum salam "
"baruuu aja ketemu udah ditinggal lagi, ga ad hati emang astaghfirullah " ucap hulya sambil melangkah lunglai menuju kamar mandi
"mas udah pamit ke mbak hulya?"
"udah"
"ya udah kalo gitu giliran dira"
"dia lagi mandi, lagian tadi aku udah bilang kok kalo kita mau ke surabaya"
"ehh, mas tadi bilang gitu?"
"iyaa, kenapa? "
"kan mas cuma nganter, nanti mbak hulya ngira nya mau menemani dira disana"
__ADS_1
"udah bilang kalo cuma mau ngaterin kamu"
"ohh ya udah kalo gitu"
"ayoo"
dira menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah farhan
setelah selesai mandi hulya mengeringkan rambut nya yang tengah basah, tiba-tiba telpon nya berdering
arsen
"hallo assalamualaikum"
"wa'alaikum salam, ada apa sen?"
"gimana reaksi suami mu?"
"ya gitu"
"dia pasti nyesel"
"mungkin"
"dia lagi pergi sama madu nya ya? kemana dia?" tanya arsen lagi yang sontak membuat hulya terkejut
"lho kok kamu tau?"
"tau lah, mau kemana dia?"
"Surabaya"
"ngapain?"
"bukan urusan kamu sen, dan ga usah kepo"
"dihh galak bener"
"biarin"
"kamu ga papa kan?"
"engga papa"
"Hem"
hulya meneteskan air matanya, jangan ditanya lagi karna apa tidak ada perempuan yang baik-baik saja bilang di perlakukan seperti itu
"heii! kenapa diam saja?"
"udah dulu ya sen, sibuk aku"
"ya udah, kalo ada apa-apa jangan di Pendem sendiri hul.. inget ada aku"
"iyaa, makasih yaa"
"sama-sama"
"assalamualaikum"
"wa'alaikum salam "
tutt tuttt..
disepanjang perjalanan dira hanya tertidur karena efek samping meminum obat, setelah sampai farhan pun enggan membangunkan dira, dia menggendong dira sampai ke dalam kamar nya.
"terimakasih ya nak, sudah di antarkan pulang " ucap ibu dira kepada farhan
"iya bu, memang sudah menjadi kewajiban saya.. tapi maaf saya tidak bisa menemani dira disini"
"Ndak papa to le"
"emm, saya mau langsung pamit ya bu"
"lho kok buru-buru banget to le ndak mau istirahat dulu to?"
"mau terus saja bu, oh iya buu setelah dira bangun jangan lupa disuruh makan dan minum obat yaa? soalnya tadi jatah makan siangnya dia tidur terus di perjalanan"
"iya nanti ibu urus, Ndak usah khawatir "
"ya sudah assalamualaikum "
"wa'alaikum salam hati-hati ya"
__ADS_1
"iya bu"
setelah berpamitan dengan orang tua dira Farhan langsung bergegas pergi, dia ingin segera pulang untuk hulya.
hari itu hulya menyibukkan diri dengan menulis, membantu mertua nya memasak, bersih-bersih dan juga tak lupa menonton drakor.
"udah malem, tapi kak farhan ga ngabarin aku sama sekali.. segitu lupa nya dia kalo lagi sama dira"
"apa kak farhan sekarang lebih mencintai dira ya?" ucap hulya seorang diri yang tengah merebah kan dirinya di kasur
"udah lah lanjut nonton lagi ajaa, ga usah terlalu di fikirkan"
hulya kembali fokus pada drakor nya, hanya itu objek pengalih saat dia sedang overthingking.
pukul 00.00 wib
"tidur ahh ngantuk" celetuk hulya sambil menarik selimut nya dia sudah mengganti baju nya dengan lingerie tipis berwarna putih
tulang, dia juga mematikan lampu utama dan hanya menyalakan lampu meja di sebelah nya.
tiba-tiba kenop pintu pun bergerak
ceklek..
hulya yang sudah mulai tertidur tak mendengar sama sekali bila ada pergerakan orang yang tengah masuk ke kamar dan mendekati nya.
tapp tapp...
pria itu berdiri di samping ranjang hulya dia membuka selimut hulya dan menelan saliva nya dengan kasar, hulya yang sadar dengan pergerakan selimut nya yang tengah di tarik pun dengan spontan terduduk dan memukuli pria berbadan tegap itu dengan bantal nya
"siapa kamu!! pergi! pergi!! jangan macam-macam yaa? suami ku galak!"
pria yang tengah di pukuli dengan bantal itu pun hanya terdiam dan kemudian dengan cepat merebut bantal yang hulya pegang.
kemudian hulya mendorong pria itu namun Karna badan nya yang tegap tak sedikit pun membuat pria itu terpental, justru pria itu mendorong hulya hingga hulya kembali tergeletak di kasur kemudian pria itu mengungkung hulya dan memegangi kedua tangan hulya agar tidak berusaha menyerang lagi.
"ahhh lepas! tolong.. tooo"
"emmmm" kini mulut hulya di bukam rapat oleh pria misterius tersebut
"hulya mencoba berontak namun nihil, karna sedikit pun dia tak bisa melawan kekuatan pria itu"
"ssttt jangan bringsik sayang, udah malem" ucap pria itu sambil melepaskan pungutan nya.
"Kaka! ihhh nyebelin banget sih! aku kira siapa, udah takut banget tau"
"kamu seksi banget sih" ucap farhan tanpa mempedulikan protesan hulya
"udah ahh minggir aku mau tidur"
"ga"
"ihh apaan sih, ga enak tau posisi kaya gini.. lepasin tangan aku"
"ga"
"Kaka..." rengek hulya yang kehabisan cara
"ngapaa?"
"lepasin"
"kakak bakal lepasin kamu tapi dengan satu syarat"
"apaan?"
"tangani dia dulu" sambil mengarahkan pandangan nya ke sesuatu yang berada di bawah sana
"astaghfirullah" hulya memutar bola matanya dengan malas
"gimana? mau ga?" tanya farhan
"he'em"
"yees!!"
cup cup cup cup cupp...
Farhan langsung menghujami hulya dengan dengan ciuman di berbagai tubuh nya.
to be continued
hai guys βΊοΈ apa kabar? maaf ya jarang banget up nya, author lagi sibuk sama acara acara di sekolah soal nyaππ
__ADS_1
semoga kalian selalu sehat dimana pun kalian berada, ohh iyaaa π jangan lupa like,komen,and vote nya ya guyss π€§π biar author semangat terus up nya βΊοΈπ terimakasih π€©