
Farhan mengeratkan kedua rahang nya dengan tatapan mata tajam, dia benar-benar di buat tak habis fikir.
tak masalah bila hulya mengundang pria itu di acara tasyakuran, bukan malah mengundang nya dia saat semua orang telah pulang.
flashback on
"hallo assalamualaikum umii, acara nya masih berjalan ya?" tanya farhan dengan suara yang di keras kan
" wa'alaikum salam iyaa, disini masih ramai.." jawab umi yang tengah menghindari kerumunan di rumah hulya
"bagaimana keadaan nadira?" tanya umi setelah suasana tidak begitu bising
"Alhamdulillah sudah di pindahkan dari ruang rawat"
"Alhamdulillah.."
"tadi farhan hendak menelpon hulya, tapi handphone nya tidak aktif"
"dia memang tidak memegang handphone Farhan"
"iya umi, Farhan fikir juga begitu "
"Lagian semenjak kamu pergi itu hulya di temani anak kecil"
"anak kecil?" tanya farhan memastikan
"iyaa, perempuan.. hulya bilang itu anak teman dekat nya, bahkan dia memanggil hulya dengan sebutan momy.. anak itu bisa menemani hulya untuk beberapa hari ini, umi senang dia disini"
Tebakan farhan tak meleset sedikit pun, anakk itu pasti Anna
dan arsen jelas mengantar nya ke rumah
"memang nya dimana orang tua nya umi?" tanya farhan lagi
"hulya bilang dady nya menitipkan anak itu kemarin"
"ohh begitu"
"udah dulu yaa, umi mau lanjut ikut acara"
"iya umi.."
tutt tutt...
kedatangan anak itu membuat Farhan khawatir kepada hulya, dia takut bila hulya dekat dengan pria itu. walaupun mungkin hulya tak begitu merespon namun Farhan yakin pria itu pasti menaruh perasaan lebih dari sebuah teman.
akhirnya farhan memutuskan untuk menyuruh dion agar memantau hulya, Dion adalah teman sekaligus rekan kerja nya dulu sebelum Farhan keluar dari dunia perkantoran milik ayah nya.
"hallo, ada apa? tumben sekali menelpon" ucap pria tampan itu di sebrang sana
"tolong amati hulya, aku sedang tidak bersama nya.."
"oke, share lock rumah baru mu bro" ucap pria itu
"oke"
setelah acara selesai dion mengirimkan banyak foto arsen yang tengah masuk dan di sambut oleh hulya, pria itu tengah meninju udara. dia benar-benar tak habis fikir istri nya akan membiarkan pria itu masuk ke dalam rumah mereka.
__ADS_1
flashback off
"aduh gimana nih? kak farhan marah" ucap hulya tengah mondar-mandir di ruang tamu
Anna yang melihat pemandangan tak menyenangkan itu pun datang menghampiri hulya
"ada apa momy?"
"ahh, momy kaget sayang"
"sorry, i feel you not good mom" ucap anak itu
"engga kok, momy baik-baik ajaa.. oh yaa, kamu udah bangun dari tadi?"
"baru saja" jawab Anna yang sudah pasti kebohongan
"apa aku membuat mu kerepotan mom?"
tanya anna khawatir
"tidak sayang, momy hanya sedikit kurang enak badan saja"
"ohh kalo gitu momy harus ikut aku"
Anna menarik tangan hulya dan mengajak nya duduk di sofa, kemudian gadis cantik itu memijat kaki hulya
"ehh apa yang kamu lakukan.. tidak usah sayang, momy baik-baik sajaa" ucap hulya sambil menarik tangan Anna untuk ikut duduk bersama nya
"tidak apa momy, biasa nya anna melakukan ini kepada dady, bahkan dady juga sering melarang.. tapi ini kemaun Anna jadi jangan dilarang.. nikmati saja ya?" ucap Anak kecil itu tersenyum menampilkan jejeran gigi putih nya
"ohh ya sudah terimakasih, tapi kalo tangan kamu capek udah yaa" ucap hulya khawatir
"jadi kau memasang mata-mata untuk hulyaa?" ucap arsen yang tengah duduk menikmati rencana Farhan yang sudah bisa diketahui oleh arsen
k
"aku akan membiarkan mu memantau istri mu itu, agar kau tau.. ada pria lain yang menginginkan nya.. hahahaa" ujar arsen seorang diri
Setelah nadira siuman Farhan begitu lega, dia pun dengan terpaksa harus meminta izin kepada dira dan kedua mertuanya untuk menjemput hulya, dengan alasan menghawatirkan hulya yang tengah hamil muda, namun sebenarnya dia hanya takut bila istri nya di dekati oleh pria lain lagi.
tanpa keberatan dira dan kedua orangtuanya mengizinkan Farhan untuk menjemput hulya, tanpa ba bi ba.. Farhan langsung menuju ke Bandara agar lebih cepat sampai.
pagi itu hulya tengah mengantarkan Anna ke sekolah, hari itu dia tak ada jadwal mengajar.
"momy.. tidak usah repot menjemput ku, nanti biar sopir ku saja yang mengantar ku kembali ke rumah momy" pinta gadis kecil itu
"baiklah sayang" ucap hulya sambil mengelus puncak rambut anna
Farhan telah sampai di kediaman mereka, namun pintu utama tertutup dan tampak sepi
dia pun membuka rumah itu dengan kunci cadangan
ceklek...
"assalamualaikum" ucap Farhan, namun tak ada sambutan sama sekali
__ADS_1
"hulyaa? kamu dimana?"
"hulyaaa!?" teriak Farhan
hulya yang baru saja datang pun melangkah dengan cepat karna terkejut dengan pintu utama yang telah terbuka
"astaghfirullah! siapa yang membuka nya?"
dia masuk kedalam namun tidak ada tanda-tanda aneh yang menunjukkan firasat nya benar, Namak nya aman dan tidak ada maling yang masuk hulya menatap pintu itu lagi, namun tidak ada bekas bobolan.
"siapa yang membuka pintu ini?" tanya nya seorang diri
"hulyaa" hulya membalikkan badan dan menatap sang pemilik suara yang ia kenal itu
"Kaka.. udah dari tadi? astaghfirullah, ku kira ada maling"
"ikut aku sekarang" hulya memandangi koper milik nya yang telah berada di tangan Farhan
"mau kemana?"
"ikut bersama ku, kita akan menemani dira untuk beberapa waktu"
"Kaka sajaa, aku tidak ingin"
"kenapa? kamu ingin tetap disini dan membiarkan pria itu datang kesini lagi?" tuduh Farhan yang sontak membuat hulya melotot senang
"kak, aku memang salah karna membiarkan pria lain masuk tanpa seizin mu.. tapi aku berjanji kita tidak melakukan apa-apa kita hanya"
"sudah lah, aku masih tidak habis fikir kamu berani melakukan itu hulya"
"astaghfirullah kak, kakak ga percaya sama aku?"
"bagaimana aku mau percaya setelah melihat ini? hah?" ujar farhan sambil menunjuk foto saat hulya membiarkan arsen masuk ke dalam rumah nya
"kak, dengar kan dulu.. aku membiarkan dia masuk karna anak nya tertidur di dalam.."
"hahahh alasan"
"kak! aku memang salah.. tapi bukan berarti Kaka menganggap ku wanita gampang"
"lalu apa?" tanya farhan yang membuat hulya semakin naik pitam, kini dia sering terbawa emosi karena pengaruh kandungan nya.
"oke, kalau Kaka ga percaya terserah! aku tidak peduli.." ucap hulya yang berlalu melewati Farhan
"hulyaa.. kamu harus ikut aku!" ujar farhan sambil meraih tangan hulya
"lepas kak! aku ingin disini" hulya meronta namun Farhan malah menggendong nya ala bridal style
Farhan membawa nya kedalam mobil, dengan paksa akhirnya hulya pasrah.
namun dia masih membungkam mulut nya, engga sekali untuk berbicara.
Farhan pun membiarkan wanita di samping nya itu tenang terlebih dahulu
"maaf dengan aku harus memaksamu untuk ikut" ucap Farhan menatapi wajah hulya yang tengah tertidur di samping nya.
to be continued
__ADS_1
hai guyss😍 author usahain untuk up lebih baik di Minggu ini.. tapi jangan lupa like,komen,dan vote nya loh😌