Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Menggoda


__ADS_3

"Jadi nama kamu siapa?" tanya Aisyah dengan lembut


"nama aku Anna"


"ohh Anna, salam kenal Anna semoga kamu betah yaa" ujar Aisyah sambil tersenyum, Anna pun terpaksa tersenyum juga


"Anna ini asrama kamu yaa, rumii.. tolong temani Anna yaa" ujar Aisyah sambil melambaikan tangan arah wanita yang tengah duduk di depan asrama


"ohh iya mbk" ujar Rumi sambil tersenyum kepada Anna


"ya udah, mbak tinggal dulu yaa?" ujar Aisyah dengan lembut


"hayuk na kita masuk ke dalam " ajak Rumi sambil menarik tangan Anna


"what!? kita tinggal berapa orang disini?" tanya anna keheranan, semua santri pun melirik ke arah Anna yang baru saja datang, mereka tersenyum dan menyambut kedatangan Anna


"ga banyak kok naa, cuma 5 anak" ujar Rumi sambil membawa Anna ke tempat tidur baru nya, ranjang kecil yang berbentuk tingkat tiga, dia pun tidur di ranjang nomor 3 tepat dibawa nya Rumi, arsen memang memilih kan tempat yang sedikit nyaman untuk anna dia tau anna tak suka keramaian, untuk itu arsen meminta asrama yang belum banyak penghuni nya.


"sini aku bantu rapiin baju kamu na" ujar Rumi lagi


"oh yaa kenalan dulu dong temen-temen.." ujar Rumi yang sontak membuat mereka semua berhenti menatap Anna, mereka benar-benar menatap kagum kepada kecantikan anna yang mirip sekali seperti bule


"hai Anna, nama aku siti, s i t i panggil aja sit!" ujar Siti sambil menjabat tangan Anna, Anna hanya mengangguk pelan


"kalo aku dii-diiah" ujar Diah yang memang Gaguk


"aku fitri, aku juga belom lama disini.. baru satu bulan yang lalu" ujar Siti, Anna hanya mengangguk kan kepala nya lagi


"kalo aku dessy" ujar dessy dengan senyum tipis nya


"hehee, desi emang cuek jadi yaa gitu lah.. jangan kaget yaa" ujar Rumi lagi


tak lama kemudian Aisyah datang lagi


"Anna.. kamu di panggil dady mu.."


kemudian Anna pun keluar dengan cepat, dia memeluk melingkar kan tangan nya ke tubuh arsen, arsen mengelus puncak kerudung nya, dan kemudian mencium kening Anna.


"dad? dady benar akan meninggalkan aku?" tanya anna dengan kedua mata yang telah berkaca-kaca


"yes baby.. kamu harus jadi anak penurut disini.. okay girl?" tanya arsen sambil memandangi putri nya yang jarang sekali menetes kan air mata nya itu, yaa benar Anna sedang menangis saat ini, dia tidak menyukai tempat ini,tempat yang pasti banyak aturan nya, sedang kan anna tidak pernah sama sekali di larang ataupun di suruh sebelum nya.


"dady yakin, kamu pasti bisa sayang.. so, don't ever cry okay?" ujar arsen sambil tersenyum kepada Anna


"dad, berjanjilah untuk segera kembali kesini lagi...aku akan sering menelpon mu" ujar anna sambil memeluk arsen lagi.

__ADS_1


"okee, ohh yaa kembali kan handphone mu pada dady.. saat ini kamu hanya bisa menelpon di kantor pengurus putri itu" ujar arsen sambil menunjuk arah yang di maksud


"what?! Anna ga boleh pegang handphone?"


"yes, of course baby"


"no dad! i can't"


"you can do it baby, okay?"


"dad.." ujar anna sambil memasang wajah memelas nya


"oke, bawa sini handphone nya" ujar arsen


"ni" ujar anna dengan muka kusut nya


"jangan marah, dady melakukan ini semua untuk kamu Anna.. i have to go" ujar arsen sambil meraih tangan Anna untuk bersalaman


"daaaaddd...." ujar anna sambil kembali menangis


"don't cry baby, please!" ujar arsen sambil mengusap wajah Anna yang sudah berderaian air mata


"buktikan sama dady kalo kamu bisa jadi yang terbaik disini" ujar arsen sambil memegangi kedua bahu Anna


Anna hanya mengangguk kan kepala nya, kemudian dia berlalu pergi meninggalkan Anna yang masih berdiri di tempat,arsen melangkah kaki nya dengan berat hati..


Anna adalah satu-satunya harta yang ia miliki, arsen begitu menyayangi putri angkat nya itu.


Anna pun duduk terkulai dengan lemas, kemudian Rumi menghampiri nya lagi.


"Annaa... udah yaa kamu pasti betah kok" ujar Rumi sambil mengelus bahu anna


"maaf, aku tidak terbiasa menangis di depan orang asing" ujar anna sambil mengelap air matanya dengan kasar


"iyaa ga papa, pemandangan kaya gini udah biasa kok" ujar Rumi sambil tersenyum


"ya udah kita masuk ke dalam yuk"


ujar Rumi sambil menggandeng tangan Anna


"David! kamu harus mengirim seseorang untuk mengawasi Anna lebih dekat" ujar arsen yang tengah menyesap rokok nya


"siap tuan"


Disisi lain farhan tengah mengisi kelas, pagi dia tampil sangat maskulin dengan kemeja putih dan gaya rambut nya yang terbaru, semakin membuat nya fresh dan lebih muda

__ADS_1



Siska terus memandangi farhan dari luar kelas, dia benar-benar menganggumi ketampanan Farhan yang begitu awet,


setelah usai kelas Farhan pun keluar dan menuju ruang nya


ceklek..


"hai pak" ujar siska yang sambil turun dari meja kerja Farhan


"ngapain kamu di sini?" tanya arsen dengan muka dingin nya


"lagi nungguin bapak.." ujar siska sambil menyelipkan anak rambut nya


"keluar sekarang" ujar arsen menahan emosi nya


"pak.. kok bapak galak gitu sih, emang bapak ga tertarik sama kecantikan saya apa?"


"ujar siska sambil berjalan mendekati farhan, dia menggigit bibir bawahnya, seperti perempuan penggoda


"apa mau mu? hah?" ujar Farhan menatap tajam ke arah Siska


"bapak, saya ingin bapak.."ujar siska dengan nada menggoda, dia pun memainkan jari tangan nya di dada Farhan, dengan cepat Farhan pun mendorong tubuh Siska hingga dia terpental ke lantai


"wow.. bapak suka bermain kasar ternyata" ujar siska sambil membuka kancing baju nya


"astaghfirullah! wanita gila! apa yang kamu lakukan hah?" tanya farhan membalikkan badan nya


"aku ingin menggoda bapak" ujar siska sambil meraba punggung Farhan, farhan pun melipat siku nya kemudian mendorong dengan siku nya dan tepat mengenai dada empuk siska, dia pun hanya terdorong sedikit.


"aku suka pak...ayo lakukan lagi" ujar kemudian Farhan pun berjalan keluar ruangan dengan cepat, takut bila wanita itu semakin menggila.


setelah berhasil keluar Farhan mengusap wajah nya dengan kasar, dia benar-benar tak habis fikir Siska akan melakukan hal gila seperti tadi, hal lain yang di rasakan oleh Siska adalah, dia sedang tersenyum senang karena berhasil merayu Farhan.


entah Farhan suka atau tidak yang pasti dia suka melakukan nya.


"kenapa aku sangat ingin memiliki nya? semakin di tolak semakin ingin mendekat" ujar siska tersenyum miring


dia pun kembali membenahi kancing baju nya dan keluar dari ruangan itu.


"aku akan terus menggoda mu pak" ujar siska dalam hati


to be continued


hai guys 🤩 maap yaa kalo up nya ga bisa banyak-banyak karna othor emang lagi ga enak badan 😌 oh yaa jangan lupa like, komen dan vote nya yaa😍

__ADS_1


dukungan kalian sungguh membantu 😌 terimakasih 🙏❤️


__ADS_2