Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Two on one


__ADS_3

Malam itu Farhan sengaja membawa hulya menginap di hotel yang berdekatan dengan rumah sakit yang digunakan untuk merawat dira, dia menggendong hulya dan memesan satu kamar untuk mereka istirahat.


Farhan membaringkan hulya dengan perlahan, dia masih tak kunjung bangun


seperti nya dia benar-benar kelelahan


di lain sisi Anna sempat mengumpat dan menyumpahi Farhan yang membawa hulya secara paksa, dia yang masih ingin menginap di rumah hulya harus pulang bersama dady nya dengan terpaksa.


"aahh i hate him! dad! aku mau dia mati saja" ujar gadis kecil itu yang masih belum bisa menghilangkan rasa benci nya


"hei, come here girl.. slow down baby, kali ini kita harus mengalah.. karna momy mu pasti tidak suka kalo dady melakukan hal gila" bujuk arsen sambil memangku putri nya


Anna mengerti dengan maksud dady nya dia pun akhirnya menuruti kata arsen


"baiklah dad, i know.. tapii dady harus bekerja keras lagi setelah ini"


"well, baby"



hulya yang perlahan mengerjapkan kedua mata nya pun baru tersadar bahwa dia sedang tidak ada di kamar nya


dia hendak beranjak pergi namun kedatangan Farhan membuat nya memundurkan tubuhnya kebelakang, farhan menatap hulya dengan kemarahan yang belum mereda


"mau kemana lagi hah?" tanya farhan sambil berjalan dikasur mendekati hulya menggunakan kedua lutut nya


"kak, kenapa Kaka memaksa ku? kenapa kaka jadi pemaksa?"


"itu karna kamu sudah membuat ku kecewa hulya!" bentak Farhan yang semakin mendekat



"sekarang kamu hanya boleh kemanapun atas izin ku! ada aku tidak ingin membiarkan mu memasukan pria lain ke rumah kita.. kau paham?!" hulya semakin takut dengan suara Farhan yang tak biasa nya meninggi seperti itu, diapun hanya terdiam dan tak ingin membantah lagi


"malam ini kita tidur disini" ujar farhan yang mulai memelankan suara nya


hulya masih terdiam dan membungkus sebagian tubuhnya dengan selimut


"kemarilah, tidur di samping ku" hulya yang masih takut dengan terpaksa membaringkan tubuhnya di dekat farhan.


walaupun Farhan marah dengan apa yang dilakukan hulya bukan berarti dia harus membiarkan istri nya bersedih terlalu larut malam itu farhan memeluk hulya tak lupa juga mengelus perut hulya yang masih terlihat datar itu.


hulya masih susah tertidur karna di sepanjang perjalanan dia sudah tertidur, Farhan pun tak kunjung memejam kan mata nya.


dia menatap kedua mata indah hulya yang masih susah untuk di pejamkan.


"kamu belum bisa tidur?" tanya farhan dengan nada melembut


hulya hanya menggeleng kan kepala nya


"ya sudah.. aku temani sampai kamu bisa tidur" ucap Farhan lagi sambil mengelus puncak rambut hulya


"aku ga ngantuk kak, aku la"


krucukkk krucukk...


Farhan terkekeh mendengar suara panggilan alam dari perut hulya


"baiklah aku akan siapkan makan untuk mu" Farhan beranjak pergi


..


beberapa saat kemudian dia baru teringat dengan Anna yang tiba-tiba ia tinggal kan tanpa memberikan kabar, dia begitu cemas memikirkan gadis kecil itu.


"astaghfirullah, bagaimana dengan Anna.. harus nya tadi aku memberikan kabar bahwa aku tidak di rumah lagi.. bagaimana ini" ucap hulya seorang diri

__ADS_1


arsen yang baru saja masuk melihat kegelisahan hulya


"ada apa?" celetuk farhan yang sontak membuat hulya terkejut


"aduhh handphone ku pasti dia yang bawa, gimana aku bisa memberi tahu arsen"


celetuk hulya dalam hati


"kenapa malah melamun?" tanya farhan lagi


"kak.. handphone ku mana?"


"makan dulu, baru ku berikan handphone mu"


"eheemm" ucap hulya sambil mengangguk pelan


"kenapa cuma satu? Kaka ga makan?"


"udah tadi"


"ayo makan lagii, aku suapin yaa.. aaa"


Farhan tersenyum gemas melihat tingkah hulya yang balik seperti semula lagi


"aaaa, lagi kak.. lagii"


"udah ahh, kan kamu yang laper.. Kaka udah tadi"


"aku udah kenyang"


"ha? kan baru makan tiga suap"


"udah kenyang kak.. bener deh"


"sini aku suapin.." pinta Farhan merebut sendok dari tangan hulya


"kak, udaaah.. aku ga abis"


"hemm baiklah" Farhan kembali membereskan ranjang itu


"kak, siniii" ujar hulya sambil merentangkan kedua tangannya


"iyaa" Farhan tersenyum senang melihat tingkah hulya yang begitu manja


"hulya kangen tauu" ujar hulya sambil mengeratkan pelukannya


"jangan erat-erat meluk nya, kasihan Dede bayi nya"


"hahaa iya juga" sontak hulya melepas kan pelukan nya


"kak? Kaka bilang malam ini akan menemani aku sampai tidur kan?" tanya hulya yang kini telah menjadikan dada Farhan sebagai bantal nya


"iya" jawab Farhan sambil menatap istri nya


"kalo hulya ga tidur gimana?"


"ya ga papa" ujar farhan dengan santai


"berati Kaka ga tidur juga?"


"iyaa"


"beneran?"


"bener"

__ADS_1


"yeayy.." Farhan begitu gemas dengan istri pertama nya itu, dia pun menghujami hulya dengan ciuman bertubi-tubi


"tapiiii, buat Kaka biar ga ngantuk ya?"


"okee, kita nonton drakor aja yaa?"


"ga, jangan itu"


"lah.. terus ngapain?"


"kitaa, bergulat aja disini" ujar farhan dengan senyum mengandung 1000 kemesuman


hulya menghembuskan nafas nya dengan kasar


"gimana?" tanya farhan lagi


"emm, boleh.. tapi jangan cuma sebentarr awas aja kalo sampek capek duluan hahaha" ujar hulya yang sontak membuat farhan tertantang


"ohh, kamu nantangin? oke! kita buktikan siapa yang paling unggul malam ini.."


"hahaa, pasti aku lah" ujar hulya yang semakin membuat farhan gemas


"hah! kamu sering tumbang duluan hul, jadii masih percaya diri nih?"


"iya lah, sekarang aku punya dua kekuatan.. nih lihat ni" ucap hulya sambil menunjuk perut nya yang belum membuncit sama sekali


"oke, kita two on one sekarang juga!" ujar farhan penuh semangat


kedua nya pun melakukan dengan penuh semangat, tidak ada yang ingin kalah malam itu, namun saat beberapa saat kedepan


"kak, perut ku sakit.. udah ya"


"hah? beneran? oke oke, maaf yaa? harus nya aku ga biarin kamu capek-capek" ujar farhan merasa menyesal


"iya ga papa"


kemudian Farhan merangkul hulya dalam satu selimut, kedua nya tertidur dalam keadaan yang lelah, ohh lebih tepatnya hanya hulya yang lelah.


karna sejak tadi Farhan sangat menikmati pergulatan panas itu.


adzan subuh berkumandang farhan membangun kan hulya dan menggendong nya sampai ke kamar mandi


"kak? kok malah keluar, ayo mandi bareng" ujar hulya yang sudah berada di bathtub


"kamu duluan ajaa"


"kenapa ga sekalian? nanti malah lama, keburu subuh nya abis"


"yang ada bakal lebih lama kalo kita mandi bareng hul" ucap farhan dalam hati


"kaka, masih dingin"


"kan bisa pake air hangat"


"udah lah hul, jangan godain terus"


"hah? siapa yang godain? kan hulya cuma mau ngajakin mandi"


"ya itu sama aja kamu nambah ronde"


"what!? astaghfirullah.. ya udah lah aku mandi sendiri aja"


ucap hulya bergidik ngeri membayangkan nya


Farhan dengan cepat menutup kembali pintu kamar mandi itu

__ADS_1


to be continued


hai guys 😍 jangan lupa loh ritual wajib nya❤️💌🎁 ditunggu pokoknya 😌


__ADS_2