
Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
sedangkan di sisi lain anna sedang membaca nadhom kitab hal itu sontak membuat teman-teman sekelas Anna tercengang, pasal nya dulu Anna sama sekali tidak pernah menyentuh kitab apalagi menghafal kan nya, hal ini di sadari setelah kepergian Anna dan altar dari acara resepsi pernikahan kedua orang tua nya.
"kamu ngafalin kitab na?" tanya rummi yang memang menjadi teman sebangku nya
"tumben.." sahut dessy
"Masya Allah.. akhirnya dapet hidayah" sahut fitri, Anna hanya menanggapi nya dengan senyuman.
"cieee, pasti gara-gara ustadz altar kan? ahhh jadi pengen nikah juga biar bisa semangat belajar" ujar rummi sambil membayangkan seseorang yang ia kagumi
"pasti bayangin nya sama ustadz Azmi deh" sahut dessy memutar bola mata nya
"ga papa.. dia emang keren.. kamu juga mau kan?" ujar rummi sambil melirik ke arah dessy yang duduk di bangku belakang nya
"iyaa" ujar dessy sambil terkekeh.
"apaan sih kalian" ujar Anna sambil menggeleng kan kepala nya
"ehh iyaa, na.. disini ada santriwan baru loh" ujar rummi dengan antusias
"iyaa, ganteng banget.." sahut dessy yang kemudian mendekatkan diri ke arah mereka berdua
"ganteng menurut versi Kalian tuh kaya gimana sih? semua santri kok di bilang ganteng" ujar Anna yang masih fokus menatap kitab nya
"yang kali ini jelas beda.. dia itu bule" ujar rummi
"badan nya sispek.. kaya ustadz altar UPS!" ujar dessy sambil menutup mulut nya
"jangan macam-macam.. dia suami ku"
"iya suami mu... iyaaa" ujar dessy dengan nada kesal
"tapi beneran keren na, dia itu anak orang kaya.. suka buat ulah lagi.. mirip kaya kamu dulu, masa kemaren lompatin panggar santri dan masuk ke area asrama putri" ujar rummi dengan antusias
"kok aku di bawa-bawa" ujar Anna tak terima
"kan dulu maksud nya... heheee"
"kalo mau kabur kenapa masuk ke area asrama putri? itu mau kabur atau bawa kabur santriwati?" tanya anna sambil terkekeh
"mungkin mau culik salah satu dari kita hahahaaa" ujar dessy dengan tawa nya yang menggelegar
"kalo misal dia nyulik aku, aku rela kok " ujar rummi sambil tersenyum sendiri
__ADS_1
"idiih najis! mana mau dia nyulik kamu? badan rata! ga berbody.. bule-bule kan suka sama yang seksi... iya kan na?"
"mungkin" ujar Anna yang memang malas menanggapi
"tapi kok kaya ga asing gitu loh.. muka nya nya tuh kata pernah kita lihat sebelumnya.. tpi dimana?" ujar rummi sambil mengetuk-ngetuk dahi dahi nya.
"Dejavu mengkin" jawab Anna dengan asal
"engga na.. kaya mirip orang uang yang kita lihat sewaktu di pesta pernikahan orang tua kamu itu.. bule yang ngedeketin kamu itu" ujar dessy dengan penuh keyakinan
"what! really?" tanya anna yang sontak membuat kedua teman nya mengangguk kan kepala nya.
"apa mungkin.. Alexander ada disini?" batin Anna dalam hati
tak lama kemudian guru pun datang, pelajaran bahasa Inggris yang seharusnya di ajar oleh bu maya harus di ganti kan oleh seorang pria yang begitu ia rindu kan walupun baru beberapa jam mereka berpisah.
altar! pria itu sudah berhasil membuat Anna selalu merasa kan kerinduan yang terkesan lebay menurut nya.
pria itu memasuki ruangan dan bersikap profesional sebagai pengajar, kedua teman Anna yang kebetulan sekelas itu pun mengejek anna.
"cieee, pak suami nih yang gantiin buk maya" ujar rummi sambil berbisik ke telinga anna
"manggil nya jangan pak guru.. manggil nya pak suami ajaa" sahut dessy dari belakang
"assalamualaikum warahmatullahi wabararokatuh" ujar altar yang kemudian menduduk kan diri nya di kursi
"good morning guys.." ujar altar sambil berdiri di depan meja nya
"morning sir.." jawab seluruh siswi, Anna melirik kearah altar, namun pria dingin itu kembali dingin padahal bukan itu harapan Anna.
dia ingin altar sedikit saja tersenyum saat melihat nya, namun seperti nya pria itu berubah menjadi es batu lagi.
"Anna, are you okay?"tanya altar sambil memandang Anna, anna masih terlarut dalam lamunan nya sehingga membuat dia tak menyahut saat altar bertanya pada nya
, alhasil rummi pun menyenggol anna dengan lengan nya.
"apa sih?" tanya anna sambil menatap rummi
"di panggil tuh" ujar rummi sambil melirik ke arah altar, Anna membulat kan kedua matanya dengan sempurna.
"you call me hubby?" tanya anna dengan polos nya
"cieee looooo hubby....." ujar rummi sambil tersenyum mengejek
"cieeeeeee" ujar seluruh siswi sambil menatap kedua pasangan suami istri yang tengah salah tingkah itu.
__ADS_1
"ssttttttt" altar menutup bibir nya dengan jari telunjuk nya, seluruh siswi pun terdiam namun Anna masih terlihat malu, dia pun menundukkan kepala nya.
sepanjang pelajaran altar menjelaskan kembali dengan serius, dia memang sangat profesional saat mengajar Anna tak sedikit pun menunjukkan sikap mesum dan manja saat hanya berdua nya.
"okay, thank you for today.. wasalla mu'alaikum warahmatullahi wabararokatuh" ujar altar yang kemudian kembali menutup buku nya.
"Anna" ujar altar sambil menghampiri anna yang duduk di bangku paling depan, entah mengapa Anna malu bila altar mendekati nya, dia malu bila altar akan menggila seperti saat bersama nya kemarin-kemarin.
"iya" jawab Anna sambil mendongakkan kepala nya
" saya permisi dulu ya pak guru.." ujar rummi yang kemudian beranjak pergi dan kemudian di susul oleh dessy.
"Kalian mau kemana?" tanya anna yang sontak membuat kedua sahabat nya menoleh ke belakang lagi
"emm mau kasih ruang buat pengantin baru " ujar rummi yang kemudian berlari menarik tangan dessy, Anna menggeleng kan kepala nya sedangkan altar menduduk kan diri nya di samping Anna.
"kamu ga malu di ejekin temen-temen kamu gara-gara manggil aku hubby?" tanya altar sambil terkekeh
"malu lah.. tadi keceplosan" ujar Anna sambil cemberut
"jangan menggodaku sayang.. ini tempat umum " ujar altar sambil berbisik di telinga Anna
"siapa yang menggoda mu.." ujar Anna sambil mendorong tubuh altar agar sedikit menjauh
"oh ya.. tadi aku bikin sarapan nasi goreng, sarapan yukk" ujar altar sambil mengambil sesuatu dari tas nya, dia membuka kotak nasi itu dan menyendokan nasi itu ke mulut Anna, keromantisan mereka berdua pun menjadi bahan tontonan teman-teman Anna.
"tar.. jangan kaya gini dong, aku ga enak di lihatin temen-temen" ujar Anna sambil menjauh kan sendok itu dari mulut nya
"satu kaki aja sayang.. aaaa" ujar altar sambil membuka mulut nya sendiri, dengan terpaksa Anna membuka mulut nya dan menerima suapan altar, karna menolak altar itu sangat tidak mungkin.
"kamu hati-hati ya?" ujar altar yang membuat Anna berhenti mengunyah
"hati-hati kenapa?" tanya anna dengan penasaran
"Alexander ada di pesantren ini.. dia menjadi santri baru beberapa hari yang lalu"
"apa!" ujar Anna yang kemudian menutup mulut nya dengan kedua tangan nya
"dia itu non muslim.." sanggah Anna
"dia sudah jadi mualaf.. aku yakin sekali kedatangan nya kesini hanya ingin merebut mu dari ku" ujar altar dengan nada serius
"hubby.. denger ya, i love you.. your'e my husband.. and your'e the last for me" ujar anna sambil tersenyum, altar pun membalas senyuman Anna dan mengusap puncak kerudung Anna dengan lembut.
to be continued
__ADS_1
jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 😍🙏 terimakasih 🤩