
Happy reading πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ πΉ
Kedua pasangan suami istri tersebut makan siang dengan hangat di ruangan tersebut, sesekali arsen menyuapi hulya dan begitupun sebaliknya , hal itu semakin membuat anna menatap tajam kepada altar yang sibuk dengan makanan nya sendiri.
"dasar ga peka.." celetuk anna seorang diri namun altar dapat mendengar nya walupun tidak keras, altar menoleh pada Anna yang tengah melahap makanan nya dengan kesal di tambah lagi keromantisan momy dan dady nya membuat Anna semakin memanas.
"kamu kenapa?" bisik altar mendekati telinga Anna, Anna pun menoleh kan menatap tajam kedua mata indah altar
"ga, ga papa.." ujar Anna dengan memutar bola mata nya dengan malas, selesai makan hulya dengan cekatan membereskan tempat itu dan mencuci piring mereka
"ga usah mom, biar Anna saja" ujar altar saat hendak mengambil piring bekas altar, yang di sebut-sebut nama nya pun mengerut kan dahi nya menata altar
"aku?" ujar Anna sambil menunjuk ke arah diri nya sendiri
"iyaa" jawab altar dengan singkat
"momy.. lebih baik piring ini kita letakan saja di situ.. nanti juga ada yang bersihin" ujar Anna
"ga papa loh.. momy tuh ga keberatan" ujar hulya sambil berjalan menuju wastafel, dengan cepat arsen mengikuti langkah hulya, dengan telaten arsen membantu hulya mencuci bekas piring mereka berdua karna altar dan anna tidak memberikan piring itu kepada mereka.
"sinii.. biar aku ajaa"
"aku yang bilas ya?" tanya arsen
"ga usah.. kamu balik aja kesana" bukan nya menuruti permintaan hulya, arsen justru memeluk tubuh hulya dari belakang dan menyandarkan dagu nya di bahu hulya
"ihh kamu nih ga malu ya? ada anak-anak tau" ujar hulya sambil melirik ke arah arsen yang tengah menciumi pipi nya
"kenapa malu? kamu ini kan istri ku.." ujar arsen sambil menempelkan bibir di pipi hulya dengan lama
"arsen udah lah... aku susah gerak nih" ujar hulya sambil menggoyang-goyang kan tubuh nya
"heii, jangan memancing ku.. di sini ada mereka.. sebenarnya bukan itu masalah nya, ada yang ingin aku tanya kan kepada altar"
"siapa yang memancing? aku sedang mencuci piring hahha"
"tapi kalo kamu goyang-goyang kaya tadi bisa-bisa aku kelepasan di sini"
"apaan sih! ga tau malu banget" ujar sambil mencubit pipi arsen, arsen pun hanya menyengir kuda
"ehh piring ku.. kenapa kamu ambil?" tanya anna dengan kebingungan
"biar aku cuciin piring kamu" ujar altar sambil berdiri dan berlalu pergi dari Anna
__ADS_1
"aahh suami ku memang berbeda.." batin Anna sambil tersenyum menatap punggung altar yang mulai menjauh, kedatangan altar membuat kedua pasangan itu pun saling melepaskan pelukan mereka, Karna tidak enak altar menunduk kan kepala nya.
"kok kamu yang bawa piring kotor ini?" tanya arsen menatap heran ke arah altar
"iya dad.. tidak apa" ujar altar dengan sopan, sesaat kemudian Anna datang dan sontak mendapat tatapan tajam dari dady nya.
"dady kenapa sih? nyeremin tau" ujar Anna dengan sewot" altar mulai mencuci piring itu di wastafel sedangkan arsen menggeleng kan kepala nya, tiba-tiba saja Anna memeluk tubuh agar dari belakang dan itu sontak membuat hulya menatap arsen sambil tersenyum, yang di tatap pun bukan nya juga tersenyum namun lagi-lagi menatap heran kepada kedua pasangan muda itu.
"jangan-jangan dugaan dari david, benar ada nya" batin arsen yang masih menatap Anna yang sedang bermanja-manja dengan suami nya.
"sen.. kamu kenapa?" tanya hulya setengah berbisik
"ga papa sayang, ayo kita balik kesana" ujar arsen sambil menarik tangan hulya dan membawa nya pergi.
setelah kepergian kedua orang tua nya Anna semakin mengeratkan pelukan nya, altar pun tersenyum dengan tingkah manja Anna, kedua nya tidak banyak bicara.
usai menyelesaikan kegiatan nya altar memutar badan nya dan mengarahkan tatapan nya kepada Anna yang kini masih melingkar kan tangan nya di tubuh nya.
entah dapat dorongan dari mana, Anna membelai wajah altar yang tampan dan kemudian beralih ke dada bidang altar yang tertutup oleh baju yang berkancing, Anna mengelus dada bidang itu dengan lembut perlahan dia membuka kancing baju itu satu persatu, namun saat kancing baju itu hampir terbuka hingga ke bawah altar memegangi tangan Anna
"Anna jangan membuat ku seperti ini.." ujar altar dengan nada memohon
"aku senang menatap dada bidang mu ini" ujar Anna kembali memainkan tangan nya di dada bidang yang kini tak beralas lagi.
"Stop anna..." ujar altar yang kemudian menarik tengkuk Anna dia sedikit menunduk dan kemudian ******* lembut bibir ranum Anna, ciuman yang tadi nya lembut kini jadi menuntut kedua nya sudah terbakar hasrat masing-masing, altar semakin aktif tangan nya di gunakan untuk meremas dada anna yang kencang itu, sedangkan tangan satu nya lagi menekan tengkuk Anna. Anna menikmati sensasi yang di berikan oleh altar, kedua mata nya merem melek menikmati sentuhan-sentuhan altar yang begitu membuai.
"Kalian!?" ujar arsen dengan nada tinggi yang sontak membuat altar menutup kembali baju anna walupun Anna berdiri membelakangi arsen namun tetap saja altar reflek melakukan hal itu, Anna membenahi baju dan hijab nya yang acak-acakan kemudian membantu altar yang tengah mengancing kan baju nya.
"kemarilah, dady ingin bicara" ujar arsen sambil berlalu, kedua pasangan muda itu mengikuti langkah arsen.
mereka berdua duduk di hadapan arsen seperti sedang di dalam persidangan yang di samping nya ada hulya, hulya masih belum tau mengapa suasana jadi tegang, hal itu bisa di lihat dari ketiga orang yang tersebut.
"altar..dady tau, Anna ini istri mu.. tapi dady mohon bersabar lah.. Anna masih sekolah " ujar arsen menatap altar yang tengah mengangguk kan kepala nya
"dan anna.. kamu juga jangan menggoda suami mu, sehebat apapun altar dia adalah pria normal yang pasti tidak akan mampu menolak mu" Anna pun juga melakukan hal yang sama seperti altar, dia mengangguk pelan
"ada apa ini? apa maksud nasehat mu sen?" tanya hulya kebingungan
"ini loh, mereka itu susah sekali menahan hasrat nya.. dan itu wajar, Karna mereka masih muda dan hasrat nya masih menggebu-gebu.. tapi seperti perjanjian awal aku tidak ingin Anna hamil" ujar arsen sambil menatap hulya
"ohh seperti itu, emm menurut momy.. kalian berdua harus sedikit menjaga jarak agar tidak kelepasan, emm maksud nya.."
"begini saja... bagaimana kalau kamu memakai altar kontrasepsi?" tanya arsen sambil menatap kedua pasangan muda yang masih saling tatap juga
__ADS_1
"altar terserah pada Anna saja dad, jika dia memang belum menginginkan nya..altar akan berusaha untuk menahan nya" ujar altar yang kemudian menatap arsen
"bagaimana dengan mu anna?" tanya arsen sambil menatap intens Anna yang terlihat kebingungan
"emm dad, sebenarnya aku juga susah mengendalikan diri saat dekat dengan altar.. aku takut tapi aku juga tidak bisa menolak nya jika sudah terbuai " ujar anna dengan polos nya
"baik lah, apa kamu bersedia memakai alat itu?" tanya arsen memastikan, Anna hanya mengangguk kan kepala nya, sedangkan altar masih tak percaya Anna menyetujui saran dari dady nya. sebenernya dua opsi itu tidak memberat kan nya asal Anna juga bisa di ajak kompromi, namun altar masih tak menyangka Anna menerima saran dari dady nya.
"apa itu tanda nya aku boleh tinggal serumah dengan altar dad?" tanya anna yang sontak membuat arsen menggeleng cepat
"kalian kan di pondok" ujar arsen yang sontak membuat Anna menepuk jidat nya sendiri, altar pun di buat tekekeh melihat kekonyolan anna.
"satu lagi" ujar arsen sambil mengacungkan jari telunjuk nya
"apa lagi dad?" tanya anna kebingungan
"apa benar sewaktu di perjalanan kemarin Anna muntah-muntah?"
"iyaa, dad" jawab altar
"kenapa?"
"itu karna altar yang.."
"apa! jadi kalian sudah melakukan nya berkali-kaki hingga kamu hamil?" ujar arsen memotong perkataan Anna
"bukan dad, dengar kan dulu.." ujar Anna
"saya belum menyentuh Anna sejauh itu dad" sahut altar
"dad, kemarin aku muntah karna altar mencium ku.. dan dia belum menggosok gigi nya" ujar Anna dengan kesal bila kembali mengingat nya
"apa benar?" tanya arsen menatap altar
"iya dad, tapi sebenarnya aku itu kebohongan"
"kalian jangan mempermainkan ku!" ujar arsen dengan nada tinggi, hulya pun mengelus dada bidang arsen dengan lembut
"begini dad, dengar kan dulu.. aku membohongi Anna, aku berbohong kalau aku belum menggosok gigi ku"
"apa? jadi kamu berbohong" ujar anna sambil mencubit lengan altar, Altar pun tersenyum jahil menatap Anna.
"baiklah, dady percaya pada mu" ujar arsen kembali tenang
__ADS_1
to be continued
jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa ππ terimakasih π€© dukungan kalian sangat penting untuk menambah semangat author βΊοΈ pokonya harus komentar π biar rame π