Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Hak paten


__ADS_3

Tiga berlalu


hulya dan keluarga kembali ke rumah dalam keadaan senang, arsen telah sukses menghibur hati hulya.


setelah usai mengantar hulya dan keluarga kembali, arsen pun kembali ke Itali untuk mengurus pekerjaan nya.


"thank you ya sen.. kamu udah buat aku dan keluarga bahagia dan ini bener-bener healing yang luar biasa" ujar hulya kepada arsen


"nothing hulyaa, ga usah bilang makasih terus, aku juga seneng lihat kalian seneng" ujar arsen terus tersenyum memandangi wajah hulya.


"oh yaa, i have to go.."


"sekarang?" tanya hulya


"iyaa, kamu hati-hati yaa.. jaga diri dan kesehatan, jangan Sampek kamu sakit kasihan naya"ujar arsen terus menatap lekat kedua mata hulya


"iyaa, ehh harus nya aku yang ngomong gitu.. kan kamu yang mau pergi"


"oke, kalo gitu ulangi.. anggep ajaa tadi aku belum ngomong apa-apa " ujar arsen terkekeh


"hahah, okee"


"ekhemmm! sen.. take care yaa? jaga kesehatan, jangan sakit.. kasihan kamu belum nikah soalnya hahah"


"ahhahah... ada-ada ajaa..ya udah yaa? assalamualaikum " ujar arsen tersenyum dan menaiki mobil nya.


"wa'alaikum salam " ujar hulya yang juga tersenyum


tak lama dari kepergian arsen, Farhan pun datang


"assalamualaikum " ujar Farhan yang tengah berdiri di depan pintu utama yang memang sudah terbuka


"wa'alaikum salam" jawab bunda yang baru saja datang ke arah sumber suara, sontak bunda malas sekali melihat farhan.


"bunda, hulya dimana ya?" tanya farhan dengan lembut


"ada di dalam.. masih istirahat"


"ohh masih istirahat ya bun.."


"emm boleh ga kalo farhan masuk ke dalam?" tanya farhan lagi


"silahkan " ujar bunda sambil menggeser posisi berdiri nya


Farhan pun masuk ke dalam, dia mencari hulya di kamar pribadi hulya, kamar itu tertutup.


.tokk tookk


...

__ADS_1


..


hening


hening


tok tokk...


Farhan terus mengetuk pintu itu, tak lama kemudian bunda datang


"masuk aja, mungkin dia masih tidur" ujar bunda


"baik, terimakasih bunda"


bunda hanya mengangguk kan kepala nya


ceklek...


tap tap tap ..


grepp..


tiba-tiba farhan memeluk tubuh hulya yang masih terbaring miring membelakangi nya.


"kamu? ngapain?" ujar hulya terkejut dan kemudian terduduk, sontak membuat farhan melepaskan pelukan nya


"aku merindukan mu hulyaa" ujar Farhan kembali memeluk hulya


"maaf sayang.. aku sangat merindukan mu"ujar farhan melepaskan pelukan nya dan beralih menatap kedua mata hulya dengan lekat


"jangan berisik kak.. naya baru saja istirahat " ujar hulya setengah berbisik


"maaf sayang.."


"oh yaa, kemarin-kemarin kamu kemana? aku kesini berkali-kaki.. kamu ga ada, rumah ini juga sepi, aku khawatir.. aku takut kamu ninggalin aku sayang"


"aku memang sedang pergi kak.. aku butuh waktu untuk menghibur diri ku" ujar hulya sambil menunduk kan kepala nya, sebenarnya nya dia merasa bersalah karena tidak berpamitan kepada farhan


"aku tau, hanya saja aku takut kamu pergi" ujar Farhan sambil mengelus pipi hulya dengan lembut


"kak.. boleh aku jujur?" tanya hulya penuh harap


"iya sayang, Kenapa?"


"jujur saja aku sedikit kurang nyaman dengan Kaka.. aku selalu teringat Kaka bersama wanita itu"


"denger ya hulyaa, aku tuh cuma say"


"tapi aku akan tetap mempertahankan rumah tangga ini kak.. semua ini demi naya, tapi aku minta satu permintaan" ujar hulya memotong pembicaraan Farhan

__ADS_1


"apa sayang? katakan" ujar Farhan penasaran


"aku akan menerima poligami ini lagi.. tapi bukan berarti aku akan diam saja bila terus di sakiti, jujur saja aku ingin memiliki suami ku seorang diri..jika suatu saat ada kemungkinan kaka, atau wanita itu tidak bisa membuat ku yakin meneruskan pernikahan ini.. aku mau kita pisah kak.., aku akan mengurus naya dengan baik.. Kaka juga bisa menemui nya kapan saja"


"hulya? kamu bernegosiasi soal pernikahan? kamu tau kan? aku tidak punya niatan untuk menceraikan mu"


"tapi ini hak ku kak.. aku juga berhak bahagia, aku akan pergi jika memang tidak bisa menjalani semua ini.. untuk kali ini izinkan aku egois" ujar hulya menahan tangis nya


"aku tidak pernah berniat untuk melakukan itu semua hulyaa, dan satu lagii aku tidak berencana untuk meneruskan pernikahan dengan siska..aku hanya ingin memiliki kamu"


"kak.. aku bertahan karna aku ingin kaka menjaga anak dan istri Kaka.. sama seperti Kaka menjaga aku dan naya, kalo kaka cerai kan wanita itu bagaimana kak? bagaimana kalo wanita itu berbuat nekat dan membunuh anak kalian?"


"hulya, aku rasa itu hanya gertakan saja"


"oh ya? aku rasa tidak.. lihat saja cara dia untuk mendapatkan Kaka .. itu sangat licik, maaf tapi aku hanya waspada saja, aku takut wanita itu juga bisa melakukan hal-hal di luar nalar kita"


"tapi dengan mu? aku tidak ingin kamu pergi hulyaa.. aku sangat mencintaimu"


"kak.. aku akan bertahan semampu ku, hanya saja kaka jangan berbuat tak adil kepada kami.. aku akan coba bertahan demi naya"


"terimakasih sayang.." ujar Farhan memeluk hulya dengan erat."


"tapi ingat kak.. jangan terus menguji ku, aku hanya wanita biasa" ujar hulya yang kini menetes kan air mata nya


Farhan dapat merasakan air mata hulya yang terjatuh, dia melepaskan pelukan itu kemudian menghapus air mata hulya dengan lembut.


hari itu hulya dan farhan sepakat untuk kembali ke rumah mereka, lengkap bersama naya putri kecil mereka.


ayah dan bunda nampak tak rela, namun dia tak bisa memaksa kehendak hulya.


lagi pula bakti hulya masih sepenuhnya milik farhan, Mereka tak bisa berbuat banyak untuk mengatur hidup hulya lagi seperti dulu.


sesampai di rumah farhan menggendong alih naya yang tengah tidur di pangkuan hulya, sepanjang perjalanan memang naya terus tertidur karena memang masih merasa lelah dengan perjalanan kemarin.


hulya memasuki rumah itu lagi dengan setengah hati, jujur saja dia takut bila terus di sakiti oleh farhan, yaa walaupun memang Farhan terlihat lebih mengutamakan dia di banding kan siska, tetap saja hati nya tak bisa sebahagia dulu.


tidak ada istri yang baik-baik saja bila di dua kan, di sisi yang tak begitu jauh


arsen tengah menatap hulya dengan kecemasan, mata tajam itu juga bisa ikut merasa kan sakit hati yang hulya rasakan.


arsen akan terus menunggu hulya, walupun akhirnya mereka tak jadi pisah arsen tak ada niatan untuk pergi dan menghapus hulya dari hati nya, dia sudah menyatakan bahwa hati nya adalah hak paten milik hulya.


"aku tau dia suami mu saat ini, tapi bukan berarti aku tidak oleh menyayangi mu kan? aku tidak banyak berharap, tapi aku akan selalu memastikan kamu bahagia hulyaa, aku akan menerima semua keputusan mu nanti"


ujar arsen sambil tersenyum tulus memikirkan hulya.


***to be continued


...

__ADS_1


sekarang review nya lama ya guys 😌 jadi maaf kalo up nya malem bisa di baca nya besok.. maaf yaaπŸ™ gatau kenapa***..


hai guys 😍 maaf ya kalo update nya jarang-jarang πŸ™πŸ˜Œ kemarin othor dampingi anak-anak lomba, jadi ga ada waktu buat nulis.. ada waktu sedikit juga buat istirahat.. Poko nya di sela-sela kegiatan othor, othor akan terus usahain up dehπŸ€— kalian juga jangan lupa buat like komen dan vote nya yaa πŸ˜πŸ™ terimakasih 🀩


__ADS_2