Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Berbagi suami


__ADS_3

Seusai menjalankan sholat isya berjamaah hulya langsung bergegas menuju kamar nya lagi, dia tak ingin terlalu memikirkan farhan dan dira. untuk itu dia memutuskan untuk menonton drakor favorit nya setelah asyik menonton drakor tak henti sampai di situ hulya juga melanjutkan untuk menulis novel nya di sebuah aplikasi.


karna itu adalah salah satu hobby nya, sebisa mungkin dia menyibukan diri agar tidak terus mengingat farhan.


.


.


.


.


.


.


"hoaammm akhirnya ngantuk juga, tidur ahh" celetuk hulya dengan dirinya sendiri


dia pun meletakkan menutup laptop nya dan bergegas mengganti baju nya dengan piyama.


"bismika allohumma ahyaa wa bismika amuut" hulya pun segera menidurkan dirinya di ranjang.


disisi lain farhan yang tengah pura-pura tertidur pun akhirnya bangun, di lihat nya dira yang tengah tertidur pulas di samping kiri nya.


sejujurnya dia sangat lapar, dia memutuskan untuk ke dapur. berjalan mengendap-endap agar tak terdengar oleh orang lain yang tengah istirahat.


"aduhh ga ada apa-apa" sambil memandangi kulkas


"kenapa aku pengen makan nasi goreng yaa, emm atau aku bangun kan hulya? tapii kasihan juga dia" celetuk farhan seorang diri


"tapiii aku lapar" diapun menggaruk rambut nya yang tak gatal


"ahh sudahlah, aku tidur lagi aja"


akhirnya farhan memutuskan untuk kembali ke kamar untuk tidur, saat melewati kamar hulya dia pun terhenti di depan pintu.


tap.. tap.. tapp


ceklek..


"yahh udah tidur kan" namun saat farhan pun ingin pergi dari situ akhirnya dia berbalik arah dan menghampiri hulya, dia membenahi selimut hulya yang tersibak.


"eeemmhhh" hulya pun menggeliat


"cantik nya istri ku" ucap farhan sambil tersenyum gemas, Farhan pun membenahi Anak rambut hulya yang menutupi wajahnya,


1..2..3..detik farhan pun semakin mendekat kan wajahnya ke wajah hulya, hanya berjarak 1 cm


hulya pun terbangun, mata nya membelalak karna terkejut, Farhan pun menatap mata hulya begitu dalam dan kemudian..


cuupp..


Farhan mencium bibir hulya, hulya pun mendorong dada bidang farhan.


"kak, ngapain?" sambil terduduk


"kok bangun sih"


"ngapain disini?"


"emang ga boleh?"


"bukan ga boleh, tapi ga seharusnya disini malam ini"


"heemm tadi aku ga sengaja lewat"


"malem-malem? ngapain?" tanya hulya lagi dengan raut wajah bingung


"ehehee laperr"


"astaghfirullah, kenapa ga bilang? kan tadi sisa makanan nya hulya kasih ke kucing karna emang tinggal sedikit"


"yahhh"


"ya udah, kaka mau di buatin apaan?"


"nasi goreng"


"ya udah, minggir" ucap hulya sambil memukul tangan farhan yang sedang mengukung tubuh hulya


"makasih ya sayang" hulya hanya membalas dengan senyuman


hulya pun dengan cekatan menyiapkan berbagai bumbu, farhan memperhatikan hulya sambil menyanggah dagu nya di meja.


hulya beberapa kali mengusap dahi nya, karna berkeringat. farhan pun menghampiri hulya dan memeluk nya dari belakang.


"kaaak, jangan ganggu biar cepat selesai "


farhan pun tak mengindahkan peringatan hulya yang justru semakin erat memeluk pinggang hulya sambil menempelkan dagu nya di bahu hulya


"kak, gelii tau" farhan hanya terkekeh justru dia menciumi pipi dan leher hulya


"kak!, pliss ini lagi masak loh bahaya"


"hehee iya iyaa maaf" farhan pun segera menjauh kan diri nya sebelum hulya mengamuk


"kamu bisa marah-marah juga ya ternyata"

__ADS_1


"aku ga marah, aku kan lagi masak jadi takut kenapa-napa"


"hahaa iya iyaa"


"heemm aroma nya wangi banget hul"


"nih kak, abisin yaa"


"siap"


dengan lahap farhan pun menyantap nasi goreng tanpa sisa sedikit pun


"Alhamdulillah kenyang, makasih ya sayang "


"iya kak, sama-sama"


"ya udah hulya duluan yaa"


"hul" sambil menarik tangan hulya


"apalagi kak?"


"emm ga jadi deh" sambil melepaskan genggaman tangan nya


"kaka mau apa lagi?"


"mau kamu"


"ha?"


"boleh ga?"


"kakk harusnya kaka jangan kaya gini, ini ga adil"


"tapi aku mau kamu sayang"


"kakkk, pliiss bukan nya hulya mau nolak tapi malam ini kaka bukan hak hulya"


"cckkk" farhan pun berlalu dari hadapan hulya


"kak" hulya balik menarik tangan farhan,


farhan pun menoleh


" jangan marah"


"ga"


"kak.. mending kaka bangunin dira, hulya yakin dia ga akan nolak"


"kak? jangan marah yaa? Kaka paham maksud hulya kan?"


"hemm"


"senyum dong kak"


"hemm" sambil tersenyum terpaksa


"puas? ya udah aku mau bangunin dira aja"


deg!


"ya allah sakit banget" batin hulya


"bersiaplah untuk berbagi hulyaa"batin nya


hulya pun mengangguk dan melepaskan genggaman nya, dia pun bergegas pergi dari hadapan farhan


"huuuhh" Farhan mengela nafas kasar


hulya akui dia memang sudah siap menerima semua konsekuensi dalam poligami, namun dia juga tak sekuat yang dia bayangkan.


Farhan melangkah kan kaki nya dengan lunglai, dia menuju kamar dira dengan perasaan tak nyaman. dia sadar perkataan nya barusan pasti membuat hulya sakit hati.


ceklek..


Nadhira pun terbangun oleh suara pintu yang dibuka oleh Farhan


"dari mana mas?"


"makan"


"ya ampun, mas kelaperan ya? tadi kan udah ga ada sisa makanan mas. mas mau dibuatin apa?"


"udah kok"


"mas udah makan?"


"iyaa" jawab farhan berbohong


"pake apa?"


"mie instan"


"masih laper ga?"


"ga kok"

__ADS_1


Farhan pun merebahkan tubuh nya disisi dira, Dira pun memiringkan badan nya ke arah farhan.


"mas?"


"iyaa, kenapa?"


"mikirin apa sih?"


"emm itu"


"mas pengen?" ucap dira yang sontak membuat Farhan tercengang, namun dia berusaha mengontrol dirinya


"mas?"


"ehh, iyaa?"


"iya?" ucap dira salah pengartian


"ehh, emm maksud ku iyaa ho'oh iyaa"ucap farhan kebingungan, dia pun tak ingin membuat dira kecewa.


"emm ya udah ayoo"


"emm, iyaa ayo sholat dulu"


"baiklah" jawab dira dengan senyum sumringah


Malam itu pun farhan telah memberikan hak nya untuk dira, dira terlihat sangat bahagia. namun farhan merasa bersalah atas ucapan nya kepada hulya


Di pagi hari hulya sudah menyiapkan semua nya, termasuk memasak dan tentunya dia juga sudah bersiap untuk pergi ke sekolah untuk mengajar.


Dira tengah membaca buku di gazebo ditemani neti. farhan hendak mencari buku mapel nya hari ini, namun seperti biasa buku itu hulya lah yang membereskan nya.


akhirnya farhan memutuskan untuk ke kamar hulya, saat dia hendak membuka pintu ternyata pintu pun telah terbuka dari dalam.


ceklek..


"astaghfirullah, kaka.. ngagetin ajaa" ucap hulya terkejut


"aku mau cari buku aku"


"buku yang mana?"


"buku mapel ku hari ini, yang kemarin malam tergeletak di meja itu" ucap farhan sambil menujuk meja


"ohh sebentar, hulya carikan dulu"


farhan pun ikut masuk ke dalam bersama hulya.


"ini kak" sambil menyerahkan buku tebal itu


"terimakasih"


"sama-sama"


"ya udah hulya pamit dulu yaa"


"ehh tunggu sebentar"


hulya menoleh


"ada apa kak?"


"aku minta maaf" sambil merangkul hulya


hulya terdiam


"maaf jika perkataan ku semalam menyakiti mu"


"ohh iya kak, ga papa kok" ucap hulya sambil melepaskan diri


"ya udah kak, hulya berangkat dulu"


"nanti aku jemput" ucap fahran


"ohh iya, lupaa ga usah di jemput kak.. nanti hulya mau mampir ke grandmedia"


"ya udah aku antar aja"


"emm ya udah deh"


"sini" ucap farhan


hulya mendekat dan..


cup..


"hati -hatii, jangan nakal"


"iiyaa suami ku" sambil mengedipkan sebelah matanya


"hahaa dasar genit"


hulya pun mengalami farhan dan bergegas untuk berangkat ke sekolah.


to be continued


hai readers ku ๐Ÿ˜ minta support nya dong pliis๐Ÿ˜† jangan lupa ya like and komen.. boleh vote juga kok๐Ÿ˜ gratis!๐Ÿ˜†

__ADS_1


__ADS_2