Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Ga sabar


__ADS_3

Hulya merasa bersalah atas kecelakaan ini, dia membuat farhan tidak fokus saat menyetir dan akhirnya mobil di belakang menabrak nya


"maaf kak.. semua ini gara-gara aku, aku memaksa mu memberikan ponsel ku.. sampai akhir nya kaka kurang konsentrasi dan truk di belakang menabrak kita..hikks hikkss"


"heii.. jangan menangis, ini sudah menjadi jalan dari Allah.. jangan salah kan diri mu" ujar farhan


"mas, dira permisi yaa? mbk?"


"mau aku bantu?" tawar hulya


"tidak usah.. mbk hulya tolong terus kan menyuapin mas Farhan aja"


"hemm baiklah"


hulya menyuapi Farhan dengan perlahan, tangan hulya masih bergetar


dia belum berani untuk mengutarakan tentang keguguran nya


"jadi kamu ikut kecelakaan bersama ku?" tanya farhan keheranan


"iyaa, hari itu Kaka membawa untuk menjenguk dira"


"lalu bagaimana dengan kandungan mu?" tanya farhan khawatir


"hikss hiksss Kaka ingat? maaf Kak... maaff aku ga bisa jaga dia hikss hikss.."


"inalillahi.." ucap farhan yang entah mengapa dia merasa ikut bersedih


"jangan salahkan diri mu lagi.. semua ini tidak pernah kita harap kan"


"tapi aku telah membuat bayi kita tiada kak hikkss hikss "


"berhentilah menangis.."


"dari mana kaka tau aku mengandung? apakah kaka mengingat sesuatu?" tanya hulya penasaran


"tidak, tapi umi memberi tahu ku bahwa kamu tengah mengandung anak kita"


"sekarang apa yang Kaka rasa kan?"


"aku benar-benar belum bisa mengingat semua tentang kita maaf"


"tidak apa-apa.. aku akan membantu mu mengingat semua nya"


"terimakasih"


"maaf bila aku menyakiti hatimu"


"kenapa tiba-tiba bilang seperti itu? tanya hulya kebingungan


"aku telah mendua kan mu, mungkin saja kamu terluka atas sikap ku yang kurang mengenakkan selama ini"


"kamu tidak melakukan kesalahan apa-apa.. semua nya berjalan dengan baik" ujar hulya membohongi Lawan bicara nya


"benar kah?"


"iya"


"apa aku adil dalam memperlakukan kalian?"


"iyaa, kamu membagi segalanya sesuai porsi dan kebutuhan masing-masing"


"Alhamdulillah kalo begitu"


"tapi apa kamu senang dengan pernikahan ini?" tanya farhan penasaran


"se-senang tentu saja senang"


"terimakasih... karna telah memahami semua keadaan"


"sama-sama kak"


tak lama kemudian pintu itu kembali terbuka, arsen dan anna datang bersama untuk menjenguk farhan


"assalamualaikum" ujar arsen sambil tersenyum kepada hulya


"wa'alaikum salam.. arsen, Anna?"


"hai momy.."


"maaf yaa waktu itu momy tidak memberi tahu kalau momy.."

__ADS_1


"tidak papa momy.. dady sudah menjelaskan semua nya" ujar gadis kecil itu


"bagaimana keadaan om?" tanya anna yang sudah mendekati ranjang Farhan


Farhan masih bingung dengan keadaan sekitar, mengapa anak kecil itu memanggil istrinya dengan sebutan momy?


"kak.. ini arsen sahabat ku.. dan ini Anna anak nya, Anna memang suka memanggil ku dengan sebutan momy"


"ohh begitu" ujar arsen percaya


"bagaimana? sudah lebih baik? " tanya arsen sambil meletakkan ranjang berisi buah itu di meja pasien


"yaa, sudah lumayan" jawab arsen singkat


"om tidak keberatan kan kalo aku memanggil istri om seperti tadi?" celetuk anna tiba-tiba


"tidak masalah"


"thank you" ucap Anna girang


setelah beberapa menit mereka berbincang ringan arsen berpamitan pulang kepada kedua pasangan suami istri itu


"kita harus segera pulang" ucap arsen


"terimakasih sudah meluangkan waktu mu untuk kesini" ujar farhan


"mungkin kalau kau ingat semuanya, kau tak akan suka dengan kehadiran ku farhan" ujar arsen dalam hati sambil tersenyum miring


"oh yaa sama-sama" ujar arsen sambil sedikit tersenyum


"oh ya hulyaa ku mohon jaga lah kesehatan mu.. Jangan sampai kamu terlalu lelah apalagi begadang, aku akan mengirimkan makanan cocok untuk mu.." ujar arsen begitu perhatian


"terimakasih arsen.. tapi"


"aku tidak menerima penolakan"


"ahh baiklah kalo begitu"


hulya mengantar kepergian arsen dan anna


"kenapa aku tidak suka dengan pria itu yang terlalu perhatian kepada hulya" batin farhan


"kak?"


"kenapa melamun?"


"emm tidak"


"kak.. boleh aku tidur di samping mu.."


"hemm kemarilah.." sambil menepuk sisa ruang di sebelah nya


"terimakasih" ujar hulya sambil menaiki ranjang yang tak begitu besar itu


"emm seperti pria tadi begitu perhatian sama kamu"


"yaa, kita sudah berteman lama.. dia memang seperti itu dari dulu"


"kalian pernah terlibat friendzone?" tanya farhan sambil menatap ke mata hulya yang juga tengah menatap nya


"hahaa engga lah.. ga mungkin"


"ohh begitu"


"iyaa ga usah khawatir yaa, aku milik mu" ujar hulya sambil memeluk badan farhan


"hemm" dengan ragu Farhan mencium kening hulya kedua nya berpelukan dengan erat hingga tertidur.


"Nona dira jangan terlalu banyak gerak yaa? apalagi kecapekan" ujar suster yang tengah mengganti infuse


"iya sus"


"nanti malam nona akan melakukan kemoterapi" ujar suster itu lagi


"kemo lagi sus?" tanya dira dengan wajah tak suka


"iyaa, supaya sel-sel kanker tersebut bisa mati dan tak menyebar semakin jauh"


"apa mungkin sel itu akan hilang sus? sejak dulu dokter mengatakan itu kepada ku.. tapi bukti nya dari sekarang aku tidak merasa kan perubahan apapun"


"bersabarlah nona.."

__ADS_1


"hemm, aku juga tidak terlalu mementingkan hidup ku lagi sus.. hidup ku hanya akan membuat orang lain terganggu"


"apa maksudmu nona?"


"ahh tidak.. lupa kan saja"


"ohh baiklah"


"kak? udah malem yaa? kenapa ga bangunin hulya?" tanya hulya yang baru saja terbangun dan mendapati suaminya yang tengah memainkan kedua pipi nya


"kamu begitu menggemaskan saat tidur, jadi aku tidak ingin membangun kan mu"


"jangan di cubit sakit tau" protes hulya yang mulai cemberut


"abis kamu gemesin banget"


"aku sholat dulu yaa" ujar hulya yang mulai beranjak pergi dari ranjang farhan


"iyaa, tapi setelah itu tidur di sini lagi ya?" pinta Farhan


"iyaa" jawab hulya sambil melempar senyum nya


hulya menunaikan sholat isya di ruangan Farhan, Farhan mengamati nya sejak tadi batin nya sungguh berkecamuk


"kenapa wanita sebaik dia harus merasa kan semua ini ya Allah" ujar farhan menyesali


"maaf kan aku ya Allah.." ujar farhan lagi dalam hari


setelah selesai sholat hulya kembali merebahkan tubuhnya di sisi Farhan,


Farhan pun memeluk hulya dengan erat, seperti tak ingin di tinggal kan pergi walau hanya sebentar saja.


"kak, aku gerah" ujar hulya


"pintu itu di kunci saja dan lepas lah jilbab mu"


"pintu itu sudah ku kunci"


"ya sudah lepas saja jilbab mu"


hulya mengangguk kan kepala nya kemudian melepaskan hijab nya.


"subhanallah.. cantik sekali" ujar farhan


"hahaa, Kaka kaya pertama lihat aja"


"emang berasa pertama lihat.. kan aku lupa"


"oh iyaa"


"sini" ujar farhan lagi sambil menepuk bantal di sisi nya


hulya pun tidur dan memeluk farhan, pelukan itu juga disambut hangat oleh Farhan


"berati aku sudah melihat seluruh nya kan hulya?" tanya farhan sambil menatap mata hulya


"iya"


"kapan aku bisa melihat nya lagi?"


" mau sekarang? tapi lihat yang atas aja yaa?" tawar hulya karna tak ingin terjadi lebih dari sekedar melihat


"Hem baiklah"


hulya membuka kancing baju nya dan dengan sekuat tenaga farhan menelan saliva nya.


"wow.."


"udah yaa, nanti malah pengen.. kaka lagi sakit, hulya ga mau Kaka capek"


"kalo gini cara nya aku pengen cepet sembuh"


"iyaa harus segera pulih.. aku akan memberikan semua nya untuk Kaka" ujar hulya dengan senyuman nakal nya


"wahh jadi ga sabar"


"ahhahah.. sabarrr "


"iya iyaaa"


to be continued

__ADS_1


Hai guys 🤩 makasih yaa buat yang udah mampir dan berkenan like serta komennya.. ditunggu vote nya yaa pliss🙏😁


__ADS_2