
Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Rummi! ayo pulang" teriak alex sambil menarik tangan rummi
"mas Alex" ujar rummi dengan terkejut karna tiba-tiba alex memaksa nya bahkan menggendong rummi di depan hadapan orang banyak.
....
Alex membawa rummi masuk ke dalam mobil nya, sementara Johan tersenyum miring menatap ke posesifan Alex.
"siapa yang memberi mu izin untuk pergi bersama Johan?!" teriak alex yang sontak membuat rummi memegangi kedua telinga nya
"tadi kata nya kak Johan udah izin sama"
"Sama siapa?" tanya alex sambil memegang dagu rummi dengan kasar
"Sama kamu, mas"
"bohong! dia tidak mengatakan apapun.. bagaimana kamu mau pergi dengan pria asing?" tanya alex lagi dengan kedua mata yang hampir keluar
"aku tidak mungkin pergi tanpa izin mu ,mas"
"lain kali kau harus izin secara langsung!"ujar Alex penuh penekanan
"i-iyaa" jawab rummi dengan gelagapan
....
sesampainya di kediaman mereka
Alex masih menggendong rummi hingga masuk ke dalam kamar nya
"mas, kok kamu tau aku di mall sama kak Johan?"
"aku juga ada di sana tadi"
"oh iya? sama siapa?dan beli apa?"
"bukan urusan mu" ujar Alex yang kemudian pergi meninggalkan rummi sendiri
"apa mas Alex cemburu ya? emm tapi ga mungkin lah.. mungkin dia cuma takut kalo ketahuan sama dady nya" ujar rummi sambil menyelimuti tubuh nya dengan selimut
sementara di sisi lain Alex sedang menghisap rokok nya, dia berdiri di rooftop sambil memandang pemandangan luar dari atas.
"dasar wanita mur*han, ku kira dia berbeda ternyata dia sama saja dengan wanita ku di luaran sana"
....
malam itu Alex tidak pergi kemana-mana, dia hanya menghabiskan waktu nya untuk menikmati wine dan bermain game di handphone nya
"mas" ujar rummi yang kini duduk di sebelah nya
"apa?" tanya alex tanpa menatap ke arah rummi sedikit pun
"jangan minum ini ya? mas tau kan ini adalah larangan dalam agama kita"
"heh! agama kau bilang? lalu tadi siang itu bukan kah larangan? "
"kau pergi dengan pria lain tanpa izin dari ku, apakah hal itu sekarang berubah menjadi kewajiban?" tanya alex sambil melirik ke arah rummi sebentar
"maaf, tapi aku benar-benar tidak tau"
"ya sudah, jangan melarang ku"
"mas, yuk kita sholat berjamaah" ujar rummi lagi
"aku lupa niat nya" ujar Alex dengan santai
"aku ingetin dong" ujar rummi sambil tersenyum
"aku males, cuaca dingin"
"tapi mas ga pernah sholat Lo semenjak kita pulang dari pondok"
"itu urusan ku"
"tapi aku ada kewajiban untuk mengingat kan mu"
"ya sudah kan sudah kamu ingat kan, tidak perlu aku menuruti nya kan?"
"kalo bisa sih harus di turuti "
"sudah ku bilang! aku malas!"
"ya sudah, jangan marah-marah.. rummi sholat dulu ya mas"
__ADS_1
ujar rummi sambil pergi dari hadapan Alex.
...
"ini udah larut, tumben mas Alex ga pergi " ujar rummi sambil melihat ke arah garasi mobil dari balik jendela kamar nya
tok tok tok..
"rummi, buka pintu nya "
"iya, mas sebentar"
ceklek..
"nih ada telpon dari teman mu" ujar Alex sambil memberikan handphone nya kepada rummi, panggil itu berada dari dessy hal itu membuat rummi tersenyum sumringah.
"hallo assalamualaikum "
"wa'alaikum salam.. rumiii"
"ya Allah desss, aku kangen"
"sama "
"kapan kamu pulang?"
"emm ga tau yaa, aku belum selesai terapi" ujar rummi sambil menatap alex yang memang masih berdiri di ambang pintu
"yahh kamu belum mau pulang, anna juga ga bakal pulang terus aku gimana dong?"
"loh, kok Anna ga pulang.. memang nya kenapa?"
"kamu ga tau?"
"ga tau apa?" tanya rummi sambil mengerutkan kening nya
"Anna kan hamil"
"Masya Allah tabarakallah, Anna hamil?" mendengar itu Alex langsung membulat kan kedua mata dengan sempurna
"iya rumm"
"yah kasihan juga yaa "
"kalo kamu nanti hamil juga berati ga pulang dong rumm?"
"yahh aku ga punya bestie nih"
"sabar ya des"
"iyaa, kamu baik-baik aja kan rumm?"
"iya Alhamdulillah "
"Alhamdulillah"
"kamu jaga diri baik-baik yaa dess"
"iya rumm"
"cepet pulang ya rumm"
"iya"
"oh yaa aku minta nomor kamu yang baru dong, kata suami mu kamu ganti handphone ya?"
"iya, nanti ku kirim deh"
"oke"
"ehh udah dulu ya rumm"
"iyaa"
"assalamualaikum "
"wa'alaikum salam "
tutt tuttt
"ini mas" ujar rummi sambil menyerahkan handphone Alex
"anna hamil?" tanya alex
"iya, Alhamdulillah "
__ADS_1
"harus nya aku yang jadi ayah dari anak itu"
"istighfar mas, kamu ini suami ku"
"alah, siapa juga yang mau aksi suami mu"
"astaghfirullah Maas.. aku tau kamu belum mencintai ku, tapi tolong jangan harapkan Anna.. dia sudah bersuami bahkan akan menjadi seorang ibu"
"hahah aku tidak peduli, kamu itu tidak menarik rummi.. aku menyesal karena menikahi mu adalah keputusan yang bodoh yang pernah ku ambil"
"
Tess.
air mata rummi tak dapat terbendung lagi, akhirnya kata-kata Alex berhasil membuat rummi kembali menangis, tanpa merasa bersalah alex pergi dari hadapan rummi.
"ya Allah.. aku tau aku tidak secantik Anna, sepintar Anna dan seberani Anna.. tapi aku juga ingin mendapatkan cinta suami ku ya Allah.. hikss hiksss"
...
sebelum tidur rummi selalu membiasakan diri nya untuk membaca ayat-ayat Allah, kali ini hati nya cukup damai, setelah selesai membaca ayat-ayat tersebut rummi kembali merebahkan tubuh nya di kasur, entah mengapa kata-kata Alex masih terngiang di telinga rummi dengan jelas.
"bagaimana kalau aku juga mengandung anak mu mas?"
"apakah kamu juga akan membenci nya?"
"hiks hiks hiks.."
...
sementara di sisi lain Alex sedang mengamuk, dia membanting seluruh barang yang ada di meja nya, dia bahkan meninju tembok hingga tangan nya berdarah.
"kenapa kau harus memilih nya Anna!?"
"aku yang lebih dahulu mencintai mu! tapi kenapa kau memilih pria bre*ek itu!?"
Alex benar-benar seperti orang kesetanan, bahkan dia membentur kan kepala nya ke dinding berulang kali hingga akhirnya dia jatuh pingsan.
..
lagi hari nya rummi sudah menyiapkan sarapan lezat seperti biasa nya, dia ingin masuk ke kamar Alex namun rasa nya masih sakit bila menatap pria itu.
"damian.." panggil aman ketika damian berjalan ke arah ruangan Alex
"ada apa , nona?"
"kalau mas Alex ga mau sarapan di luar tolong bawakan makanan ini pada nya ya"
"baik, nona"
ceklek..
"astaga tuan!" teriak damian sambil mendekati alex
"tuan, bangun tuan "
Karna melihat kondisi Alex yang terluka parah akhirnya damian menggendong nya.
..
damian menggendong Alex sambil menuruni anak tangga hal itu di lihat langsung oleh rummi
"astaghfirullah, damian ada apa dengan suami ku?"
"saya juga kurang tau nona"
"masukan dia ke dalam kamar ku"
"baik, nona"
...
"tolong telpon kan dokter, dam"
"baik, nona"
"kamu kenapa bisa begini mas?" ujar rummi sambil mengelus kepala Alex yang masih berdarah itu.
tak lama kemudian dokter datang dan langsung memberikan pertolongan kepada Alex, dokter mengatakan Alex kehabisan darah dan dengan cepat dokter memberikan tranfusi darah untuk Alex, kebetulan golongan darah nya tidak langka.
"cepat bangun mas hiks hiks?" ujar rummi sambil menaruh kepala nya di dada bidang milik Alex
to be continued
jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss 😍🤩😍 🙏 terimakasih
__ADS_1
masih di usahakan up😌 demi kalian 😘 terimakasih 🙏