Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Tidak ada yang spesial


__ADS_3

Happy reading ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Di sisi lain di pondok pesantren sedang di heboh kan oleh salah seorang pria yang menjadi primadona di sana, Abidzar Abdurrahman atau biasa di sebut dengan ustadz abi, salah satu dewa Ketampanan yang pandai dalam berkata-kata hingga membuat wanita manapun bertekuk lutut pada nya.


hari itu dia di kabar kan akan di jemput oleh orang tua nya, hal itu pun sudah di restui oleh Abah yai.


dia akan menikah dengan salah satu ning di pondok lain yang 1 bulan sebelum nya datang menembung (meminta) di pondok pesantren,


hal itu justru di dukung kuat oleh Abah yai, semua santriwati di buat patah hati karna harus kehilangan personil dewa Ketampanan lagi.


...


si paling insecure seperti dessy di buat semakin tak percaya diri, bagaimana tidak? dia memang selalu merasa diri nya kurang dalam hal apapun, dia merasa diri nya tak cantik,tak pintar,tak bisa berpenampilan menarik,apalagi dia adalah keturunan orang biasa.


bagaimana mungkin dia terus mengharapkan untuk mendapat pendamping seperti dewa-dewa ketampanan, sebelum nya pernikahan altar dan anna sudah berhasil memporak porandakan hati nya, bukan sakit hati karna dia mencintai altar, melain kan dia merasa bahwa orang seperti dia tidak mungkin di lirik oleh sosok dewa Ketampanan yang memiliki keluarga terpandang dan nasob yang baik.


dia berfikir bahkan Anna beruntung karna kecantikan nya dapat menarik perhatian ustadz altar yang merupakan gus muda di pondok pesantren orang tua nya, hal itu yang membuat dessy merasa diri nya tidak berguna.


.....


malam hari yang sepi, dessy memang tidak mudah berbaur apalagi teman-teman sekarang sudah sibuk dengan rumah tangga nya masing-masing, malam itu dia mengikuti kajian dari Abah yai.


"wong wedok kui kudu due sifat malu, malu dalam arti bisa menjaga diri dan tidak mempermalukan diri nya sendiri.. karna sifat malu adalah kehormatan seorang wanita" ujar Abah yai yang kemudian meneguk air putih yang sudah di sediakan di samping meja nya.


diantara ribuan santriwati yang mengikuti kajian tersebut dessy di buat kalut dengan perasaan nya sendiri, dia sedang memendam perasaan kepada seorang pria dan itu ia simpan sejak dulu, dia mencintai pria itu dari segi apapun, memang pria itu pantas untuk di kagumi seluruh wanita, bagaimana tidak?


selain tampan, dia juga pintar, baik,dari keturunan yang baik juga,selain itu dia tidak mudah berbaur dengan wanita.


poin khusus tersendiri bagi dessy ketika dia benar-benar menyakini hati nya telah terpaut oleh ustadz azmi.


namun apa lah dia? dia adalah santriwati biasa yang tidak merasa pantas bila harus bersanding dengan nya, dia menatap kitab kuning itu dengan tatapan kosong, raga nya di situ namun pikiran nya melayang entah kemana.


...


usai mengaji dessy kembali ke asrama, dia membuka lemari nya dan mengambil selembar foto yang terselip di buku nya


dia memeluk kertas foto itu, menatap nya dengan intens dan kemudian menangis.


"aku ga seberuntung kalian berdua" ujar dessy sambil meneteskan air mata nya


"kamu memang awal nya tidak mencintai suami mu, tapi tidak ada yang di ragukan dari ustadz altar.. sudah pasti kamu sangat beruntung mendapatkan beliau" ujar dessy sambil menunjuk ke foto anna yang merangkul nya di sisi kanan


"sedangkan kamu, kamu memang sudah dari awal tertarik kepada alex.. sudah bisa di pastikan kamu pasti bahagia karna Alex menerima mu" ujar dessy sambil menunjuk foto rummi yang memeluk nya di sisi kiri.


....


pagi itu mereka harus mengikuti pelajaran sekolah seperti biasa nya, Dessy yang selalu sendiri dia buat kesepian.

__ADS_1


guru hari itu adalah ustadz Azmi yang memang lebih sering masuk karna mengganti kan ustad altar, dessy merasa gugup bila menatap pria itu, apalagi kalau tatapan mereka bertemu rasa nya dessy ingin menghilang seketika.


seperti biasa ustadz Azmi memang tak banyak bicara apalagi becanda, dia hanya. fokus menerangkan apa yang sampaikan, saat jam berganti namun tidak ada guru nya dessy keluar kelas dan memilih menikmati pemandangan dari atas balkon.


tiba-tiba saja bahu nya di pegang oleh seseorang, dessy terkejut dan kemudian membalikkan badan nya.


"astaghfirullah, rismaa.. ku kira siapa" ujar dessy sambil mengelus dada nya sendiri


"kamu di panggil ustadz azmi ke ruangan nya sekarang juga" ujar risma yang sontak membuat dessy melebarkan kedua mata nya


"kenapa aku?" tanya dessy


"mana ku tau, udah sana buruan.."


"emm, baiklah "


....


langkah kaki dessy bergetar tak menentu, jantung nya berdebar kencang dan kedua tangan nya meremasi ujung hijab nya.


tok tok tok..


dessy memberanikan diri untuk mengetuk pintu yang menurut nya keramat itu


"masuk" ujar yang pemilik pintu


ceklek...


"duduk, des" ujar Azmi yang duduk di depan nya ada meja, Dessy mendudukkan diri nya di kursi itu, kini kedua insan itu saling berhadapan namun dessy tak ingin menegakkan kepala nya.


"ada telpon spesial untuk mu" ujar ustadz Azmi sambil mengulurkan hp nya


dengan sangat hati-hati dessy menerima hp itu dari tangan Azmi, menatap tangan nya saja sudah berasa berpegang tangan, kini tangan dessy di buat gemetar.


Dessy menatap layar hp itu, dan ternyata benar itu adalah telpon spesial untuk nya.


"hallo assalamualaikum" ujar wanita dari sebrang sana


"wa'alaikum salam" jawab dessy, kemudian Azmi meninggalkan dessy di ruangan nya sendiri, mungkin dia takut bila dessy akan canggung bila ada dia di sana.


...


"dess, gimana kabar kamu?" tanya anna


"aku sehat ann, kamu gimana?"


"Alhamdulillah sehat"

__ADS_1


"Alhamdulillah" jawab dessy dengan nada gembira


"kamu kaya lagi gugup gitu" ujar Anna yang seperti nya sudah hafal dengan gelagat sahabat nya itu


"enggak kok, ngapain gugup" ujar dessy bohong


"yaa, kali aja si sana masih ada ustadz Azmi dan mandangin kamu terus, kan?" ujar Anna sambil menahan tawa nya


"hahaha, ga mungkin beliau mandangin aku terus tuh" ujar dessy sambil tersenyum getir


"kenapa suara kamu berubah sedih gitu? jangan bilang kamu sakit hati ya mau di tinggal ustadz abidzar menikah" tebak Anna


"engga yaa, aku mau siapa? mana mungkin pantas untuk beliau-beliau"


"heh, ga boleh gitu.. kamu pikir kamu ga pantas di cintai gitu?! salah!" bentak anna


"kok jadi teriak-teriak sih" protes dessy sambil memegangi telinga nya yang hampir saja budek karna mendengarkan teriakan Anna


"maka nya kurangin dong insecure nya, kamu itu punya sesuatu yang orang lain ga punya"


"apa?" tanya dessy dengan nada tak percaya


"yaa, ada lah.. pokonya stop insecure dan terus semangat okee?" ujar Anna dengan menggebu-gebu


"iya, makasih ya anna.." ujar dessy dengan terharu


"sama-sama"


"udah ya na, ga enak lama-lama..lain kali nelpon nya di hp ustadzah-ustadzah aja napa sih" ujar dessy


"terserah aku dong"


"hah, ya udah lah.. kamu jaga diri dan calon ponakan aku baik-baik yaa, assalamualaikum "


"wa'alaikum salam "


tuttt tuttt


....


dessy menyerah kan handphone itu kepada ustadz Azmi lagi


"ini ustad.. terimakasih "


"sama-sama " yaa hanya sebatas itu mereka saling berbicara, tidak ada yang spesial sama sekali.


to be continued

__ADS_1


jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss ๐Ÿ˜ terimakasih ๐Ÿ™๐Ÿ˜


mampir ke cerita aku yang aku dong ๐Ÿคฉaku udah up Lo tadi mueheheh๐Ÿ˜


__ADS_2