Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Bersyukur dicintai mu


__ADS_3

"Ahhah bercanda.. biar pun kamu janda, tapi kamu lah peran utama nya"


"peran utama? maksudnya?"


"iyaa peran utama kaya di novel-novel gitu hahah"


"hahah bisa aja"


"peran utama di hati ku hulyaa" ujar arsen sambil tersenyum dengan tulus


"ya udah, kita keluar dulu ya? kan belum sungkem" ujar arsen sambil menggandeng tangan hulya, Naya sedang di gendong oleh Atika, kedua pasangan pengantin baru itu berjalan mendekati kedua orang tua hulya, hari itu orang arsen memang tidak bisa hadir.


seperti biasa, keluarga arsen selalu sibuk sendiri dengan dunia nya.


"bundaa" ujar hulya sambil duduk bersimpuh tepat di kaki bunda, bunda pun mengangkat tubuh hulya dan memeluk nya dengan erat, hulya pun menangis terharu begitu pun dengan bunda, sedangkan arsen melakukan hal yang sama seperti hulya kepada ayah mertua nya, dengan hal serupa juga ayah memeluk tubuh kekar arsen dengan erat, arsen tak bisa menahan rasa syukur nya hingga dia pun menangis.


"terimakasih ayah.. terimakasih telah memberikan kepercayaan kepada ku untuk menjaga hulya, arsen akan berusaha untuk selalu menjaga hulya dan naya.." ujar arsen dengan serius


"seharusnya ayah yang berterima kasih kepada mu arsen.. terimakasih karna sudah menerima hulya apa ada nya, semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah aamiin" ujar ayah sambil melepaskan pelukan nya, kemudian secara bergantian hulya berpindah bersungkem kepada ayah nya, sebelum dia hendak mencium kaki ayah, ayah dengan cepat menarik tubuh hulya dan ia peluk erat.


"putri kesayangan ayah, ayah minta maaf karna pernah membuat mu terjebak dengan pernikahan yang sangat menyiksa.. ayah janji, mulai sekarang ayah akan selalu mendukung apapun keputusan kamu sayang" ujar ayah menetes kan air mata nya


"tidak ayah, ayah tidak salah dalam hal ini.. hulya ikhlas menerima semua nya, dan do'a kan semoga hulya bisa menjadi istri yang baik untuk arsen" ujar hulya yang juga ikut menangis, sedangkan arsen dengan kukuh mencium kaki bunda, bunda pun mengelus punggung nya


"terimakasih bunda.. terimakasih karna bunda telah memberikan anak kesayangan bunda untuk arsen" ujar arsen yang kemudian mencium tangan bunda


"sama-sama arsen.. bunda do'akan semoga kalian menjadi pasangan yang bahagia di dunia sampai di akhir kelak"


"aamiin ya rabbal alamin" ujar arsen sambil tersenyum


usai bersungkem kepada kedua orang tua hulya, arsen dan hulya pun beralih menyalami semua tamu undangan termasuk Abah dan ibu yai, beliau juga memberikan hal serupa seperti do'a,dan juga harapan yang baik untuk kedua nya.


"dad? ayo kita berfoto-foto" ujar Anna yang sudah memegang camera


"Dimana suami mu?" tanya arsen balik tanpa mempedulikan ajakan anna


"tuh" ujar Anna sambil menunjuk ke arah yang di maksud


"ayo ajak dia juga"


"tapi dad, dia itu ga suka foto"


"udah cepetan"


"ahhh dady" ujar anna sambil berjalan mendekati altar yang sedang sibuk mengobrol dengan abidzar,dan azmi.

__ADS_1


"dady ngajakin kamu foto" ujar anna yang sontak membuat altar mengarah badan nya ke pada Anna


"iyaa" ujar altar sambil menggandeng tangan Anna


"ga usah pegang-pegang ngapa sih" gerutu Anna dengan kesal


"ssstt jangan berontak.. banyak orang disini"akhir nya Anna pun pasrah diam memilih diam dari pada berontak dan membuat nya malu sendiri nanti nya.


"altar.. ayo ikut berfoto" ujar arsen sambil tersenyum kepada altar


"iya dad" semau orang pun ikut berfoto termasuk Abah yai,Atika,dan keluarga hulya.


setelah sesi foto keluarga berakhir kini tinggal foto arsen dan hulya untuk di jadikan momen nanti nya


1 2 3.. ujar fotografer


cekrek..



acara akad nikah pun selesai hari itu juga acara resepsi akan di lanjut kan besok, para tamu undangan pun pulang, rumah itu kembali sepi hanya ada arsen,hulya,ayah,bunda,dan naya.


"kalian menginap di hotel saja sekalian.." ujar bunda kepada kedua pasangan pengantin baru itu


"iyaa, kalian habiskan waktu untuk berdua saja.. hahaah" ujar bunda sambil tertawa


"baik bunda" ujar arsen sambil menggenggam tangan hulya


sesampai di hotel yang di tuju hulya pun berpamitan untuk membersihkan tubuh nya di kamar mandi, arsen pun dengan setia menunggu hulya, hari itu masih siang dan masih ada waktu panjang untuk istirahat.


"aduhh kok aku deg-deg sih.. kaya baru ngerasain malam pertama ajaa, padahal kan udah pernah" ujar hulya seorang diri, dia masih sibuk menggosok badan nya dengan sabun.


"aahh hulyaa... kenapa pikiran ku jadi kemana-mana" ujar hulya memukul kepala nya sendiri


"hulya? masih lama?" ujar arsen dari balik pintu


"ya allah.. kok deg-deg banget gimana inii" ujar hulya dengan detak jantung yang tidak bisa di normal kan lagi


"hull" ujar arsen lagi karna tidak ada sahutan dari balik pintu


"iyaa bentar lagi" hulya pun kembali memakai gamis rumahan berbahan lembut, dia keluar dengan handuk yang yang membungkus rambut nya yang basah, arsen tersenyum pada nya hulya pun terlihat tersenyum namun malu-malu


"kamu ketiduran ya?" ujar arsen sambil memeluk tubuh ramping hulya, hulya pun terkejut namun mencoba membiasakan diri.


"emm engga, tadi aku berendam jadi lama"

__ADS_1


"lain kali kita berendam bersama ya?" ujar arsen dengan nada menggoda, kedua pipi hulya sudah merah seperti buah ceri


"cepetan mandi" ujar hulya sambil menyiku badan arsen


"baik lah.. tunggu aku" ujar arsen sambil masuk kamar mandi


"hah! ya allah rasa nya jantung ku mau copot!" ujar hulya sambil memegangi dada nya, kemudian dia pun bergegas menuju ranjang dan merebahkan tubuh nya


"aku ga nyangka.. ternyata sahabat ku arsen jadi suami ku" ujar hulya sambil terkekeh sendiri


ceklek..


pintu kamar mandi itu kembali terbuka arsen masih lengkap dengan handuk yang melilit tubuh nya, badan nya yang tegap dan kekar dapat terlihat jelas oleh hulya, hulya pun menarik selimut nya dan menutupi dirinya dengan selimut itu, arsen tekekeh melihat hulya yang masih malu menatap nya.


arsen pun memakai kaos oblong putih dengan boxer pendek sepaha, dia mendekati hulya yang masih membungkus diri nya di dalam selimut, perlahan arsen merebahkan tubuh nya di samping hulya hati nya bergetar hebat, kemudian arsen memeluk tubuh hulya dari belakang arsen menyibakkan selimut yang hulya pakai untuk menutupi wajahnya


"kamu ngapain sih?" ujar arsen sambil tersenyum kepada hulya yang masih membelakangi nya


"emm ga papa.." ujar hulya dengan malu-malu


"sini.." ujar arsen sambil menarik tubuh hulya ke dalam pelukan nya


"terimakasih karna sudah mau menerima cinta ku, walupun aku tau mungkin kamu belum mencintai ku" ujar arsen yang kemudian menatap kedua mata hulya.


"aku juga berterima kasih karna kamu telah mencintai ku sehebat ini arsen" ujar hulya balik menatap lekat kedua mata arsen


"mulai sekarang kita adalah dua raga yang akan menjadi satu, dimana akan menghadapi berbagai goncangan dan tantangan.. berjanji lah untuk tetap di sisi ku.. aku tidak bisa menjabar kan rasa cinta ku padamu hulya.. namun aku akan berusaha untuk membuat mu melupakan kenangan buruk mu di masa lalu" ujar arsen yang kemudian mencium kening hulya dengan lembut, hulya pun tersenyum dan kemudian memeluk erat tubuh kekar arsen.


"aku bersyukur di cintai mu arsen.." ujar hulya dengan kedua mata berkaca-kaca.


to be continued


hai guys jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 🙏😍 terimakasih dukungan kalian sungguh bermanfaat bagi othor 😌


Hai guys jangan lupa juga buat mampir ke novel aku, pokonya di jamin ga kalah seru, judul nya "The owner of my last love" menceritakan tentang seorang pria dingin yang menganggap semua wanita itu sama, namun keyakinan nya berubah saat dia bertemu alea maharani, wanita biasa yang pertama kali menolak pesona seorang zidan firmansyah.


karna merasa alea adalah wanita yang berbeda zidan pun tertarik dan mencoba untuk mendekatinya.


namun semua tak semudah yang dia kira, Alea dengan tegas menolak zidan karna cinta nya telah terpaut Kepada Eza faldiano yang merupakan sahabat masa kecil nya.


akankah Zidan dapat membuat hati Alea luluh?


jangan lupa mampir ya guyss thank you 😍


__ADS_1


__ADS_2