Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Berhasil sih, tapi..


__ADS_3

happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"altar!" teriak anna mendekati altar yang sudah bersimpah darah


"hikkss hikks.. bangun, plis bangun" ujar anna sambil memangku kepala altar di paha nya


tiba-tiba ustadz azmi datang bersama ustadz abidzar mereka membopong tubuh altar dan membawa nya masuk ke dalam mobil


"ustadz, aku mau ikut" ujar Anna yang berada di belakang kedua pria itu


"baiklah, duduk lah di sebelah nya" ujar abidzar, Anna duduk dan kembali memangku kepala altar di paha nya.


"bangun sayang hiks hiks.. bangun" ujar Anna sambil mengelus rambut nya yang terus mengeluarkan darah.


sesampainya di rumah sakit altar langsung di tangani oleh beberapa doktor, sedangkan anna menunggu di ruang tunggu.


"kamu masih mau di sini?" tanya ustadz Azmi


"iya"


"baiklah, hubungi kedua orang tua kalian" ujar Azmi sambil memberikan handphone altar kepada Anna


"terimakasih"


tak lama kemudian kedua mertua anna sampai di rumah sakit, Anna langsung berlari memeluk tubuh wanita parubaya itu.


"ibuk, altar buk... dia"


"ssttt, tenang ya naak" ujar ibu Altar sambil memeluk tubuh Anna dengan erat, dia memang belum mengabari arsen dan hulya.


beberapa jam berlalu


dokter pun berhasil menangani altar, pria paruh baya itu langsung di hadang oleh Anna


"dokter.. katakan, bagaimana keadaan suami saya?" tanya anna dengan kecemasan


"sudah berjalan lancar"


"Alhamdulillah" ujar ketiga orang terdekat altar tersebut


"terimakasih dok" ujar Anna sambil mencium tangan dokter


"sama-sama, saya permisi dulu ya.."


"bentar dok.. Anna boleh masuk kan?" tanya anna lagi


"boleh tapi satu orang dulu ya"


"buk, Anna yang masuk ya?" tanya anna kepada mertua nya


"iya, naa" ujar Ibul sambil tersenyum


Anna sudah mengganti pakaian ala penjenguk yang si sediakan oleh pihak rumah sakit, dia duduk di kursi tepat nya di sebelah altar yang masih tak sadar kan diri


"kapan kamu bangun? hikss hiksss"

__ADS_1


"kata nya mau ngehukum aku kan? ayo hukum aku sepuas mu, ayo bangun" ujar Anna sambil memeluk lengan altar


"aku kangen Junior, mu.. ayo bangunnn..."


"hiks hiks... aku belum bilang ke kamu, aku khawatir.. kalo aku hamil kamu marah ga?"


"terus misal nih kamu ga marah, kamu ilfil ga kalo perut aku nanti jadi buncit kaya polisi?" monolog Anna


"altar, bangun sayang.." anna menetes kan air mata nya dan membanjiri lengan altar


pergerakan tangan altar dapat di rasakan oleh Anna, Anna menekan tombol untuk panggilan ke dokter.


tak lama kemudian dokter datang berserta dengan para perawat nya.


"permisi, nona.. biar saya periksa dulu" ujar pria paruh baya berbaju putih itu


"tolong selama kan suami saya dokter" ujar Anna sambil mundur beberapa langkah


atas bantuan dokter akhirnya altar dapat dengan sempurna membuka kedua mata nya, setelah selesai pemeriksaan Anna si perbolehkan untuk mendekati suami nya lagi.


"Alhamdulillah akhirnya kamu bangun juga, sayang" Ujar Anna sambil tersenyum senang


"sayang?" tanya altar keheranan hal itu membuat Anna memudar kan senyuman nya perlahan


"iya lah, aku kan istri mu" ujar Anna lagi sambil tersenyum


"istri? kapan aku menikah?" tanya Altar sambil mengerutkan kening nya


"kamu ga inget? kita baru menikah beberapa bulan yang lalu" dengan cepat altar menggeleng kan kepala nya


"seperti nya begitu nona"


"astaghfirullah haladzim.." ujar Anna kembali menatap altar yang benar-benar kembali dingin seperti dulu


"altar, aku akan membantu mu mengingat kenangan pernikahan kita beberapa bulan yang lalu, apa kau mau?" tanya anna dengan nada lembut


"terserah" jawab altar dengan acuh


"ya Allah.. aku harus sabar" batin Anna dalam hati


setelah beberapa hari kemudian dokter memperbolehkan altar untuk di rawat di rumah, hal itu membuat arsen menyiapkan segala nya.


dia menyiapkan semua fasilitas yang tak jauh berbeda dengan rumah sakit, Anna bersikeras untuk tidak mengerjakan seorang perawat, dia takut akan bertemu perawatan genit seperti yang sudah-sudah.


dia merawat altar dengan telaten, Anna tak banyak bicara dia hanya ingin membuat altar pulih terlebih dahulu setelah itu dia akan membantu Altar mengingat semua nya.


seperti biasa altar tidak mau di urus oleh Anna bila berurusan dengan mandi, wajar saja karna dia masih belum mengingat Anna sedikit pun.


walaupun dokter mengatakan itu adalah amnesia jangka pendek Anna tetap saja khawatir, dia takut altar akan berpaling pada nya.


malam hari nya, Anna berusaha menggoda altar seperti yang sudah-sudah.


dia berharap altar akan mengingat nya setelah bercinta, Anna memoles tipis wajah nya yang sudah cantik itu.


dia a juga memakai lingerie berbahan tipis dan sexy berwarna senada dengan kulit nya, siapapun yang melihat nya akan berfikir bahwa Anna tidak menggunakan sehelai benang pun.

__ADS_1


dia keluar lengkap dengan aroma terapi favorit altar yang selalu ia gunakan, dia mendekati altar yang sedang membaca buku di tepi ranjang.


altar masih sibuk dengan buku nya, Anna mengambil handbody lotion dan mengoles nya ke seluruh tubuh


"dia cuek banget sih" batin Anna sambil melirik tajam ke arah altar yang sama sekali tak menanggapi nya


akhirnya Anna berjalan mendekati altar, tiba-tiba saja di mendudukkan bokong nya di pangkuan altar, pria dingin itu sedikit terkejut dengan perlakuan wanita nya itu.


"aku rindu kamu sayang" ujar Anna sambil memeluk tubuh altar, kedua kaki Anna pun ia kalung kan di pinggang altar begitu pun juga dengan tangan nya, ia mengalung kan kedua tangan nya di leher altar.


dengan rekleks altar menjatuhkan buku yang ia pegang


"kamu ga kangen aku? ga mau ngehukum aku Sampek lemes?" tanya anna dengan nada menggoda, siapa yang tidak tergoda dengan perlukan mematikan yang Anna lakukan itu, altar menelan saliva nya dengan kasar .


"kenapa? kau mau ini?" tanya anna sambil memegang kedua aset nya, hal ur6 semakin membuat sesuatu yang di bawah sana semakin sesak ingin di keluar kan


altar masih mencoba membiasakan diri nya, dia memalingkan wajah nya ke arah lain, hal itu semakin membuat Anna yakin bahwa altar sudah tergoda pada nya, tanpa ragu dia ******* bibir altar dengan buas.


awal nya altar diam saja namun sesaat kemudian altar membalas pangutan Anna dengan sama kasar nya, dia bahkan membalik tubuh Anna hingga kini berada dalam kukungan nya, Anna tersenyum miring melihat respon altar yang kembali seperti dulu kala melihat nya.


altar meluc*ti baju yang Anna kenakan hingga kini Anna terlihat polos seperti bayi,dengan semangat 45 altar juga membuka seluruh benang yang menutupi badan kekar nya, dengan membacakan doa dan adab bersenggama lain nya dia langsung menuntaskan hasrat nya yang dari tadi ia pendam.


Anna terlihat menikmati permainan itu, dia hanyut dalam kenikmatan berkali-kali altar berhasil membuat nya merem melek.


"faster baby.. ahh" ujar Anna yang sudah berpeluh keringat


altar terlihat tenang namun begitu menikmati Anna bahkan dia menggempur Anna hingga pagi menjelang subuh, gak itu membuat Anna lemas.


dia tertidur dengan lemas, sedangkan altar masih menggagahi Anna.


"hah? kenapa aku merasa pernah melakukan ini sebelum nya?" tanya altar seorang diri


dia menatap wajah Anna dengan lekat kemudian menghentikan aksi nya, dia menggendong Anna menuju kamar mandi.


dengan telaten altar memandikan Anna, anak itu memang kalau sudah tertidur seperti kerbau susah sekali untuk di bangun kan.


akhirnya dengan rasa yang sebenarnya ingin ia ulang lagi, altar kembali melakukan penyatuan di bathtub, hal itu berhasil membuat Anna membuka mata nya.


"ya ampun altar, kamu amnesia beneran ga sih?" tanya anna dengan kesal


"ahh, Ken a pa ga ada be ahh da nya.. dasar suami mes umm" ujar Anna dengan terbata karna altar engga melepaskan nya.


"kamu berhasil membuat ku tergoda, jadi jangan banyak protes" ujar altar dengan nada dingin


"kenapa jadi aku yang di salahin?" tanya anna dalam hati


"berhasil sih, tapi aku juga yang rugi.. uhh capek " batin Anna lagi


***to be continued


hai guys jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 😍🙏 terimakasih


jangan lupa untuk mampir ke karya aku yang baru yaa***?


__ADS_1


__ADS_2