Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Peran utama


__ADS_3

Sementara di sisi lain hulya sedang menyuapi naya, tiba-tiba arsen datang dengan membawa banyak makanan dan mainan


"selamat pagi naya?" ujar arsen sambil tersenyum kepada naya yang sedang berjalan ke arah nya


"wahh udah lincah ya sekarang" ujar arsen yang kemudian menggendong naya


"ayoo aaa lagi?" ujar hulya sambil menyuapkan makanan untuk naya, Naya pun menggeleng kan kepala nya dengan cepat


"kok ga mau sih?" ujar hulya dengan kesal


"mau di cuapin dady" ujar naya dengan logat nya


"ya udah sini dady suapin ya?" ujar arsen mengambil alih mangkuk yang hulya pegangi


"sorry ya sen, dia manja banget ke kamu"


"kenapa sorry? aku seneng dia kaya gini ke aku" ujar arsen sambil tersenyum kepada hulya


"sekarang yang aku tunggu sikap manja kamu ke aku" ujar arsen sambil terkekeh, hulya pun menggeleng kan kepala nya


"ya Allah.. apa aku harus menerima arsen?" ujar hulya dalam hati, sejauh ini arsen memang membuktikan keseriusan nya, bahkan dia rela meninggalkan dunia gelap nya demi menjadi imam yang lebih baik untuk hulya, mungkin arsen memang sudah tak sekaya dulu. sekarang dia hanya mempunyai beberapa persen saham saja yang bisa di katakan itu adalah saham pemberian dari orang tua anna.


hanya itu milik nya yang bisa di katakan halal, dia benar-benar ingin memantas kan diri untuk hulya, diam-diam dia sering mengundang ustadz ke rumah nya, dia juga sering silaturahmi ke pondok-pondok hanya untuk sekedar menambah ilmu pengetahuan tentang agama.


"aku tau aku bukan lah orang paham agama seperti farhan, mungkin kamu masih ragu untuk ku jadikan makmum kan?" ujar arsen yang sontak memecah lamunan hulya.


"ahh? tidak seperti itu sen.. untuk apa orang yang paham agama tapi tidak bisa mengamalkan nya" ujar hulya sambil tersenyum getir


"aku menghargai pembuktian mu sen, hanya saja tolong beri aku waktu m" ujar hulya dengan serius


"iya aku tau, aku tidak ingin memaksa mu.. aku akan menunggu jawaban mu"


"terimakasih sen" arsen pun tersenyum


setelah selesai menyuapi naya arsen pun berpamitan untuk pulang


"aku pamit pulang ya? maaf mungkin aku ga bisa sering-sering kesini.. takut jadi fitnah" ujar arsen dengan serius


"iya, makasih ya sen" ujar hulya sambil tersenyum


"assalamualaikum " ujar arsen sambil tersenyum


"wa'alaikum salam.. dada dady" ujar hulya sambil melambaikan tangan mungil naya, melihat kepergian arsen naya pun menangis


"aduhh, jangan nangis dong sayang..." ujar hulya sambil membawa naya masuk ke dalam rumah


"kenapa cucu nenek kok nangis?" tanya bunda sambil mengambil alih naya dari tangan hulya


"dia nangis Karna di tinggal arsen pulang bund"


"loh, arsen kesini?"

__ADS_1


"iya, sebentar "


"huh! kamu kenapa ga coba buka hati buat arsen sih hulya?"


"hulya belum terlalu yakin bunda"


"minta petunjuk sama Allah"


"iya bundaa"


seminggu berlalu dan benar saja arsen tidak mengunjungi rumah bunda lagi, mungkin dia takut bila hulya jadi bahan omongan orang, malam itu hulya tidur lebih awal setelah melakukan sholat istikharah, hati nya bimbang dia butuh petunjuk dari Allah SWT.


setelah itu dia memutuskan untuk tidur, karna malam itu naya juga sudah tidur lebih awal.


saat sudah terbuai dengan lelap nya kantuk, hulya bermimpi bertemu seorang pria tinggi bertubuh tegap dan memakai baju putih sama seperti yang ia kenakan di mimpi itu, dia pun membalikan badan nya ke arah hulya


"arsen?" ujar hulya setelah mengetahui siapa pria itu


"hulya, aku ingin kita membina sebuah rumah tangga karna Allah, aku memang awal nya mencintai mu dan sangat terobsesi pada mu.. itu dulu sebelum aku tau kalau cinta yang abadi hanya lah mencintai sang pencipta.. aku memang bukan pria yang sempurna..aku masih harus banyak-banyak belajar untuk menjadi imam mu, tapi aku yakin ibadah ku akan semakin lengkap jika kita menikah" ujar arsen dengan lembut, tiba-tiba cahaya dari arah belakang tubuh arsen pun menyilaui penglihatan hulya, sampai akhir nya hulya menutup kedua mata nya, dan saat dia membuka mata arsen sudah tidak ada di depan nya.


saat kemudian dai terbangun tepat di sepertiga malam


" ya allah.. apakah ini petunjuk dari mu?" ujar hulya seorang diri


dai pun memutuskan untuk mengambil wudhu dan menjalankan sholat sunnah dua rakaat


"ya Allah.. terimakasih atas semua nikmat yang kau berikan padaku, ampuni dosaku dan dosa kedua orang tua ku.. terimakasih karna engkau telah memberikan hamba anugerah terindah yaitu naya.. dia adalah malaikat kecil ku ya Allah.. lindungi lah di dari perbuatan yang mungkar aamiin ya rabbal alamin"


pagi itu hulya menceritakan mimpi itu kepada bunda dan ayah nya, kedua orang tua nya pun berfikir sama seperti hulya


"iya ayah.. in syaa Allah hulya akan memulai nya lagi dari awal"


"baiklah nanti malam..ayah akan undang arsen kesini"


"iya ayah"


malam itu arsen datang bersama ustadz subki, karna dia mampir ke rumah hulya setelah usai istighosahan di masjid yang di pimpin oleh ustadz subki.


"assalamualaikum" ujar kedua nya


"wa'alaikum salam" sambut ayah hulya


"silahkan masuk ustadz..arsen..."


"terimakasih" jawab ustadz subki yang kemudian menduduki sofa ruang utama


"bagaimana kabar nya pak?" tanya ustadz subki kepada ayah hulya


"Alhamdulillah baik tadz.. ustadz sendiri bagaimana?"


"Alhamdulillah saya juga baik"

__ADS_1


"jadi arsen tadi habis istighosah di masjid ya?" tanya ayah kepada arsen


"iya ayah.."


tanpa bertele-tele lagi pun ayah menceritakan semua mimpi hulya, ayah juga meminta pendapat kepada ustadz subki yang sudah pasti beliau memberikan dukungan untuk pernikahan arsen dan hulya


"maaf ayah.. tapi apakah hulya sudah yakin?" tanya arsen penasaran Karna dia tak mau bila hulya menerima nya Karna keterpaksaan


"in syaa Allah dia sudah yakin" jawab ayah dengan mantap


Persiapan pernikahan pun dilakukan secepatnya nya, Karna niat baik juga harus segera di tunaikan.


pagi itu arsen dengan gagah nya menjabat tangan ayah hulya dan mengucapkan ijab qobul dengan lancar.


"Alhamdulillah hirobil alamin... barokallahu lakuma....." semua saksi pun ikut mendoakan tak lupa juga Abah dan ibu yai yang juga mengikuti acara pernikahan hulya, Anna pun memeluk hulya yang tengah berada di kamar nya


"akhirnya momy.. benar-benar menjadi milik kami" ujar Anna sambil tersenyum


"Alhamdulillah Anna.. jodoh tidak ada yang tau" ujar hulya mengeratkan pelukannya


beberapa saat kemudian arsen pun memasuki kamar hulya, dia menatap hulya yang sekarang sudah sah menjadi milik nya.


hulya masih sama seperti dahulu, selalu cantik di mata arsen, arsen mendekati hulya dan dengan cepat hulya menyalami arsen kemudian arsen menegang ubun-ubun hulya dan membaca kan do'a.


"cium dong dad" ujar Anna sambil tersenyum mengejek


"bismillahirrahmanirrahim"


cup!


hulya pun tersenyum malu, dia masih menunduk kan pandangan nya.


"ya udah lah.. anna pergi dulu ya? ehh jangan lupa sungkem dulu sama orang-orang di luar yang langsung di gas dad" ujar meninggalkan mereka berdua di kamar


"terimakasih hulya.." ujar arsen sambil tersenyum


"jangan berterimakasih kepada ku sen.. karna kau juga bersyukur kamu mau menerima ku yang sudah janda ini"


"biar pun janda aku yakin masih enak rasanya" ujar arsen sambil tersenyum menggoda


"ihh apaan sih" ujar hulya sambil mencubit lengan arsen


"ahhah bercanda.. biar pun kamu janda, tapi kamu lah peran utama nya"


"peran utama? maksudnya?"


"iyaa peran utama kaya di novel-novel gitu hahah"


"hahah bisa aja"


"peran utama di hati ku hulyaa" ujar arsen sambil tersenyum dengan tulus

__ADS_1


to be continued


hai guys jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 🙏😍 terimakasih othor masih butuh support dari kalian ya..jadi tolong dukung othor agar bisa lebih semangat lagi 💪😍


__ADS_2