
Perjalanan panjang yang sangat melelahkan secara tidak sadar anna tidur di bahu altar, pria itu juga ikut tertidur menjadi kan kepala anna sebagai tumpuan, tiba-tiba mobil yang di kendarai david berhenti altar tersadar dan dia membuka kedua mata nya, dia menegakkan tubuh nya dan Anna masih menyadar kan kepala nya di pundak altar.
"ada apa?" tanya altar dengan wajah keheranan
"seperti mobil nya mogok tuan, saya akan carikan montir untuk membenahi nya tuan.."
"ini sudah larut malam david.. lebih baik aku membawa anna menginap di hotel itu" ujar altar sambil menunjuk bangunan hotel berbintang 5 yang tak jauh dari jangkauan mereka.
"baik tuan muda.."
"panggil altar aja ya? saya kurang nyaman di panggil seperti itu"
"tap tapiii " ujar david dengan ketakutan, mana mungkin dia memanggil suami dari nona muda nya dengan sebutan nama saja? itu sama saja dengan bunuh diri.
"sudah lah.. aku akan menggendong anna, tolong buka kan pintu nya" ujar altar dengan tenang
"baik tu, altar hehe" ujar david dengan keraguan
Altar menggendong tubuh mungil anna, tak peduli dengan banyak nya orang yang melihat aneh ke arah mereka, toh mereka juga sudah sah menjadi suami istri.
"saya pesan kamar" ujar altar kepada resepsionis berbaju hitam dengan rambut di sanggul dan body yang sexy bak gitar spanyol itu.
"baik tuan, maaf apa anda perlu bantuan?" ujar resepsionis itu dengan keheranan melihat pemandangan di depan nya
"tidak, istri ku sedang tertidur saja..dia tidak kenapa-napa" setelah menerima kunci altar membawa tubuh anna untuk menuju kamar yang ia pesan, banyak sekali pengunjung yang menatap sinis bahkan ada yang berbisik tidak suka, altar tetap cuek dan fokus berjalan.
Sesampai di kamar altar merebahkan tubuh Anna dengan perlahan di kasur empuk itu, Anna masih belum juga terbangun jadi altar memutuskan untuk mandi lebih dahulu baru membangun kan nya untuk sholat isya,
Anna pun menggeliat memiringkan tubuh nya. saat altar sudah selesai dia langsung mendekati Anna yang masih terpejam dan membelakangi nya, dia menatap aneh pada bercak merah di gaun anna yang berwarna putih itu tepat di bagian pantat nya, altar mendekati Anna mamastikan bahwa itu benar-benar darah karna warna nya merah segar, dia memegang kain yang bernoda itu, tanpa jijik altar mencium bau bercak itu dan benar, itu memang darah bisa di pastikan kalau Anna sedang kedatangan tamu bulanan. dia pun menelpon resepsionis hotel tersebut untuk memberikan nya pembalut, Anna masih tertidur dengan pulas saat altar sudah mendapatkan apa yang dia pesan.
altar memutuskan untuk sholat terlebih dahulu setelah dia membangun kan anna, namun seperti di hipnotis anna tak kunjung bangun.
"Anna.. bangun lah" ujar altar sambil menggoyang kan tubuh Anna, namun anna sama sekali tak bergeming
"Anna bangunn" ujar altar lagi dengan nada yang agak meninggi, mata itu masih dengan posisi yang sama yaitu terpejam
"ckk! di apain yaa biar bangun" ujar altar seorang diri, sesaat kemudian dia membulat kan kedua matanya sambil mengacungkan jari telunjuk nya pertanda dia sudah menemukan ide
"aku cium aja lah, pasti bangun"
__ADS_1
cup
altar mencium bibir anna sekilas berharap agar anna terbangun dari tidur nya namun car a itu juga tidak berhasil, kemudian altar ******* kembali bibir anna dengan lembut karna jujur saja bibir nya masih sakit, cara ampuh itu juga tidak bisa membangun kan anna
"apa mungkin Anna tidur senyenyak itu?" ujar altar seorang diri, dia pun kehabisan cara namun dia tak mungkin membiarkan anna tetap dalam kondisi seperti itu.
akhirnya dia memutuskan untuk melepaskan baju anna dan mengganti kan Anna baju, satu persatu baju anna telah terbuka dan altar melihat pemandangan itu sambil merem melek karna takut kelepasan, dan yang paling tidak dia ketahui adalah bagaimana cara memasang pembalut itu. tak ingin kehabisan akal altar pun melihat tata cara memasang pelindung segi tiga itu dari YouTube sungguh ini menjadi pengalaman pertama bagi nya.
"ohh jadi cuma kaya gini?" ujar nya setelah berhasil memasang pelindung itu pada tempat nya
"bismillah.. tahan altarr" ujar altar pada diri nya sendiri dengan perlahan dia memasang itu di area Anna, hati nya ikut berdesir,jangan ditanya lagi bagaimana keadaan kelelakian nya bagaimana? sudah pasti tidak seperti semestinya.
....
"ahh akhirnya selesai jugaa, ya Allah Anna kamu benar membuat kuu huh!" ujar altar menghembuskan nafas dengan kasar
setelah itu altar merebah kan tubuh nya di samping Anna, dia menghadap kan diri nya ke tubuh Anna yang telentang.
"cantik" ujar altar sambil membelai wajah anak mengunakan tangan nya
"kapan kamu jinak?" ujar altar sambil terkekeh sendiri
cup
"kalo diem kaya gini kan lucu" ujar altar yang kemudian menarik Anna ke dalam pelukan nya.
pagi itu altar bangun lebih dulu seperti biasa dia menunaikan kewajiban nya sebagai seorang muslim yaitu 2 raka'at sholat subuh, Anna pun mengerjapkan kedua mata nya dan memandangi sekitar, dia tampak asing dengan tempat itu, kemudian dengan cepat dia bangun dengan posisi duduk dan kaki di lurus kan dia menatap altar yang masih sholat di samping ranjang yang ia tiduri.
kemudian mata nya beralih menatap tubuh nya dengan terkejut! kedua mata Anna membulat lebar dengan sempurna.
"aaaaaa!!!" teriak anna sambil memeluk tubuh sendiri, altar telah usai menunaikan kewajiban nya kemudian dia menatap yang juga menatap nya dengan tatapan murka, altar mengacuhkan Anna dan memilih itu pergi sambil melipat sajadah nya
dug!
dengan keras anna melempar altar dengan guling bersarung putih itu, altar pun membalikkan badan nya dan mendekati anna dia duduk di tepi ranjang tepat di dekat anna
"kenapa?" tanya altar dengan santai
"kenapa-kenapa! apa yang lo lakuin tar!? Lo gila ya?!" ujar anna sambil mendorong tubuh altar namun Altar masih tetap duduk tegap di tempat itu
__ADS_1
"aku ga ngapa-ngapain" jawab nya dengan wajah tanpa dosa
"ohh you as like devil! jujur lo..semalem lo apain gue hah?!"
"ganti baju sama pembalut kamu"
"what!?" teriak anna semakin terkejut
"kamu lagi pms terus aku bangunin kamu ga bangun-bangun terus aku lihat bercak merah di gaun kamu jadi aku"
"stop altar!" ujar anna sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya, altar pun terkekeh melihat nya
"jadi mulai sekarang ga usah malu, aku udah lihat semua nya" ujar altar dengan santai
"aaaahhhhh stop!!!!" teriak Anna sambil memegangi kedua telinga nya
"Kenapa sih? aku cuma mau bantuin kamu, lagian kamu di bangunin susah banget sih" ujar altar sambil menahan tawa nya
"altar you are the real crazy man! i hate you" Anna sambil berlari menuju kamar mandi
wajah malu nya sudah tidak bisa di sembunyikan lagi dari Altar
"aaahhh aku maluuu" ujar anna sambil duduk di tepi bathtub
to be continued
hai guys jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa ππ terimakasih dukungan kalian sangat penting untuk menambah semangat author βΊοΈ
hai guys jangan lupa juga buat mampir ke novel aku, pokonya di jamin ga kalah seru, judul nya "The owner of my last love" menceritakan tentang seorang pria dingin yang menganggap semua wanita itu sama, namun keyakinan nya berubah saat dia bertemu alea maharani, wanita biasa yang pertama kali menolak pesona seorang zidan firmansyah.
karna merasa alea adalah wanita yang berbeda zidan pun tertarik dan mencoba untuk mendekatinya.
namun semua tak semudah yang dia kira, Alea dengan tegas menolak zidan karna cinta nya telah terpaut Kepada Eza faldiano yang merupakan sahabat masa kecil nya.
akankah Zidan dapat membuat hati Alea luluh?
jangan lupa mampir ya guyss thank you π
__ADS_1