Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Tau banget


__ADS_3

Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


hari itu mereka sudah berada di dalam pesawat, rummi menagih janji Alex yang kata nya ingin mengajak nya pulang, tanpa banyak bicara Alex pun menuruti keinginan istri nya, kini mereka tengah berpelukan di atas kasur empuk di dalam jet pribadi milik Alex.


"mas, hobby kamu tuh tidur ya?" tanya rummi saat Alex kembali memejam kan kedua mata nya


"no, aku ga tidur sayang" jawab Alex yang masih memejamkan mata nya


"rummi menatap wajah tampan Suami nya, dia mengusap wajah Alex dengan lembut


"apa harus di culik dulu biar kamu sadar kalo kamu sayang sama aku" ujar rummi sambil menangkup kedua pipi Alex


"maaf, aku terlalu naif.. aku ragu dengan perasaan ku sendiri " ujar Alex yang kemudian membuka kedua mata nya


"apa kamu masih mengharapkan Anna?" tanya rummi penasaran


"aku rasa tidak" jawab Alex yang sebenarnya masih menyimpan keraguan di dalam hati nya


"aku mencintaimu, mas...jangan sakiti aku lagi" ujar rummi kembali memeluk tubuh Alex dengan erat


"aku juga mencintaimu.." ujar Alex sambil menciumi kening rummi berkali-kali


....


sementara di sisi lain anna dan altar sedang ada di perjalanan menuju ke rumah kedua orang tua altar, ibu altar menginginkan altar untuk menggantikan ayah nya untuk mengurus pondok pesantren milik nya, altar yang adalah anak satu-satunya nya dari keluarga itu, jadi siapa lagi kalau bukan diri nya?


"sayang.. kamu harus ikut membantu ku untuk mengurus pesantren..aku juga butuh support dari kamu " ujar Altar kepada Anna yang dari tadi hanya terdiam saat Alex berbincang dengan orang tua nya melalui handphone nya.


"kamu siap kan?" tanya altar lagi


"aku ragu, kamu tau kan? aku belum terlalu mendalami ilmu agama seperti mu.. bahkan umur ku masih sangat muda sekali " ujar Anna sambil menunduk kan kepala nya


"semua itu bukan perkara ilmu dan umur, tapi usaha kita Anna.. kamu pasti bisa, kita berusaha bersama menjadi lebih baik lagi" ujar altar sambil memeluk tubuh istri nya dari samping


"aku belum pantas di sebut ibu nyai" ujar Anna sambil menunduk kan kepala nya


"aku juga belum siap di panggil yai, kita masih bisa di sebut sebagai Ning dan Gus" ujar Altar sambil tersenyum kepada Anna


"aku masih ga nyangka, perasaan baru kemarin aku masuk pesantren, tiba-tiba aku menikah dengan mu,terus aku hamil, setelah itu kamu di minta untuk mengurus pesantren orang tua mu,dan Abah yai juga mendukung itu.. aku masih mau jadi murid nya beliau, bang.." ujar Anna sambil menyandar kan Kepala nya di dada bidang milik altar


"ini lah yang di nama kan takdir.. kamu dan aku memang di takdir kan untuk seperti ini.. berdo'a lah semoga kita bisa mengemban amanah ini dengan baik" ujar altar yang berusaha membuat Anna lebih tenang


"bismillahirrahmanirrahim" ujar Anna sambil memejam kan kedua mata nya


....


sesampainya di kediaman keluarga altar, Anna dan altar di sambut oleh bibi nya.


"assalamualaikum" ujar altar dan anna sambil menyalami bibi


"wa'alaikum salam" jawab bibi sambil


"ayo masuk.. pasti kalian capek kan?"


"iya bik.. bumil ku ini pasti capek, iya kan sayang?" tanya Altar yang kemudian menggendong anna ala bridal style.


"bang.. sini" ujar Anna sambil menarik tangan altar yang hendak pergi lagi saat berhasil merebahkan tubuh Anna di kasur


"aku mau keluar sebentar sayang.. mau ngecek keadaan pesantren" ujar altar sambil tersenyum kepada Anna


"istri dulu dong, kan baru nyampek.."


"kamu duluan yaa" ujar altar sambil melepaskan genggaman Anna


...


pondok pesantren milik orang tua altar memang belum begitu besar, 200 santri putra dan 210 santri putri, altar juga di beri amanah untuk mengurus bisnis ayah nya selama pengobatan, hal itu akan menambah tanggung jawab altar semakin besar.


"huh! padahal aku kangen banget di manjain dia.. kalo kaya gini ceritanya sih.. aku bakalan jarang dapet perhatian dia" ujar Anna sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh nya

__ADS_1


....


"selamat datang gus.." ujar rahmat selaku lurah pondok pesantren putra


"bagaimana kabar mu mat?" tanya altar sambil menerima uluran tangan dari rahmat


"Alhamdulillah baik, Gus.. kalau Gus sendiri gimana kabar nya?"


"Alhamdulillah, sehat.."


"istri nya di ajak juga Gus?"


"iya, tapi masih istirahat di dalam"


"oh begitu, mari Gus.. saya antar keliling pesantren, sudah lama kan tidak pernah berkeliling" ujar rahmat sambil berjalan menunduk di dekat altar


"mari.." ujar altar sambil memeluk tubuh Rahmat dari samping.


....


Anna tidak bisa tidur, kedua mata nya benar-benar tidak bisa terpejam tanpa belain sang suami mungkin itu adalah pengaruh dari sang bayi juga.


"aku keluar aja lah.. mau nyari, bang altar "


...


Anna keluar dan berjalan menyusuri bangunan tinggi dan melewati sebuah aula sekolah menengah atas, dia melihat banyak nya santri putri yang berlarian, bercanda tawa,membaca buku,menghafal kitab,dan memakan Snack bersama teman-teman nya.


pemandangan seperti itu membuat Anna rindu akan masa-masa indah nya sewaktu di pesantren dulu, tiba-tiba mereka berkerumpulan berebut salam dari Anna.


"selamat datang, ning.. mari saya antar keliling di sekolah ini" ujar salah seorang santriwati sambil menggandeng tangan Anna


"makasih yaa" ujar Anna sambil tersenyum


"wahh, Ning nya cantik yaa.. ternyata lebih cantik asli nya dari pada di foto" ujar salah seorang santriwati yang kemudian di iyakan oleh teman-temannya


...


"oh iya.. nama kamu siapa?" tanya anna yang sontak membuat kedua nya berhenti di tempat


"nama ku nayla, ning.."


"umur berapa?" tanya anna lagi


"umur saya, 16 tahun.. kelas 11, ning"


"wahh, masih asyik-asyiknya yaa" ujar Anna sambil tersenyum sendu


"Ning pengen balik sekolah lagi?" tanya Nayla


"emm, mana mungkin..aku sedang hamil" ujar Anna sambil mengusap perut nya yang masih rata


"ya siapa tau gus al, mengizinkan ning.. hehee"


"iya juga yaa, ini kan sekolah milik dia.. " ujar Anna sambil tersenyum sumringah


"benar ning, tidak ada salah nya untuk bertanya" ujar Nayla sambil tersenyum juga


....


"nay..sering main ke ndalem ya?" pinta anna saat hendak meninggalkan sekolah itu


"iya, ning.. Ning bisa panggil saya kapan saja kalo bosan hehe"


"oke, nanti aku panggil melalui kantor pengurus putri hahha"


"waduh kesan nya kaya punya masalah kalo begitu "


"hahahh, ya engga dong.."

__ADS_1


"iya ning, siap.. kapan aja siap" ujar Nayla sambil tersenyum


"oke, duluan yaa" ujar Anna sambil melambaikan tangan nya


.....


Anna kembali ke kamar nya, dia belum menangkap sinyal kehadiran suami nya dari tadi, entah kemana pergi nya altar, kalau saja dia membawa handphone pasti sudah Anna telpon.


ceklek..


"bang.." ujar Anna sambil tersenyum dan membalikkan badan nya


"ehh, bibi.. kirain bang altar "


"cieee, ada yang kangen nih " celetuk bibi sambil berjalan mendekati Anna


"kamu kok dari tadi ga keluar, emang ga bosen?" tanya bibi yang kini berdiri tepat di hadapan Anna


"baru aja masuk kesini lagi bik.."


"ohh yaa, suami ku dimana ya bik?"


"dia masih keliling pondok putra mungkin "


"oh, ya udah lah.. anna mau tidur aja, bibik mau ikut?"


"engga deh, bibi mau bikin sesuatu di dapur"


"ya udah, kamu istirahat aja Anna"


"iyaa bik.." ujar Anna sambil tersenyum


......


hingga saat sore hari Anna tertidur, altar pun akhirnya kembali ke kamar lagi, dia menatap istrinya yang tidur meringkuk dengan cepat altar memeluk tubuh Anna.


"bang?" ujar Anna sambil mengerjakan kedua mata nya


"baru bangun?" tanya altar


"iyaa, kamu dari mana sih? aku kangen tau" ujar Anna sambil bergelayut manja di dada bidang suami nya


"keliling pondok, sayang " ujar altar sambil menciumi tengkuk istri nya


"jangan bikin pengen..udah dari tadi pengen kamu nya malah pergi, ini udah sore tau" ujar Anna dengan cemberut


"kamu pengen dari tadi?" tanya altar sambil membulat kan kedua mata nya


"kenapa ga ngomong?"


"ya aku takut ganggu" ujar anna


"astaghfirullah, tapi kalo gini mubazir dong nama nya.."


"mubazir gimana?"


"mubazir menyia-nyiakan kenikmatan dunia hehee" ujar altar yang terus menciumi Anna


"hihhh, kamu kan juga ada keperluan tadi"


"lain kali kalo pengen ngomong yaa" ujar altar sambil mencubit hidung mancung anna


"ga deh.. kamu kalo udah aku yang pengen duluan bisa lupa waktu soal nya..kasihan santri-santri "


"hahahha kamu ini.. tau banget" ujar Altar sambil memeluk tubuh istri nya


to be continued


jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss 😍🤩 terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2