
Malam itu atika tidur menemani hulya, pagi buta sekali bunda mengantar kan naya kembali ke pada hulya.
"assalamualaikum umiiii" teriak bunda memasuki rumah hulya yang memang tidak terkunci, hulya dan atika masih sibuk menyiapkan sarapan pagi.
"hul.. kaya ada yang salam" ujar Atika sambil menumis kangkung
"pagi anak bundaa? loh ada Atika juga?" ujar bunda yang tiba-tiba muncul
"ehh sayang nya umi udah pulang, sini gendong" ujar hulya mengambil alih naya dari gendongan bunda nya.
"iya nih bund, tika semalem nginep disini hehee" ujar Atika sambil menyalami bunda
"lanjut masak dulu ya bund" ujar Atika sambil kembali menongseng kangkung
"iyaa sayang" ujar umi sambil tersenyum
"Farhan mana hul?" tanya umi
"emm kak farhan, ituu emm lagi di rumah siska bunda"
"loh, bukan nya harus nya dia disini? apa kamu ga ngasih tau kalo kamu udah pulang dari pondok?"
"udah kok bund, kak farhan udah tau "
"terus ngapain dia disana"
"jadi semalem itu hulya di" jawab Atika yang kemudian terpotong oleh hulya
"hulya di samperin kak farhan terus dia bilang siska lagi sakit, ya udah lah ga papa kan kalo dia mau ngurusin siska "ujar hulya berbohong, Atika mengerut kan alis nya, kemudian hulya memberikan kode lewat eye contact, Atika memutar bola mata nya dengan malas.
"bibii.. bibiii" ujar naya memanggil-manggil Farhan
"Abi lagi ga di rumah nay.. jangan rewel ya " ujar hulya mengelus puncak rambut naya
"bibii.. mau bibii"
"ya udah kita telpon Abi ya?" ujar hulya dengan lembut, dia beranjak pergi dari situ agar bisa lebih leluasa.
drrrttt drrtttt drrrtttt
"duhh berdering doang tapi ga diangkat" ujar hulya seorang diri
dia kembali menelpon lagi, namun panggilan nya di tolak
"astaghfirullah.. Kak farhan kenapa sih?"
hulya kembali menelpon lagi dan kemudian di angkat
"halo assalamualaikum kak" ujar hulya
"ini ada naya.. kita alihkan ke panggilan Vidio ya?"
"maaf suami ku belum bangun" ujar siska
deg!
"emm kalo gitu tolong bangunin ya sis.. kasihan naya nyariin nih"
"oke bentar"
"sayang.. bangun sayang" suara telpon itu sengaja di loud speaker agar hulya bisa mendengar jelas suara mereka
cup
"astaghfirullah kuat lah aku ya Allah"
ujar hulya dalam hati
"sayang.. bangun dong, ihh kok malah di peluk lagii.. ini udah pagiiiii" ujar siska dengan manja
"emm aku ngantuk sayang" Jawab farhan dengan suara serak khas bangun tidur
"ga biasanya Kak farhan bangun sesiang ini.. masa iya dia ga sholat subuh" ujar hulya dalam hati
"sayang.. bangunn" ujar siska lagi
"bangu ga! kalo engga ak eeemmppphh" ujar siska terpotong karna Farhan Melu*at bibir nya
"astaghfirullah" air mata hulya menetes tak bisa di tahan lagi dia menjauh kan handphone itu dari wajah nya, takut bila suara tangisan nya terdengar
__ADS_1
"sayang, ini istri kamu nelpon tau.. anak kamu nyariin nih" ujar siska dengan nada tinggi
"udah lah biarin aja, dia juga udah bohongi aku.. sekali-kali biar dia ngerasain gimana kalo ku cuekin dia" ujar Farhan dengan keras
"hufffttt" hulya menghembuskan nafas dengan kasar
"sis.. tolong kasih handphone nya ke Kak farhan" ujar hulya
"oke, nih sayang"
"apa?" tanya farhan dengan nada malas
"kak.. aku cuma mau bilang kalo Naya kangen sama kamu, tolong pulang yaa" ujar hulya kembali meneteskan air mata nya, namun tanpa suara
"yaa" jawab farhan dengan singkat
"kak.. bisa pulang sekarang ga sih? kasihan naya" ujar hulya lagi
"iyaa.. kamu bisa sabar ga sih? aku baru aja bangun" ujar farhan dengan nada kesal
"astaghfirullah kak.. terus Kaka sholat kan?"
"udah" jawab farhan berbohong
"bener ya kak.. jangan sampek engga" ujar hulya
"iyaa, aku tau apa yang harus aku lakukan.."
tutt tuttt.
panggilan telpon itu di matikan sepihak, Naya masih setia menatap hulya dengan kebingungan namun kini dia hanya diam, seperti nya dia tau kalo hulya sedang tidak baik-baik saja.
"nayaa, sebentar lagi abi pulang.. kita sarapan dulu yuk" ujar hulya sambil tersenyum dan menghapus air mata nya, Naya hanya terdiam dan kemudian mencium pipi hulya
"emmm anak umi baik banget sih" ujar hulya sambil mencubit pelan pipi naya.
setelah selesai memasak bunda membantu Atika menyiapkan berbagai makanan di meja makan.
"wahh jadi tambah laper lihat beginian" ujar ujar Atika mengelus perut nya
"hahaa ya udah, bunda panggil hulya dulu ya tik.. abis itu kita sarapan bareng-bareng"
hulya masih setia duduk di samping naya yang sedang asyik bermain boneka
"hulya.. ayo sarapan sayang, biar ratih yang jaga naya"
"Ratih"teriak bunda
"iya buk.." ujar ratih mendekat
"tolong kamu jagain naya dulu yaa? kita mau sarapan"
"baik buu" ujar ratih sambil menggendong naya
"ayo sayang" ujar umi tersenyum kepada hulya
"iya bund"
"aaaa akhirnya datang juga kalian, yukk sarapan yukk udah laper nih" ujar Atika
"perasaan yang punya rumah aku yaa? kok kamu yang heboh nawarin makanan hahaaa" ujar hulya sambil menarik kursi untuk di duduki nya
"ya ga papa.. kan aku juga ikut masak hehee, iya kan bund?" ujar Atika sambil mengedipkan sebelah matanya kepada bunda
"hahahaa iya tikaaa, ya udah ayo sarapan mumpung masih anget jadi enak"
setelah usai sarapan bunda langsung pamit pulang begitupun dengan Atika.
"hul, besok lusa naya bunda ambil lagi ya?" ujar bunda yang sudah berada di dalam mobil dan membuka jendela mobil nya
"hahaha iya bundaa"
"dadaa cucu nenek? jangan kangen nenek yaa? haha"
"iya Nek.." ujar hulya mewakili naya
"ya udah assalamualaikum"
"wa'alaikum salam"
__ADS_1
"hulya, aku juga mau pamit ya? maap ga bisa nemenin hari ini, soalnya aku ada kerjaan numpuk banget"
"iya ga papa tik.. btw thanks yaa? kamu udah mau nemenin aku semalam"
"iya hulyaa, oh yaa kalo ada apa-apa jangan di pendem sendiri.. telpon aku Poko nya"
"siap bestie! hahaha"
"ya udah aunty pulang dulu ya cantik.. assalamualaikum" ujar Atika sambil mencium pipi gembul naya
"wa'alaikum salam hati-hati"
"okee"
beberapa menit setelah kepergian atika, farhan pun datang dengan.
"assalamualaikum" ujar Farhan memasuki rumah
"wa'alaikum salam" ujar hulya sambil menyalami farhan
"bibiii" ujar naya yang langsung mengarah kan kedua tangan nya kepada farhan, pertanda bahwa dia ingin di gendong farhan.
Farhan pun menggendong naya dan kemudian duduk di sofa, Naya terlihat bergelayut manja.
"kak.. kenapa semalam ga pulang?" tanya hulya sambil menduduk kan diri nya di sofa
"aku malas berdebat hulya, kamu udah bikin aku kecewa juga.."
"astaghfirullah kak.. jadi Kaka masih berfikir kalo aku ada hubungan sama Arsen?"
"memang kenyataannya begitu kan?"
"enggak kak.. mana mungkin aku kaya gitu"
"heh! ga ada yang ga mungkin, kamu bisa aja cari kepuasan lain di luar sana saat ga ada aku"
Tess..
air mata hulya kembali menetes
"astaghfirullah kak.. jadi maksud kaka aku ini wanita apaan?"
"wanita yang sok polos" ujar sambil tersenyum miring
"cukup kak! aku udah muak!" ujar hulya dengan tinggi
"Ratih!" teriak Farhan yang sontak membuat Ratih berlari mendekati nya
"bawa naya pergi dari sini" ujar farhan sambil menyerahkan Naya kepada ratih, dengan cepat Ratih membawa Naya pergi dari kedua pasangan tersebut.
"kamu muka? sama! aku juga!" ujar Farhan membulat kan kedua matanya dengan sempurna
"kamu minta apa hulya ayo katakan?" tanya farhan lagi yang sontak membuat hulya terkejut
"maksud kaka?"
"kamu ingin bercerai kan?"
"ya.. " ujar hulya dengan nada melemah
"oke..aku talak kamu hulya!"
deg!
to be continued
hai guys jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 🙏😍 terimakasih
jangan lupa juga buat mampir ke novel terbaru aku, pokonya di jamin ga kalah seru, judul nya "The owner of my last love" menceritakan tentang seorang pria dingin yang menganggap semua wanita itu sama, namun keyakinan nya berubah saat dia bertemu alea maharani, wanita biasa yang pertama kali menolak pesona seorang zidan firmansyah.
karna merasa alea adalah wanita yang berbeda zidan pun tertarik dan mencoba untuk mendekatinya.
namun semua tak semudah yang dia kira, Alea dengan tegas menolak zidan karna cinta nya telah terpaut Kepada Eza faldiano yang merupakan sahabat masa kecil nya.
akankah Zidan dapat membuat hati Alea luluh?
jangan lupa mampir ya guyss thank you 😍🙏
__ADS_1
.