
"Kamu mau ngapain? jangan kasar-kasar yaa" ujar hulya ketakutan
"kamu tenang aja.. aku cuma mau nikahin dia secepat nya" ujar arsen dengan santai
"apa!? dengan siapa? kenapa buru-buru?"
"dengan ustadz altar itu, aku sudah menelusuri latar belakang keluarga nya dia adalah imam yang baik untuk Anna..ku rasa anna hanya akan bisa menurut pada nya"
"kamu yakin?"
"yakin, aku juga sudah meminta solusi dari abah yai, dan beliau mengizinkan"
"ohh begitu.. ya sudah semoga saja Anna bisa menjadi lebih baik lagi"
"aamiin"
"ohh yaa kalo kamu butuh bantuan aku buat bujuk Anna ngomong aja ya sen?"
"iya hul.. makasih yaa"
"sama-sama "
"emm udah dulu ya sen.."
"iyaa"
"assalamualaikum "
"wa'alaikum salam"
"kamu memang terbaik hulyaa, bodoh sekali si brengsek itu menyia-nyiakan mu" ujar arsen mengerat kan kedua rahang nya.
sementara di sisi lain keluarga altar sudah mengetahui rencana pernikahan altar dan anna, arsen memang sudah menemui pihak keluarga terlebih dahulu.
lebih-lebih dia mendapatkan restu dari Abah yai, kedua orang tua altar pun tidak keberatan sama sekali, karna Anna masih di bawah umur arsen menyaran kan untuk tetap melanjutkan pendidikan nya baik sekolah maupun pondok nya.
altar pun menerima syarat itu, tanpa keberatan sama sekali.
entah apa yang membuat dia yakin untuk menikahi anna, padahal sebelumnya altar adalah orang yang tidak pernah dekat dengan wanita manapun.
dia terkenal sangat dingin dan tertutup kedua orang tua nya pun tidak pernah tau siapa orang yang di cintai nya.
langkah pertama arsen akan datang ke pondok pesantren untuk bermusyawarah dengan keluarga altar dan juga Abah yai, setelah itu dia akan menangani anna.
mau tau tidak arsen tidak peduli, dia tidak pernah bisa menerima penolakan.
kedatangan arsen di pondok telah di ketahui oleh anna, dia berfikir bahwa dady nya akan membela dan membawa nya pergi dari pondok.
"Anna.. di panggil dady mu" ujar ustadzah Aisyah yang tiba-tiba saja masuk ke asrama anna
"oh dady... akhirnya kau datang juga" ujar dengan wajah sumringah
dengan langkah cepat dia keluar, celingak-celinguk namun tidak ada sosok dady nya.
"Dady mu di ndalem Abah yai.. kamu langsung aja kesana.." ujar ustadzah Aisyah yang sontak mendapat anggukan dari Anna
Anna masih berjalan perlahan saat sudah berada di depan halaman rumah Abah yai, rumah itu tampak ramai.
dia agak canggung untuk masuk, tak lama kemudian arsen pun keluar.
__ADS_1
wajah Anna semakin tersenyum sumringah melihat nya
"dad.. take me go" ujar anna dengan muka sok sedih
"come here girl, kita masuk dulu yaa" ujar arsen sambil merangkul pundak anna
anna pun sempat terkejut karna di dalam rumah itu sudah banyak orang, dua orang tua parubaya,Abah yai,ibu nyai, arsen,david,dan yang paling menyebalkan bagi nya.. altar!
"ngapain dia disini" ujar Anna dalam hati
"dulu dulu naa" ujar ibu nyai yang mempersiapkan anna untuk duduk, dia pun duduk di dekat arsen. mata nya masih menatap wajah arsen dia nampak meminta penjelasan dari sosok pria garang itu.
"jadi begini anaa.. setelah kita bicarakan dan kita fikiran secara matang-matang.. kami ingin menikah kan kamu dengan Altar segera mungkin" ujar Abah yai dengan santai dan terus menatap Anna yang masih kebingungan
"what!? nikah? sama dia?" ujar anna seakan tak percaya
"dad? do you know?" tanya anna kepada arsen yang sontak mendapat anggukan kepala
"no dad... please, aku.. aku"
"kami ingin kalian segera menikah agar altar bisa dengan leluasa menjaga kamu dear" ujar arsen sambil tersenyum kepada anna
"dad.. Anna bisa jaga diri, dady tau itu kan? Anna ga butuh dia" ujar anna sambil menatap altar dengan tajam, altar hanya menatap Anna dengan tatapan tanpa arti.
"ini sudah keputusan kami.. kamu ingin membuat dady bahagia kan? cuma kamu harapan terakhir dady, kamu harus jadi wanita yang lebih baik" ujar arsen dengan lembut
"Anna.. kamu tenang saja ya nduk, nanti walaupun kalian menikah kamu masih bisa sekolah sama mondok, kamu ga harus tinggal serumah sama altar, seperti saat ini.. kamu di asrama mu dan altar di asrama nya" ujar Abah yai
kedua orang tua altar sudah mengetahui sikap dan ulah calon menantu nya itu, namun mereka tak memprotes sedikit pun justru mereka sangat mendukung perjodohan ini, karna dengan ini mereka tak pusing-pusing lagi untuk memikirkan jodoh untuk anak nya
Anna masih terlihat diam, dia ingin memberontak namun tak tega melihat arsen yang seakan pasrah, melihat wajah sendu arsen adalah kelemahan nya.
Anna menghela nafas dengan kasar.
"ya, saya menerima perjodohan ini.." ujar anna dengan lemah
altar pun sedikit menarik sebelah sudut bibir nya.
"Alhamdulillah" ujar semua nya
setelah selesai meminta persetujuan Anna, anna pun izin keluar.
entah kenapa dia ingin sendiri saat ini, arsen menatap Anna dengan senyum hambar, dia tau anna pasti sangat tidak menginginkan ini terjadi.
setelah musyawarah mengenai pernikahan selesai dan tanggal pernikahan di tentukan mereka berpamitan pulang, arsen mengajak altar untuk berbicara berdua saja.
"altar.. kamu tau? Anna adalah wanita istimewa yang saya punya.. saya tidak pernah menyakiti nya.. jadi saya harap kamu juga melakukan hal yang sama" ujar arsen menepuk punggung kekar Altar
"in syaa Allah.. saya akan jaga anna seperti anda menjaga dia pak" ujar altar dengan gugup
"jangan panggil pak.. panggil dady"
"ohh iya dad.."
"ya sudah saya pergi dulu ya"
"iya dad.."
arsen mencari keberadaan anna, dia pun menanyakan keberadaan putrinya kepada ustadzah Aisyah
__ADS_1
"ustadzah.. di mana anna?"
"ohh, tadi saya lihat dia naik ke pohon itu pak.." ujar Aisyah sambil menunjuk ke arah yang di tuju
"ohh terimakasih"
"sama-sama "
arsen menatap Anna yang sedang memakan jambu air, dia membuang sampahnya sembarangan, bahkan hampir mengenai nya.
"Anna.." ujar arsen yang sontak membuat Anna menoleh
"ada apa lagi dad?"
"turun.. dady ingin bicara pada mu"
anna menurut, dia pun turun dan duduk di kursi panjang yang juga di duduki arsen.
"Anna.. pernikahan mu akan diadakan seminggu lagi, dady minta kamu jangan berbuat onar lagi"
"what? seminggu.. kenapa buru-buru sekali dad" protes Anna
"kamu tau siapa dady kan? semua sudah dady atur"
"boleh aku menolak?"
"boleh"
"benar kah?" ujar anna tersenyum sumringah
"boleh, kalo kamu tega buat dady sedih ya ga papa " ujar arsen yang sontak membuat wajah Anna kembali murung
"dady tau kamu tidak suka dengan keputusan dady, tapi dady melakukan ini semua karna dady tau yang terbaik untuk putri kesayangan dady"
"kamu tau kan? dari kamu kecil pilihan dady selalu sudah terjamin"
"iyaa" ujar anna dengan terpaksa
"suatu saat kamu akan berterima kasih kepada dady" ujar arsen sambil tersenyum
"dady ingin kamu bahagia.."
"apa ini hukuman untuk Anna dad??" tanya anna penasaran
"awal nya iyaa, tapi setelah dady fikiran kan matang-matang ternyata semua ini banyak manfaat nya untuk kamu"
"hah.. ya sudah lah, Anna memang tidak pernah bisa menolak dady, karna dady juga jarang menolak keinginan Anna"
"dady yakin.. kamu akan bahagia sayang, mungkin awal nya terpaksa tapi lama-lama kamu akan merasa kan nya"
anna hanya terdiam dan malas menanggapi nya lagi.
to be continued
othor mau fokus bahas pernikahan anna dulu ya guys.. soalnya disini juga ada kaitannya sama hubungan hulya yang selanjutnya akan bagaimana 🤗
hai guys jangan lupa like komen dan vote nya yaa 🙏🤩😍
thank you 😍 ditunggu kopi sama bunga nya yaa😁
__ADS_1