
"Kamu minta apa hulya ayo katakan?" tanya farhan lagi yang sontak membuat hulya terkejut
"maksud kaka?"
"kamu ingin bercerai kan?"
"ya.. " ujar hulya dengan nada melemah
"oke..aku talak kamu hulya!"
deg!
hulya tak menyangka hal itu benar-benar terjadi, padahal dia masih sangat ingin mempertahankan rumah tangga mereka.
"kak!" teriak hulya yang sontak membuat Farhan menoleh ke sumber suara
"apa?"
"kamu.. sshhh huuuffff huh! kamu yakin?" ujar hulya kesusahan menahan tangis nya
"ya, itu kan yang kamu mau?"
"Kaka udah ga peduli lagi sama aku? Kaka udah ga cinta lagi sama aku?" ujar hulya mendekati farhan
"aku muak sama kamu hulya, kamu juga udah bohongin aku"
"oke, kalau memang aku bohong buktikan kebohongan ku .. jangan cuma asal ngomong"
"hah! ga usah berlaga benar, aku ga perlu cari tau hal yang sudah jelas terjadi" ujar Farhan tersenyum miring
"kak.. gimana dengan naya?" tanya hulya kebingungan karna sebenarnya dia tidak tega membuat naya kehilangan sosok ayah di usia nya yang masih dini.
"kamu pernah bilang aku boleh mengunjungi nya kapan saja kan?" ujar Farhan balik bertanya
"iyaa, aku akan pulang ke rumah bunda bersama Naya dan juga ratih.. aku akan meninggalkan rumah ini setelah kita resmi bercerai nanti" ujar hulya menundukkan kepalanya
"terserah pada mu" ujar Farhan seolah tak peduli
"ya allah.. maaf kan aku karna aku benar-benar tidak bisa mempertahankan rumah tangga ku" ujar hulya dalam hati
hari itu juga hulya membereskan semua barang-barang milik nya maupun milik naya, dia juga mengajak Ratih meninggalkan rumah itu. sebenarnya rumah itu adalah milik hulya, karna farhan membeli nya atas nama hulya.
namun hulya tak ingin tinggal di situ karna rumah itu banyak kenangan nya bersama farhan yang jelas nanti nya akan membuat dia semakin susah melupakan farhan.
hulya mengendarai mobil dengan mata kosong, pikiran nya melayang kemana-mana, dia masih tidak menyangka Farhan benar-benar mentalak nya.
sedangkan Naya sedang duduk di kursi belakang bersama dengan ratih, putri kecil hulya sama sekali tidak rewel mungkin saja dia bisa merasakan bahwa hulya sedang tidak bisa di repot kan.
sesampai di rumah bunda hulya pun lari masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan bunda nya, kebetulan sekali bunda sedang menyirami bunga di halaman belakang di temani ayah yang sedang ngopi.
hulya berlari memeluk bunda dari belakang, bunda terkejut dan membalikkan badan nya, aku sudah menangis.
ayah menghampiri hulya dan memegang kedua bahu hulya, dia menatap lekat kedua mata hulya yang sedang menangis, sesaat kemudian ayah menghapus air mata hulya dengan lembut dan kemudian memeluk hulya.
__ADS_1
bunda pun ikut larut dalam kesedihan putri semata wayangnya, kedua orang tua hulya belum banyak bertanya menunggu hingga hulya untuk menceritakan nya sendiri.
hulya melepaskan pelukan ayah dan menatap kedua orang tua secara bergantian
"bunda.. ayah.. hikkss hikks, maaf hulya tidak bisa mempertahankan rumah tangga kami" ujar hulya yang sontak membuat bunda memeluk tubuh hulya dengan erat.
"sayang.. ini bukan salah kamu, bunda dan ayah tidak akan marah.. bunda dan ayah akan selalu mendukung keputusan mu" ujar bunda yang ikut terisak
"terimakasih" ujar hulya semakin mengeratkan pelukannya, ayah pun ikut memeluk kedua wanita berharga nya itu.
"sudah ya sayang.. anak ayah uty kuat, jadi ga boleh nangis lama-lama" ujar ayah yang sontak membuat hulya melepaskan pelukan nya dan menghapus air mata nya
"iya ayah.. hulya harus bangkit dan kuat untuk jadi single mom buat Naya" ujar hulya sambil tersenyum
"bagus, ini baru anak ayah" ujar ayah sambil mengusap lembut puncak kerudung hulya
"ayah akan bantu kamu untuk mengurus perceraian kalian" ujar ayah begitu antusias.
Karna jujur saja dia tidak suka anak nya di perlakukan semena-mena.
hari itu ayah menelpon temen dekat nya sewaktu kuliah, yang merupakan seorang pengacara kondang.
selama hulya dalam proses perceraian secara hukum dia tinggal bersama ayah dan bunda.
mungkin bisa jadi dia akan menetap selama nya.
dari sidang pertama hingga akhir Farhan tak bisa datang, mungkin dia ingin mempercepat proses perceraian mereka.
arsen menggendong naya, karna Farhan tidak bisa hadir lagi hakim pun mengetuk palu nya pertanda mereka resmi bercerai.
"hulya? lihat lah naya sudah tertidur lelap, jadi biarkan aku mengantar mu pulang ya?" ujar arsen yang tengah menggendong Naya.
"iyaa, makasih ya sen" ujar hulya sambil tersenyum
"sama-sama" jawab arsen sambil tersenyum kepada hulya
sesampai di rumah arsen membawa naya ke kamar hulya untuk di rebah kan, dia merebahkan tubuh kecil naya dengan perlahan agar tidak bangun.
namun saat di mengambil tangan nya dari kepala belakang naya, Naya pun terbangun
"dad, angan pelgi" ujar naya menarik kerah baju arsen
"emm baik lah" ujar arsen merebahkan tubuh nya di samping naya, dengan cepat Naya memeluk tangan kekar arsen seperti guling.
arsen pun tekekeh melihat nya, karna naya tak memberi kan akses untuk arsen pergi akhirnya arsen pun mengantuk dan tertidur pulas bersama naya.
kedua nya saling berpelukan bak anak dan ayah, hulya pun heran kenapa arsen belum keluar juga, akhirnya dia menghampiri arsen.
ceklek...
"ehh mereka tidur?" ujar hulya dalam hati
hulya menatapi kedua nya dari jauh, seketika senyum manis hulya terukir di bibir nya.
__ADS_1
"hemm andai aja arsen dan aku saling mencintai, pasti naya akan memiliki sosok orang tua yang lengkap" ujar hulya terus tersenyum memandangi kedua nya
"memang nya kalo aku mencintai mu kamu mau menerima ku?" ujar arsen yang tiba-tiba terbangun dari tidur dan mengambil posisi duduk meluruskan kedua kaki nya
"loh, kamu ga tidur?" ujar hulya gelagapan
"hemm tadi tidur, sekarang udah bangun" ujar arsen sambil tersenyum
"kamu belum jawab pertanyaan ku hulya" ujar arsen lagi
"emm itu, aku belum memikirkan nya sen.. lagi pula kamu sudah mencintai wanita lain"
"kamu tau wanita itu siapa?" tanya arsen yang sontak membuat hulya menggeleng kepala nya
"orang itu adalah kamu" ujar arsen sambil mendekati hulya, hulya pun terkejut dan membulat kan kedua matanya dengan sempurna
"apa? aku? kamu jangan bercanda sen.. ahhah"
"aku serius hul.. aku sudah mencintai mu dari dulu, aku tidak ingin kamu tau.. karna aku takut kamu akan menjauhi ku" ujar arsen menatap lekat kedua mata hulya
"maaf sen.. tapi aku belum bisa memberikan Jawaban ku, aku belum mikir ke arah situ lagi"
"baik lah, akan ku tunggu Jawaban mu..dan beri aku waktu untuk membuktikan keseriusan ku"
"emm baiklah"
"oh yaa.. kamu keluar sana, aku mau tidur bersama naya"
"boleh ikutan ga?" ujar arsen menaikkan turun kan kedua alias sambil tersenyum licik
"apaan sih.. ga lah"
"Hahaha iya bercanda" ujar arsen sambil menutup kembali pintu kamar hulya,hulya pun menggeleng-geleng kan.
kemudian dia merebahkan tubuh di dekat malaikat kecil nya, Naya.. adalah alasan nya nya untuk kembali menjadi kuat.
senyuman naya adalah semangat untuk hulya, dia akan berusaha untuk membuat naya terus bahagia.
"sayang.. umi sayang sama kamu, umi janji umi akan bahagia kamu terus sayang"
ujar hulya mengelus lembut dahi Naya.
arsen pun tersenyum saat mendengar penuturan hulya, dia memang belum pergi dari balik pintu itu
"aku akan membuat hidup mu bahagia dan melupakan semua kesedihan mu hulya.. nayaa" ujar arsen dalam hati sambil tersenyum tulus.
***to be continued
jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss π terimakasih πβ€οΈ
ohh yaa jangan lupa mampir ke novel aku yang baru ya guys π dijamin seru dan bikin baperπ***
__ADS_1