
pagi itu dessy mengikuti ujian semester di sekolah, hari itu tak seperti biasanya.
dia benar-benar merasa tidak lengkap tanpa teman-teman nya, seluruh siswi mengerjakan soal nya dengan tenang.
setelah menyelesaikan tugas nya dessy langsung mengumpul hasil kerja nya kepada guru pengawas, setelah itu dia langsung berpamit untuk keluar terlebih dahulu karna bosan bila diam di dalam kelas.
"Bu.. saya keluar yaa" ujar dessy dengan sopan
"iyaa, ingat jangan menganggu kelas lain" titah bu guru
"baik, buk"
.
.
.
"hemm, sepi banget sih.. " ujar dessy sambil meletakkan kedua tangan nya di pagar bersemen, dia memandangi suasana sekolah dari atas bangunan, tatapan nya menyapu seluruh penjuru namun terlihat kosong, pikiran nya melayang entah kemana.
"kalo kaya gini berasa kaya hidup di kuburan! sepi! mending pulang minta di kutuk ibuk jadi istri nya milyarder" celoteh dessy sendirian
"udah kebelet nikah?" suara serak khas pria dewasa berkicau di telinga nya
"US..ustad!" ujar dessy sambil menatap kedua manik indah dari pria tampan yang kini berdiri di samping nya
"udah bosan ngejomblo?" tanya ustadz Azmi lagi
"hehee, bukan bosen lagi... tapi pengen ganti profesi jadi astronot aja!"
"astronot?" tanya ustadz Azmi sambil melengkung kan kedua alis nya
"iya, abis temen-temen aku punya pasangan Perfect semua.. kan aku pengen yang beda, macam alien kek.. makhluk astral kek!" jawab dessy secara asal
"hahaa, kamu ini ada-ada aja" ustadz yang di kenal dingin semacam bongkah es di kutub selatan itu tertawa? apa ini? hidayah Allah turun secepat ini ?! oh no!
dessy melebarkan kedua mata nya menatap senyuman manis bak madu dari sarang lebah nya
"kamu itu masih remaja.. nikmatilah masa muda mu.. jangan sampai kamu berfikir cetek.. dan menyesal di kemudian hari" ujar ustadz Azmi
Yang sontak membuat dessy tak berkedip mirip seperti boneka Annabelle.
__ADS_1
angin bertiup semilir menyapu pandangan nya
"ehh, ustadz Azmi kemana? kok tiba-tiba udah ngilang aja.. kek jin ivrit berhasil lolos" ujar dessy sambil menengok ke sekeliling tempat nya berdiri.
.
.
.
Lain hanya dengan dessy yang tengah menggalau karna predikat jomblo yang melekat abadi di dalam diri nya, kini rummi tengah di uji kesabaran nya, siapa lagi?
Alex lah..
Alex sedang menyelimuti tubuh nya dengan kain tebal nan lembut di atas ranjang nya, sejak 3 jam berlalu Alex enggan untuk membuka mata nya dengan alasan malas.
"mas.. bangunlah! ini tuh udah jam 9 loh!" sentak rummi sambil melakukan gerakan injak bumi
"ahhh, aku malas! dari tadi gangguin orang tidur aja!" begitulah Alexander Lemos, dia memang sudah menyatakan cinta nya Kepada rummi namun rummi masih belum merasa menang dengan hal itu, dia mempunyai tantangan yang lebih lagi, yaitu membuat Alex menjalankan kewajiban nya sebagai seorang suami dan muslim.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Alex mualaf karna cinta nya kepada Anna, bahkan hingga detik ini pun dia masih enggan untuk menjalankan kewajiban sebagai umat muslim, meskipun rummi sering mengingatkan kan bahkan nyerocos bak burung beo tetap saja membuat Alex belum sadar akan kewajiban nya.
"mas.. kalo mas ga bangun, jangan harap mas dapet jatah lagi! aku ga bakal ngasih" bak suara meriam yang memeka kan telinga alex, pria berwajah bule itu langsung terduduk dengan kedua mata tajam seperti elang menatap rummi dengan kekesalan yang ia tahan.
"kamu itu suami aku mas..imam dalam keluarga kecil kita, kamu yang seharusnya membimbing ku..dan apabila kamu salah aku akan"
"mengingat kan!?" sahut Alex yang sontak membuat rummi dan seluruh Indonesia raya merinding mendengar nya
"aku bosan rummi! bisa kah kau diam dan jangan terlalu mengusik perihal agama!? aku tau ..tapi aku belum mau melakukan nya..! aku tidak mau kau memaksa ku untuk melakukan ibadah apalagi aku tidak benar-benar niat untuk melakukan nya! jadi percuma kan!?"
"hemm.. mas, rummi cuma mau jadi istri yang bisa mengingat kan mas.. ini juga tanggung jawab rummi sebagai sesama muslim " ujar rummi yang kini memilih menunduk kan kepala nya
"aku tau maksud mu.. tapi dengar ya?" ujar Alex sambil mendongak kan kepala rummi dan menatap nya dengan penuh arti
"aku bukan altar! aku Alexander Lemos! kau tidak usah memaksa ku untuk menjadi orang lain "
"aku tidak ada maksud untuk membuat mu menjadi orang lain, mas.. aku hanya ingin kamu"
"stop!" bak kilatan petir yang menyambar otak rummi, dia bergeming dengan otak yang tak berfungsi beberapa detik yang lalu
"maaf..aku tidak bermaksud mengasari mu..aku hanya tidak ingin kamu memaksa ku" ujar Alex memelan kan intonasi nya
__ADS_1
"aku permisi, mas.." ujar rummi sambil berjalan meninggalkan Alex di kamar nya
.
.
.
"ya Allah... aku cuma mau suami aku berubah menjadi baik, berikanlah dia kesadaran.. bukalah hati dan mata nya.. berikan lah dia hidayah mu ya Allah.." ujar rummi yang kini duduk di sofa ruang tengah
sedangkan Alex tengah mondar-mandir bak setrika bernyawa, dia merasa rummi sakit hati atas bentakan nya tadi, seperti nya ini bukan lah momen pertama dia membentak rummi tapi entah mengapa rummi seperti sedih sekali, kedua mata nya berusaha menyembunyikan air mata, Alex bisa merasa kan itu saat menatap nya tadi.
setelah lama berfikir Alex memutuskan untuk mencari rummi dan berniat untuk meminta maaf.
maaf? ini bukan lah diri nya, namun rasa cinta Alex yang begitu dalam ternyata berhasil mengalahkan Ego yang selama ini menguasai nya.
dia berjalan menuruni anak tangga, menatap bahu kecil rummi dari belakang, seperti yang ja tebak rummi pasti tengah larut dalam kesedihan.
dia berjalan memegang bahu rummi dengan telapak tangan nya yang dari tadi bergemetar entah karena apa, merasa ada sentuhan di bagian bahu nya rummi menoleh ke belakang dia menatap pria yang beberapa menit lalu telah berhasil membuat nya sedih dan sakit hati.
"mas?" rummi mendongak kan kepala nya menatap wajah tampan itu dari bawah, Alex menyamai wajah rummi dan kini kedua nya tengah berhadapan hanya berjarak beberapa senti.
"aku minta maaf" setelah berperang dengan diri nya sendiri akhirnya Alex meloloskan kata maaf yang selama ini tak mudah untuk ia ucapa kan
"aku tau kamu belum siap.. tapi jangan membentak ku seperti tadi, hiksss.."
"apa ini? kenapa dia mengangis hanya Karna di bentak? apa kabar dengan rummi beberapa bulan lalu yang kebal dengan semua makian Alex sehari-hari" batin Alex kebingungan
"aku tidak akan membentak mu lagi, emm ralat! maksud ku..aku akan berusaha untuk tidak membentak mu" ujar Alex yang kini berubah menjadi pria selembut kain sutra.
"apa itu artinya kamu bakal bentak aku lagi?" tanya rummi dengan mata berkaca-kaca
"tidak..emm maksud ku, aku akan berusaha untuk tidak membentak mu.. maaf " kini si kejam Alex duduk di samping rummi dan membawa rummi kedalam dekapan nya.
"aku tidak bisa berjanji..karna dari dulu aku suka membentak orang.. maaf, tapi aku akan berusaha untuk tidak melakukan itu pada mu" ujar Alex sambil mengelus rambut rummi yang terurai bebas, tidak ada jawaban bahkan pergerakan dari wanita yang ia dekap hangat dalam tubuh nya, Alex melepaskan dekapan nya dan tubuh wanita cantik itu lemas
"rummi! kamu kenapa!?" Alex menggoyangkan tubuh rummi yang seakan kehilangan nyawa
"kok bentak lagi..hikkss hikks" rummi tiba-tiba membuka mata nya dan kembali menangis.
"apa ini? kenapa dia sangat sensitif sekali hari ini!?" ujar Alex tanpa bersuara
__ADS_1
to be continued
maaf seribu maaf untuk para readers kesayangan mu😌aku baru aja sedikit pulih.. dan masih masa pemulihan.. jadi maaf kalo udah beberapa hari ini ga nyapa kalian 😌🙏 semoga kalian ga kecewa yaaa😌😌🙏