Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Awas kau


__ADS_3

Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Sementara altar pun sudah kembali ke asrama nya, pria dingin itu di sambut oleh kedua sahabat nya.


"wehh, bro! aura pengantin baru masih terpancar nih.. wuaseekk" ujar abidzar sambil terkekeh memeluk dan menepuk punggung altar


"sehat semua kan?" tanya altar yang kemudian melakukan hal yang sama kepada Azmi.


"sehat, Alhamdulillah" ujar Azmi sambil sedikit tersenyum


"kok aura mu beda sekali, Ono opo to tar?" tanya Abidzar keheranan


"beda? beda gimana?" tanya Altar kebingungan


"makin fresh..makin jreng! ga lesu,kucel kaya kemaren-kemaren hahahaa" ujar abidzar yang sontak mendapat gelengan kepala nya altar


"jawaban nya simple, buruan nikah!" sahut azmi sambil terkekeh


"jangan buru-buru bro..masih mau berjelah ini" ujar abidzar menyisir rambut nya dengan jari-jari


"dasar penjelajah wanita" ujar Azmi sambil selalu dari abidzar


"eeeee, kaya apa aja! aku ga sebrengsek itu Lo yaa" ujar abidzar yang kemudian mengikuti langkah Azmi.


"tar, ini daftar santriwan baru yang minggu ini mendaftar.." ujar Azmi sambil memberikan buku tebal itu kepada altar, pria itu meneliti satu persatu dan sontak terkejut saat melihat orang yang pernah ia lihat sewaktu di pesta pernikahan mertua nya.


"Alexander?" tanya altar sambil menatap kedua mata Azmi dengan intens, Azmi menganggukkan kepala nya.


"dia dari keluarga kaya, dia masuk kelas pemula karna baru saja jadi mualaf.. sebelum nya juga dia tidak menetap di Indonesia jadi mungkin masih susah untuk beradaptasi" ujar Azmi panjang kali lebar, altar sempat merasa aneh dengan ada nya Alex di sini.


"kenapa alex ingin di pesantren? sedangkan itu bukan hal yang mudah bagi orang awam seperti dia.. apalagi tiba-tiba saja dia menjadi mualaf"batin altar dengan tatapan kosong nya


"kamu mau nemuin orang nya tar?"tanya Azmi, altar pun mengangguk kan kepala dengan cepat.


"kemarin dia habis berantem, dan terpaksa aku aman kan dia di kelas yang sudah tidak terpakai.. dia memang suka membuat ulah sama seperti saat Anna datang kesini, iya kan?" ujar Azmi yang tengah berjalan bersama altar, mendengar perkataan Azmi altar tiba-tiba menghentikan langkah nya, Azmi pun ikut berhenti dan memandang altar dengan intens.


"jangan menyama kan istri ku dengan pria itu!" ujar altar yang kemudian berjalan lagi, Azmi pun tersenyum sambil menggelengkan kepala nya.


"dasar bucin " ujar Azmi seorang diri, dengan cepat ia menyusul altar.

__ADS_1


"altar! azmiii!" teriak abidzar dari belakang, kedua pria dingin itu pun membalikkan badan nya, abidzar berjalan cepat menghampiri kedua nya.


"gaswat! si anak baru bule itu, bikin ulah.. dia menghajar santriwan yang tidak mau ia ajak membolos.. parah sih ini!" ujar abidzar sambil bersungut-sungut


"sabar-sabar " ujar Azmi sambil menepuk pundak Abi, tanpa banyak kata-kata altar pun berjalan mendahului kedua nya.


"Alexander!" teriakan maut altar menggema di lapangan basket itu, si pemilik nama pun menoleh ke sumber suara dan tersenyum miring kepada altar.


kedua nya berjalan semakin mendekati satu sama lain "


"hai altar..." ujar alex yang kini berjarak satu meter saja, pria bule itu tersenyum miring


"jangan berbuat seenaknya.. ini bukan wilayah mu" ujar altar dengan santai, Alex pun tekekeh mendengar nya dia mengangguk-ngangguk kan kepala nya.


"ohhh jadi ini wilayah mu ya? right?" tanya alex sambil mengangkat sebelah alis nya


"ini adalah pondok pesantren tempat menimba ilmu, jangan kau kotori dengan rencana busuk mu" ujar altar sambil tersenyum miring, abidzar dan azmi pun saling melempar pandangan.


"no! don't worry man! i'm just wanna something"


"say it" ujar altar yang saat ini sudah menjadi tontonan semua santriwan.


"don't dream, she's mine" jawab altar yang juga di sertai senyum seringai yang begitu menakutkan.


"ehhh! ngapain pada disini? bubar! bubar sana!" teriak Azmi yang sontak membuat seluruh santriwan yang menonton kedau aksi sengit pria tampan pun berlari terbirit-birit.


kini hanya tinggal Azmi dan abidzar yang tepat di samping kanan dan kiri altar


"kenapa? mau mau main kroyokan?" tanya alex sambil tersenyum mengejek


"ahahahha, mending tangan ku Iki di nggo mukbang dari pada ngeroyok orang gila seperti kamu" ujar abidzar sambil berkacak pinggang


"ikut kami ke kantor pengurus!" ujar azmi yang kemudian menarik tangan Alexander, pria itu tersenyum miring dan mengikuti langkah Azmi.


Alexander di duduk kan di kursi sidang, altar dan abidzar berdiri di samping kanan dan kiri nya, sedangkan altar duduk di kursi tepat di depan Alex.


"kalau niat mu disini hanya untuk mendapatkan istri ku! kubur keinginan mu itu dalam-dalam, karna aku tak akan membiarkan mu berhasil melakukan nya" ujar altar sambil mendekatkan diri kepada Alex.


"bagaimana kalau aku menantang mu" ujar Alex sambil tersenyum miring, kedua sahabat altar pun ingin sekali melayang kan tinjuan nya berkali-kali saat pria itu menjawab pertanyaan altar, namun altar mencegah nya.

__ADS_1


"aku rasa.. kamu orang yang tidak tahu diri, sudah jelas-jelas Anna itu menjadi milik ku, maaasiih saja bersikeras mendapatkan Anna* ujar altar sambil tersenyum miring


"Kenapa? kau tidak berani?" altar malas menanggapi nya, dia pun hanya terdiam.


"aku ingin membuat Anna mencintai ku, setelah aku berhasil.. itu tanda nya kau harus menyerahkan Anna pada ku" ujar Alex sambil tersenyum puas


"itu bukan tantangan.. itu sama saja aku menjadi kan istri ku sebagai taruhan.. dengan. tegas aku menolak ajakan mu!" ujar altar dengan lantang


"hahaaa, dasar tidak gentleman!" teriak alex sambil meludah ke lantai, dengan cepat Azmi menarik kerah baju Alex dan memberikan bogeman berkali-kali.


altar menarik tangan Azmi supaya menghentikan aksi brutal nya


"stop! jangan kotori tangan mu seperti itu Azmi!" ujar altar sambil memegangi tubuh Azmi, Azmi pun menggeleng kan kepala nya dengan kasar


"astaghfirullah!" teriak Azmi sambil mengusap wajah nya dengan kasar.


"Abi, bawa Azmi pergi " ujar altar yang sontak mendapat anggukan kepala dari Azmi


"kalem bro! kalem... ayo kita pergi saja" ujar Abi sambil merangkul bahu azmi.


"sebagai ketua pengurus putra.. aku akan menghukum mu, atas tindakan mu yang tidak ada sopan santun nya itu" ujar altar sambil mencengkram kerah Alex bagian belakang nya.


"kau juga harus menghukum teman mu itu! dia juga sudah membuat ku terluka.. kalau tidak, aku akan menuntut pesantren ini dan membawa kasus ini ke ranah hukum" ujar Alex sambil mengikuti langkah altar yang sedang mencengkram erat kerah baju nya.


"ambil air dari sungai dan isi kolam ikan ini hingga penuh!" ujar altar sambil menunjuk ke arah kolam yang belum terisi air


"bagaimana kalau aku menolak? apa kau akan melakukan hal serupa seperti teman bodoh mu itu?" ujar Alexander sambil tersenyum miring


"aku, punya kewenangan untuk mengusir mu dari pesantren!" ujar altar dengan lantang, terpaksa Alex melakukan apa yang di perintahkan Altar.


"awas kau altar! aku akan membalas mu!" ujar Alex dalam hati nya.


altar turun tangan mengawasi hukuman yang ia berikan kepada Alex, karna jika ia melimpah kan tugas ini kepada Azmi, altar takut Azmi tidak bisa mengontrol emosi nya seperti tadi. dengan berat hati juga altar akan memberikan sangsi kepada sahabat nya yang telah melakukan kekerasan terhadap santri.


to be continued


jangan pelit like this and vote nya yaa 🙏😍 terimakasih 🤩😍


maaf othor memang masih penulis amatir, masih banyak kesalahan dan typo bertebaran dimana-mana 🙏

__ADS_1


__ADS_2