Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Tipuan altar


__ADS_3

Sementara anna masih kesal kepada suami nya, altar memaksa nya untuk kembali pulang ke pondok padahal dia masih ingin berlama-lama di rumah nya


"nanggung tau ga kalo pulang sekarang" ujar Anna sambil bersungut-sungut


"nanggung gimana? kamu mau dapet ilmu nya juga tanggung-tanggung?" ujar altar menatap Anna


"alah bodo amat, Poko nya aku belom pengen pulang tar.. Lo kalo mau pulang duluan pulang aja, ribet nurutin mau Lo"


"aku ada hak buat ngatur kamu Anna.. nanti pas resepsi dady sama momy aku janji akan bawa kamu kesini lagi" ujar altar dengan nada melembut berharap agar Anna menurut pada nya


"gue ga mau tar! udah gue bilang kan? naggung! mending di sini dulu"


"kamu emang ga bisa di omongin baik-baik yaa" ujar altar sambil menggendong tubuh Anna seperti menggendong beras di pundak nya


"altaar! turunin!" altar tidak mendengarkan teriakan Anna sedikit pun, altar tau sekali bagaimana cara menghadapi Anna bila sudah tidak bisa di ajak bicara baik-baik dia memang harus memaksa nya seperti ini, altar menggendong Anna sampai ke mobil.


dia mendudukan Anna di kursi belakang bersama nya, sedangkan david sudah siap mengendarai mobil itu.


"Lo itu pemaksa banget ya?! nyesel gue mau nikah sama lo.. gue bakal bilangin semua perbuatan Lo ke dady" ocehan anna hanya di balas senyuman miring di bibir altar, hal itu pun semakin membuat Anna kesal dan kemudian Anna menampar pipi altar, altar pun menatap Anna dengan tajam begitupun Anna dia tak ingin kalah dan seakan tak takut dengan tatapan itu.


"apa! ga terima? ayo lawan gue? pukul gue! biar Lo kena kasus kdrt terus kita cerai" ujar Anna sambil menarik tangan altar mengarah kan ke pipi nya agar altar membalas nya dengan hal serupa, namun pria itu hanya tersenyum mengejek dan kemudian dengan cepat altar memegangi kedua tangan Anna dia mengangkat tangan itu ke atas kepala Anna, altar mendekati wajah Anna dan kemudian memberikan ******* lembut di bibir mungil anna, anna pun terkejut dengan perlakuan altar yang berani sekali ******* bibir nya padahal bukan itu harapan nya. seesaat kemudian Anna membalas ******* itu walau jujur saja dia belum pernah melakukan nya, altar pun tersenyum miring dan dengan semakin dalam dia ******* bibir anna, altar mengabsen semua yang ada di dalam mulut Anna, Anna pun mulai di buat kewalahan dan kemudian dia menggigit bibir altar sekeras mungkin hingga keluar darah segar berasa asin. altar melepaskan pangutan nya, Anna pun tersenyum senang karna berhasil menyakiti altar, bukan nya marah altar hanya mengelap bibir nya dengan tangan nya.


"kenapa? sakit? maka nya jangan mesum jadi orang" ujar Anna sambil tersenyum puas


"Anna.. kamu tau kenapa aku ******* mu?" ujar altar sambil mengangkat sebelah alisnya tebal nya


"Karna kamu mesum"


"bukan itu"


"karna kamu ingin membungkam mulut ku agar tidak banyak bicara"


"bukan"


"lalu?" ujar Anna mengerut dahi nya

__ADS_1


"karna aku belum gosong gigi selama seminggu" ujar altar berbohong, altar melihat ekspresi Anna seperti ingin muntah dia pun menahan tawa nya


"altar jorok!" ujar anna seperti ingin muntah


"David! berikan aku plastik" ujar anna kepada David, namun david tidak menjawab kemudian Anna memukul bahu david sekeras mungkin


"ada apa nona?" tanya david menghentikan mobil nya di pinggir jalan kemudian dia melepas earphone yang ia pakai


"ahh pantas saja tidak dengar" ujar Anna dengan kesal


"anda ingin apa nona "


"aku ingin keluar" dengan cepat david membuka pintu untuk Anna, Anna berlari keluar dari mobil dan dia benar-benar memuntahkan isi dari perut nya bukan nya cepat menolong altar malah terkekeh dulu.


, David pun di buat mengerut kan dahi melihat nya. kemudian altar keluar dari mobil dan menghampiri anna, dia memijat tengkuk belakang Anna.


"sudah?" tanya altar saat anna sudah puas memuntahkan isi perut nya, Anna pun memandang altar dengan mata nya membulat lebar seperti ingin keluar dari tempat nya.


"hahah kenapa? mau di ku ***** lagi?" tanya altar sambil tersenyum mengejek dengan cepat memukul dada bidang altar dengan sekeras mungkin, kalau saja altar orang biasa pasti sudah kesakitan namun Anna lagi-lagi di buat terkejut karna altar tak sedikit pun mengeluh kesakitan.


"udah ahh minggir" ujar Anna sambil mendorong tubuh altar kemudian dia masuk kembali ke dalam mobil sebelum menutup mobil david memberanikan diri untuk menanyakan hal yang membuat nya penasaran dari tadi, namun dia takut melihat ekspresi wajah Anna yang begitu menyeramkan.


"anda hamil ya nona? maaf bukan nya anda belum boleh melakukan hubungan suami istri?" tanya david dengan kecemasan, altar mendekati mereka dan kemudian menjawab


"memang nya kenapa kalo ku menyentuh istri ku" ujar altar mengalung sebelum tangan nya di pundak anna kemudian mencium kening Anna, dengan cepat anna mendorong tubuh altar.


"gila! siapa juga yang mau Lo sentuh, najis tau ga!" altar tidak menjawab ocehan anna dia mengitari mobil itu dan kemudian kembali duduk di samping Anna.


"jadi yang benar yang mana non" ujar david terpotong karna Anna sudah memelototi david, bak bertemu setan dengan cepat david masuk kembali masuk ke kursi pengemudi.


"Anna.. nanti setelah dari sini kamu harus ku hukum, tidak usah lama-lama.. 7 ronde saja" ujar altar yang sontak membuat Anna mencubit pinggang altar


"ga usah macem-macem Lo, dasar mesum!"


"gimana ga mesum kalo istri aku secantik ini Hem?" ujar altar sambil memegangi dagu anna dan menaik turun kan kedua alis nya.

__ADS_1


David pun di buat semakin yakin dengan firasat nya, tidak mungkin altar bisa menahan diri untuk tidak menyentuh nona muda nya, apalagi mereka sudah resmi menjadi suami istri, berkali-kali David melihat mereka berdua yang sedang berdebat kecil dari balik spion yang ada di atas nya. altar tersenyum melihat kelakuan david yang seakan mengintimidasi mereka berdua, dia memang sengaja membuat david bingung sedangkan anna merasa aneh dengan sikap altar yang biasa nya tak segila ini.


"sumpah Lo hari in"


"ganteng banget? emang" ujar altar sambil melipat kedua tangan nya di dada.


"uweekk"


"anda ingin muntah lagi nona?" ujar david menghentikan mobil nya


"iiihhh siapa juga yang mau muntah"


"seperti nya anda sedang hamil muda nona" ujar david dengan khawatir, sedangkan anna menepuk jidatnya sendiri dan altar tekekeh melihat kekonyolan mereka berdua.


"sudah lah david.. belikan saja di buah-buahan yang masih muda..agar tidak muntah-muntah lagi" ujar altar sambil terkekeh


"baik tuan muda"


"heh! ga usah.. Lo pikir gue tupai apa makan buah-buahan muda yang masih asem"


"tupai aja makan nya milih-milih nona..dia hanya mau memakan buah yang sudah masak"


"aaahhh sudah lah jangan bicara ayo jalan kan lagi mobil nya" ujar Anna dengan kesal dia sudah malas menanggapi david yang sudah terkena tipuan altar.


to be continued


hai guys jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 🙏😍 terimakasih dukungan kalian sangat penting untuk menambah semangat author 🤗


Hai guys jangan lupa juga buat mampir ke novel aku, pokonya di jamin ga kalah seru, judul nya "The owner of my last love" menceritakan tentang seorang pria dingin yang menganggap semua wanita itu sama, namun keyakinan nya berubah saat dia bertemu alea maharani, wanita biasa yang pertama kali menolak pesona seorang zidan firmansyah.


karna merasa alea adalah wanita yang berbeda zidan pun tertarik dan mencoba untuk mendekatinya.


namun semua tak semudah yang dia kira, Alea dengan tegas menolak zidan karna cinta nya telah terpaut Kepada Eza faldiano yang merupakan sahabat masa kecil nya.


akankah Zidan dapat membuat hati Alea luluh?

__ADS_1


jangan lupa mampir ya guyss thank you 😍



__ADS_2