
"Permisi bu.. saya altar, saya sedang menghukum Anna Karna tidak tadi tiba-tiba melepaskan jilbabnya di kelas saat saya mengajar" ujar altar dengan sopan namun membuat hulya tercengang mendengar nya
"lah.. kok bisa? sayang? kok gitu sih?" tanya hulya sambil mengarahkan tatapan ke Anna
"momy.. Anna cuma kesel aja kok Karna tadi dia"
flashback on
"assalamualaikum warahmatullahi wabararokatuh" ujar altar yang baru saja memasuki kelas Anna
Anna masih sibuk dengan permen lollipop yang sedang di **** nya
"wa'alaikum salam warahmatullahi wabararokatuh" jawab seluruh siswi, di kelas santriwati menang hanya ada siswi tidak ada siswa karna kelas siswa-siswi terpisah cukup jauh.
"hari ini saya ingin kalian menyetor kan hafalan kalian.." ujar altar yang masih acuh dengan Anna yang senagaja memancing emosi nya, kemudian Anna membuang gagang permen lollipop itu tepat di depan meja altar, sontak membuat altar menarik nafas dan menghembuskan nya secara perlahan.
"Anna.. buang sampah pada tempatnya" ujar altar yang kini menatap ke arah Anna
"ohh maaf ustadz altar.. saya sebagai calon. istri yang baik, akan menuruti semua perintah Anda" ujar anna yang tengah memungut bekas gagang permen nya, altar sama sekali tidak memprotes apa yang anna katakan, dan sontak membuat seluruh siswi berbisik
"halu, dasar di ratu halu" ujar salah satu siswi bernama tasya yang memang dari dahulu menyukai altar.
"ahh biasa lahh, si caper ga usah di ambil hati syaa" ujar riri sahut sebangku nya
sebenernya Anna dapat dengan jelas mendengar kan penuturan kedua teman sekelas nya itu, namun dia memang tak peduli,
toh dia mengatakan seperti tadi hanya iseng saja. Anna pun keluar dia bersembunyi di kelas kosong yang berada tak jauh dari kelas nya, dia memang sengaja mencari perkara agar tidak bertatap muka dengan altar.
satu persatu siswi pun maju ke depan menyetor kan hafalan nya, hanya tinggal Anna saja yang belum.
altar pun keluar mencari keberadaan Anna yang tak kunjung kembali ke kelas.
"dimana dia?" ujar Altar seorang diri
"ahh jangan-jangan dia di situ" ujar altar yang mulai berjalan ke arah ruang kelas yang tidak terpakai itu, yaa memang benar Anna sedang di situ, dia memainkan belati lipat yang selalu ia simpan dalam tubuh nya yang tertutup.
dia sudah lama tidak bermain-main dengan belati nya.
altar yang melihat Anna sedang memainkan benda tajam pun berfikir negatif, dia fikir anna akan bunuh diri, dengan segera altar memasuki ruangan itu dan mengambil belati dari tangan anna yang masih tampak terkejut dengan kedatangan altar.
"apa-apaan sih! balikin ga?! balikin!" ujar anna sambil meraih belati itu dari tangan altar , Karna takut Anna akan berbuat yang tidak-tidak altar pun mematahkan belati itu menjadi beberapa bagian, anna dibuat menganga dengan adegan yang terbilang cukup bahaya itu, namun aneh nya kenapa tangan altar tidak berdarah sama sekali, padahal jelas-jelas tadi dia memotong-motong belati itu hanya dengan menggunakan tangan nya.
__ADS_1
"apa-apaan sih! kenapa kamu rusak mainan ku!" ujar anna kesal
"untuk apa kamu memainkan benda tajam seperti itu!?" ujar Altar dengan nada tinggi, Anna pun di buat merinding mendengar nya
"itu urusan ku!" ujar anna yang tak ingin kalah
"urusan mu adalah urusan ku Anna, kamu calon istri ku.. aku harus menjaga mu.." ujar altar dengan nada yang merendah namun penuh penekanan.
"siapa juga yang ingin kau nikahi!"
"aku tidak butuh penolakan mu" ujar altar dengan santai
"apa kamu bilang!? memang nya kamu itu siapa?"
"aku? aku calon suami mu lah" ujar altar dengan nada dingin
yang sudah pasti membuat Anna semakin geram, kemudian Anna melepaskan hijab nya di depan altar, dia mendekati altar yang menang berdiri tak jauh dari Anna
"hei! kenapa kau melepaskan hijab mu?" tanya altar dengan terkejut, dia pun memalingkan wajahnya tak ingin tergoda memandang Anna yang nampak lebih cantik saat tak memakai hijab.
"kau bilang aku calon istri mu kan?! atur aku kalo bisa!" ujar anna dengan nada tinggi yang sontak membuat semua siswi berhamburan keluar dan menonton kejadian itu.
Rumi hanya menggeleng kan kepala nya, dia memang tidak bisa menghentikan sahabat nya yang keras kepala itu.
"Atau apa!?" bentak anna yang terus berjalan mendekati altar, altar pun mundur hingga tubuh nya menempel ke dinding, dia masih enggan menatap Anna.
"ayoo.. lakukan yang kamu mau"
"dasar ******!" seru tasya
Anna masih tak peduli dengan seruan itu, dia tampak acuh dengan keadaan sekitar yang mulai riuh.
akhirnya altar maju dan memegangi kedua bahu Anna dia menatap lekat kedua mata Anna, kedua nya pun saling memandang dengan tatapan tajam dan dingin dia mendorong Anna dan kemudian mengambil hijab Anna yang terjatuh di lantai, dia memakai hijab anna seperti sedia kala. Anna hanya terdiam jujur saja mata nya kini telah terhipnotis oleh mata indah altar yang masih fokus memakai kan hijab nya.
setelah selesai membenahi hijab Anna , altar pun menatap anna kembali, justru Anna membuang tatapan nya.
dia terlihat malu, dan salah tingkah.
"ikuti aku!" bentak altar yang sontak membuat Anna terkejut dan menurut begitu saja.
padahal baru saja dia berhasil memberontak kenapa kini dia dengan mudah nya menuruti perkataan altar, entah lah dia sendiri juga tidak tau.
altar berjalan menuju lapangan sepak bola sekolah
__ADS_1
"rapikan rumput-rumput yang mulai tumbuh tinggi ini, dengan tangan mu" ujar altar dengan melipat kedua tangannya di dada
"apa kau bilang?! dengan tangan ku? apa kau gila?!"
"apa kau ingin menentang ku?" ujar altar sambil menatap tajam
"kau ingin aku melakukan hal yang lebih buruk dari ini?" tanya altar yang sontak membuat anna menelan saliva nya dengan kesusahan.
"dasar perundung! menyebalkan" ujar anna kesal namun dia menurut juga, dia pun mulai mencabut rumput yang mulai panjang itu dengan kedua tangan nya.
flashback off
"astaghfirullah sayang, ini bukan dia yang salah.. ini memang kamu yang salah . oh jadi ini calon menantu momy?" ujar hulya sambil tersenyum kepada altar.
altar pun tersenyum dan menyalami hulya.
"terimakasih yaa, maaf kalo anna banyak tingkah nya hehe.. dia memang anak nya super duper, momy yakin kamu pasti bisa menangani nya" ujar hulya sambil tersenyum
"iya bu.. " jawab altar dengan lembut
"jangan panggil ibu.. panggil momy saja, sama seperti Anna"
"iyaa momy.." jawab altar dengan senyum malu-malu
"momy.. kenapa momy malah belain dia? momy udah ga sayang lagi ya sama Anna?" tanya anna dengan raut wajah kesal
"justru momy sayang sekali sama anna, dan momy yakin.. altar ini bisa menjadi imam yang baik untuk kamu sayang"
anna hanya memutar bola mata nya dengan malas.
"kamu harus banyak bersabar ya altar.. anna ini sebenarnya perempuan yang baik, hanya saja dia memang tidak mudah di dekati.. " uajr hulya dengan lembut
"iya mom, saya akan berusaha" ujar altar sambil tersenyum
"manis juga senyuman nya, coba aja dia tuh sering senyum pasti ga nyebelin-nyebelin amat" ujar anna dalam hati.
to be continued
hahaiii akhirnya dikit-dikit Anna bisa nurut sama calon suami ye guys Yee😂 yaaa walupun belum sepenuhnya 😌 tapi udah lumayan lah yaaa😁 gimana nih? menurut kalian siapa yang bakal jatuh cinta duluan? Anna /altar?
komen di bawah yaa??🤗
oh yaa, kelanjutan ceritanya Anna dan altar cuman othor selipin di episode ² tertentu yaa🙏 mau fokus dulu sama kehidupan hulya yang selanjutnya 😌
__ADS_1
jangan lupa ritual jempol nya yaa 😍 terimakasih 🙏