Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Kecelakaan


__ADS_3

"Tuan, nona hulya bersama suami nya di hotel b" ujar david


"****!" arsen mengamuk karna sudah bisa di pastikan hulya pasti sudah berbaikan dengan Farhan


"keluar sekarang!" sentak arsen, David pun langsung menurut


"sampai kapan kamu akan menyiksa dirimu sendiri hulya? aakhhh!" arsen membanting semua barang yang ada dihadapan nya


pagi itu hulya dan farhan sudah rapi dan bersiap menuju rumah sakit untuk menjenguk nadira


"sudah siap?" tanya farhan sambil tersenyum


"ehem"


"cantik sekali bumil ku" puji farhan yang sontak membuat kedua pipi hulya memerah


"kita mampir beli bakso ya kak?" pinta hulya sambil berjalan bergandengan dengan farhan


"iya, tapi jangan di kasih sambel yang pedes.. kasihan dede nya hulya"


"siap boss" celetuk hulya, dengan gemas farhan mencubit ujung hidup mancung milik hulya


"kak! disitu aja kaya nya enak"


"okee"


Farhan menepikan mobilnya sambil melihat spion mobil nya


"kak? handphone ku mana? dari semalem belum di balikin"


"iya nanti"


"jangan nanti-nanti kak, aku mau sekarang! "


celetuk hulya sambil menarik-narik kemeja Farhan


"hulya, jangan ganggu"


"Kaka sih! dari semalam hulya minta tapi ga di kasih-kasih"


konsentrasi Farhan sempat teralih kan oleh kerusuhan hulya, akhirnya dia merogoh kantong nya dan memberikan handphone itu kepada hulya, dia masih meminggirkan mobil nya hingga sebuah mobil truk dari belakang menabrak mobil farhan hingga terpental jauh, truk itu berjalan seakan tak mempunyai kendali.


bresssss!!!!!!...


Farhan dan hulya yang malang, kedua pasangan suami istri tersebut masih berada di dalam mobil yang saat ini terbalik.


hulya masih sempat tersadar dan melihat ke arah suami nya yang tak lagi sadar kan diri


"ka..kaaa"


hulya mengelus perutnya sebentar kemudian dia pun ikut tak sadar kan diri.


seorang pria bertubuh kekar dan memakai tuxedo hitam menghampiri mobil itu dia mencoba mengeluarkan hulya, disusul oleh warga yang melihat kejadian itu.

__ADS_1


"saya akan membawa wanita ini.. saya mengenalnya" ujar pria itu sambil menggendong hulya


setelah beberapa saat akhirnya warga berhasil membuat Farhan keluar dari mobil itu


"tuan, tunggu! tolong selamatkan pria ini juga"


ujar salah satu seorang warga


"bawa ke mobil ku!" ujar pria itu


dengan kecepatan tinggi pria itu membawa Farhan dan hulya menuju rumah sakit, dan kebetulan rumah sakit yang sama dengan dira


saat kedua korban kecelakaan itu datang suster dan dokter dengan sigap membawa mereka ke ruang IGD


pria itu tampak gusar dan merogoh handphone dari dalam saku celana nya


"hallo tuan"


"bagaimana?"


"nona hulya kecelakaan mobil bersama suami nya tuan"


"ahh ****! kenapa bisa begitu! bodoh sekali pria brengsek itu!" ujar arsen dengan mata nya yang sudah memerah seperti sedang menahan amarah nya


"aku akan kesana sekarang"


Setelah beberapa jam kemudian arsen sampai di rumah sakit itu, dengan langkah cepat dia menemui David


"kau belum menelpon orang tua nya kan?" ujar arsen


"bagus, aku ingin membawa hulya pergi dari rumah sakit ini.. aku ingin membawa hulya ke luar negri dan mendapatkan perawatan yang lebih baik"


"saya akan mengurus semua nya tuan"


arsen membawa hulya pergi ke negara s dan merawat wanita pujaan hati nya itu disana, sedangkan Farhan dibiarkan sendirian disana, namun sebelum dia meninggal kan Farhan dia telah memberikan kabar kepada kedua orang tua nya.


"ayahh, ayyaaah! kita harus ke rumah sakit sekarang!" ujar umi yang tengah khawatir


"umii, tenang ada apa ini?"


"Farhan kecelakaan mobil dan sekarang dia berada di kota rumah sakit b"


"ya sudah ayo kita kesana sekarang"


kedua mertua nya pun baru saja mendengar kabar duka itu dari umi, karna kebetulan rumah sakit itu sama Abah dan ibu langsung pun bisa mamantau farhan, namun kedua nya dibuat bingung karena sebelum kepergian Farhan dia berpamitan untuk menjemput hulya, tapi mengapa tidak ada hulya


"Abah? apa farhan tidak berhasil membawa hulya kesini?" tanya umi kebingungan


"mungkin saja iyaa"


"syukur lah kalau begitu, jadi dia tidak ikut kecelakaan ini.. kasihan juga bayi dalam kandungan nya"


"iya bu , untung saja farhan tidak membawa hulya ikut bersama nya

__ADS_1


di sisi lain dokter yang baru saja selesai menangani hulya pun keluar, dengan penuh ancama arsen menghalangi dokter pria setengah parubaya itu


"Bagaimana keadaan istriku! cepat katakan!" ujar arsen sambil menarik kerah sang dokter yang justru membuat dokter itu ketakutan


"tuan tenang dulu tuan, saya istri anda sedang berjuang melewati masa kritis, tapi maaf kami tidak bisa menolong bayi dalam perut nya" ujar dokter itu dengan lemah


"dasar bodoh! jika sampai terjadi sesuatu pada istri ku! aku akan membuatmu menyesal seumur hidup mu!" ujar arsen sambil melepaskan tangan nya dari kerah dokter


"saa sayaa akan berjuang semaksimal mungkin untuk memulihkan kondisi istri anda tuan! saya berjanji"


"pergi!" sentak arsen lagi


"Baa baik tuan" ujar itu sambil berlari terbirit-birit


"ahhh hulya! jangan menyiksa ku seperti ini! segeralah bangun!" ujar arsen sambil menatap wajah lemah hulya dari balik jendela kaca


setelah sampai di rumah sakit kedua orang tua farhan langsung menghampiri kedua besan nya


"bagaimana keadaan farhan bu?" ucap umi


"saya juga belum tau umi, kita tunggu kabar baik nya yaa" ucap ibu menenangkan


"oh iyaa, hulya di rumah kan?" tanya Abah kepada ayah


"hulya? iya dia sedang di rumah nya, memang nya kenapa?" jawab ayah yang memang tidak tau kalau menantu nya sudah dibawa oleh anak nya


"kemarin dia izin untuk menjemput hulya, tapi sepertinya Farhan tidak berhasil membawa hulya kesini"


"oh seperti itu"


"ayaah, kita harus memberitahu hulya" ujar umi


"jangan umi, kasihan hulyaaa dia bisa shock dan akan mempengaruhi kandungan nya nanti"


"ohh iya benar juga"


"kita tunggu sampi Farhan siuman, baru kita jemput hulya untuk melihat keadaan farhan"


"iya ayah" ucap umi pasrah


setelah beberapa jam kemudian arsen di perbolehkan masuk kedalam menemui hulya yang masih terbaring tak sadar kan diri


"hulyaa, cepatlah bangun..aku ingin melihat senyum manis itu di wajah mu hikks hiksss" pria kuat itu akhir nya bisa menetes kan air mata nya juga, dia benar-benar ikut melemah melihat separuh jiwa nya sedang seperti ini.


"aku berjanji akan membuat mu bahagia hulyaa, bangunlah" ujar arsen sambil memegangi telapak tangan hulya


"hulyaa, kau tau? aku mencintaimu sejak dahulu, aku ingin menjadikan mu milik ku.. aku ingin kau bahagia bukan terbaring lemah seperti ini, dimana hulya yang ceria? dimana hulya cantik dengan senyuman manis nya? aku ingin kau repot kan aku lagi seperti dulu"


"bangunlah hulyaa, bangun! hikss hiksss" arsen benar-benar lemah hari itu, dia menangis di dekat hulya.


tak ada keinginan untuk pergi meninggalkan hulya walau hanya beberapa menit saja, dia tak ingin hulya nya sendiri dalam keadaan menyakitkan seperti ini.


to be continued

__ADS_1


jangan lupa ritual nya yaa๐Ÿ’Œโค๏ธ๐ŸŽ pokonya wajib! ๐Ÿ˜ biar author juga semangat up dan ga ngegantung kalian๐Ÿ˜


__ADS_2