
Waktu ashar pun tiba altar bangun lebih dahulu, dia sudah terlihat rapi dan wangi lengkap dengan outfit ala santri.
dia pun mengumandangkan adzan karna tempat itu memang tidak berpenghuni.
"Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)"
"Asyhadu allaa illaaha illallaah (2x)"
"Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah (2x)"
"Hayya 'alashshalaah (2x)"
"Hayya 'alalfalaah (2x)"
"Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)"
"Laa ilaaha illallaah (1x)"
Anna masih saja tertidur pulas larut dan enggan untuk bangun, altar pun bergeleng kepala melihat Anna yang masih tidur dengan lelap.
dia pun berjalan mendekati Anna dan mencoba membangunkan Anna dengan menggoyangkan tubuh nya.
namun Anna masih diam tak bergeming sama sekali, altar pun akhirnya berjalan ke ranjang mendekati Anna menggunakan ke dua lutut nya, dia menunduk kan badan nya mendekat ke arah wajah Anna, altar dapat merasakan dengan jelas dengkuran Anna.
wajah mereka hanya berjarak beberapa senti.
cup..
altar mencium singkat bibir ranum Anna yang terlihat merah alami, anna hanya menggeliat dan justru membelakangi altar, altar pun memeluk tubuh anna dari belakang dan mencium leher belakang Anna, Anna yang yang merasa geli di perlakukan seperti itu akhirnya pun terbangun.
dia yang sadar ada yang yang melingkar di pinggul nya pun sontak terduduk.
"****! ngapain lo disini" teriak Anna histeris dia celingukan mencari keberadaan kerudung nya yang entah dari kapan sudah tak lagi terpakai, entah mengapa dia malu di pandangi altar tanpa berkedip.
"nyari apa?" tanya altar dengan santai
"kerudung ku, ehh kamu ngapain ngelihatin aku kaya gitu.. aurat ini.. aurat! kata nya santri.. tapi kok mata nya jelalatan" ujar anna sambil menutupi rambut nya dengan selimut.
"hahaha.. aurat kamu udah sah buat aku lihat, dan kamu ngapain juga sok-sokan malu kaya gitu.. waktu itu aja sebelum kita nikahi kamu dengan santai nya ngasih lihat aurat kamu ke aku"
"diem lo!"
"ayo sholat" ujar altar yang telah beranjak dari ranjang
"sorry.. gue ga minat buat sholat" ujar Anna tersenyum miring
"sholat itu bukan perkara minat atau tidak nya, tapi sholat itu kewajiban setiap muslim"
"udah deh ga usah ceramah! ga di sini ga di pondok adaaaa aja yang ceramah, bisa gila lama-lama" ujar anna yang sudah mengerut kan bibir nya
"tapi mulai sekarang kamu adalah tanggung jawab ku Anna, kalo kamu ga mau sholat aku yang dosa"
"that is good! ga papa kalo kamu dapet dosa.. aku seneng" ujar anna sambil tersenyum melipat kedua tangannya di dada
"emang ga bisa di omongin baik-baik yaa" ujar altar yang kemudian dengan cepat membopong tubuh anna, anna pun meronta namun sia-sia karena kekuatan nya tak sebanding dengan altar, altar membawa anna ke kamar mandi untuk berwudhu
"cepat wudhu"
"ga mau tarr" ujar anna sambil berjalan begitu saja, namun naas karna altar kembali menarik tangan nya hingga kini dia berada di pelukan altar
__ADS_1
"ngapain lagi sih Lo! lepas!" ujar anna sambil memukuli dada bidang altar
"Diam! diam atau ku cium kamu"
"coba aja kalo berani" ujar anna yang kemudian berhenti meronta, altar pun melepas kan pelukan nya dan dengan licik nya Anna memanfaatkan kesempatan itu untuk lari.
"wlee" anna berlarian sambil mengejek altar
altar menghembuskan nafas dengan kasar.
kemudian mengejar anna, tak mau kena begitu saja Anna pun melempari altar dengan bantal dan guling, namun altar tetap mengejar nya.
mereka berkejaran mengelilingi ranjang king size itu, dan untuk yang terakhir Anna melepar Altar dengan selimut.
altar pun berhenti mengejar karna mata nya tertutup oleh selimut tebal itu,
anna pun berlari keluar kamar dan tak senagaja kaki nya terkilir hingga dari terjatuh.
"awww!" teriak Anna kesakitan memegangi pergelangan kaki yang yang tekilir
altar pun keluar dan menadapati Anna yang terduduk di lantai meringis kesakitan
"itu akibatnya istri yang pembangkang dan susah di atur" ujar altar tersenyum miring
"heh! tolong kek!"
dengan cepat altar menggendong Anna ala bridal style, Anna masih meringis kesakitan.
"kemudian altar merebahkan Anna di sofa yang tak jauh dari ranjang mereka, tanpa banyak kata altar memijat kaki anna secara perlahan.
"aww sakit bodoh!" umpat anna
"cium terus cium terus, omong doang tapi ga berani" ujar anna tersenyum mengejek
cup , cup cup
altar mencium kedua pipi Anna dan bibir anna pun ingin segera melayangkan tamparan namun tangan altar berhasil mencekal nya.
"dasar mesum!" ujar anna dengan kesal
"maka nya jangan suka nantangin" ujar altar yang kemudian menggendong anna menuju ke kamar mandi
"ngapain lagi sih bawa gue sini!"
"kamu harus wudhu setelah itu kita sholat berjamaah"
"tolol banget sih Lo! kaki gue sakit kaya gini masa di suruh sholat" ujar Anna yang berdiri tak tegak dan masih bertumpu di dada bidang altar
"sholat nya bisa sambil duduk.. udah cepetan"
"ogah!"
"atau mau ku cium lagi sampai kamu kehilangan nafas?"
"gila!" ujar anna dengan pasrah
mau tidak mau dia harus menuruti altar, Karna kaki nya yang sakit tidak akan bisa melawan altar.
setelah drama sebelum sholat selesai akhir nya mereka berdua usai menunaikan ibadah shalat ashar, Anna yang masih duduk mencoba perlahan untuk berdiri sendiri, namun tak bisa dan malah jatuh lagi, dengan sigap altar membopong tubuh anna ke kasur
__ADS_1
"ngapain ke kasur lagi!" altar tidak menjawab dan justru melepaskan mukena yang anna pakai.
"ihh gue bisa sendiri!"
"udah diem! nurut aja ngapa sih, kaki kamu masih sakit kan"
ujar altar yang sontak membuat anna berhenti berontak.
setelah melipat kembali mukena Anna altar pun keluar dia berjalan menuju ke dapur untuk memasak, anna mulai bosan diam saja di kamar akhir nya dia pun mencoba berjalan kembali.
"aww! kaki bodoh! pake sakit segala dasar lemah!" gerutu Anna yang sudah terjatuh di lantai
"altarrrr! tolongin gue cepet!"
"ngapa lagi?" ujar altar mendekati Anna
"gue bosen di kamar terus, bawa gue pergi"
altar pun menggendong Anna seperti bayi dan membawa nya ke dapur
"nih.. bantuin potong wortel" ujar Altar sambil memberikan pisau kepada Anna
"gue ga bisa"
"belajar"
"hihh!! siapa juga sih yang mau bantuin Lo masak"
"udah cepetan"
anna pun memotong wortel itu dengan ukuran yang besar dan tidak beraturan, altar di buat geleng kepala melihat nya.
"kaya gini motong nya" ujar Altar sambil mempraktekkan kepada Anna
"udah ah Lo ajaa gue ga bisa"
akhirnya altar melanjutkan proses memasak nya.
kruyukkk
perut anna berbunyi menandakan dia sudah sangat lapar, altar di buat tekekeh saat mendengar nya.
"sabar sebentar lagi juga matang"
"dady aneh! ngapain juga liburan di tempat terpencil kaya gini, kan susah kalo mau delivery" gerutu anna seorang diri
"nih" altar menyodorkan mangkuk berisi SOP iga, ayam goreng,sambel,dan juga beberapa aneka lalapan.
dengan cepat anna melahap makanan lezat yang semakin meronta ingin di habis kan itu.
tanpa anna sadari altar menatap Anna sambil tersenyum.
"manis sekali kalo lagi diem" ujar Altar dalam hati
to be continued
hai guys 🤩 jangan lupa untuk like komen and vote nya yaa 😍🙏 supaya othor lebih semangat lagi up nya..
ini aja di sempetin up Lo di sela-sela kegiatan othor yang padat nya kek jalanan Jakarta ketika macet 😌🤧
__ADS_1