
Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"idihh mulai kapan kamu jago ngegombal kaya gini?" ujar Anna sambil tersenyum miring
"semenjak mencintai mu istri ku..." ujar altar sambil memeluk tubuh anna dengan erat
"udah ahh, jangan peluk-peluk.. lihat tuh pintu nya ga aku aku kunci tau.." ujar Anna sambil menunjuk ke arah pintu kamar mereka
"emang kenapa sih sayang? kamu bisa lihat kan? mereka senang banget ngelihatin aku yang jadi bucin banget sama kamu.." ujar altar sambil mengeratkan pelukan nya
"iyaa, tapi kan ga mesum depan orang juga kali, kalo kaya gini terlalu vulgar" ujar Anna sambil melepaskan pelukan altar
"udah ahh keluar yok.." ujar Anna sambil menarik tangan altar, pria dingin itu tersenyum dan mengikuti langkah istri kecil nya.
"nahh itu altar.." ujar ibu altar yang memecah pembicaraan mereka yang seperti sedang membicarakan tentang Anna dan altar, ayah tersenyum kepada altar sedangkan bibi melebar kan kedua tangan nya untuk memeluk Anna. akan sedikit bingung dia menatap ibu mertua nya, wanita parubaya itu tersenyum kepada Anna dan mengangguk pelan memberi isyarat bahwa tidak apa-apa.
Anna membalas pelukan bibi, bibi mengelus puncak kerudung Anna altar memandang dengan tatapan tajam. namun kemudian ibu berbisik di telinga nya
"jangan cemburu.. ini baru permulaan, bibi mu memang nyidam ingin dekat dengan Anna "ujar ibu sambil terkekeh
"lah, kenapa bisa ada nyidam seperti itu" ujar altar dengan pelan namun bisa di dengar oleh hulya, alhasil hulya menginjak kaki altar yang memang duduk di sisi satu nya lagi
"awww!" altar meringis kesakitan ayah dan ibu hanya menggeleng kan kepala mereka, sedangkan hulya tersenyum kepada kedua mertua nya.
sementara di sisi lain Alexander tengah menyusun rencana yang di dalangi oleh farhan, pria itu menjadi bengis,kejam tanpa ampun,tidak ada sisi baik dalam diri nya mungkin saja hati nya sudah di penuhi dengan dendam.
"apakah menurut uncle rencana ini akan berhasil?" tanya altar yang sontak membuat Farhan mengangguk kan kepala dengan cepat, Alexander tersenyum puas menatap paman nya begitupun sebaliknya.
"hari ini juga, aku ingin berangkat ke pondok "
"uncle sendiri yang akan mengantarkan mu kesana" ujar farhan sambil menepuk punggung Alex
"terimakasih uncle, tapi uncle.. uncle tau kan? aku tidak mengetahui apapun mengenai ajaran apa saja yang di ajarkan di agama baru ku ini.."
"tenang saja, disana banyak orang yang akan membantu mu..uncle akan daftar kan kamu sebagai murid baru dari pemula.."
"baiklah uncle , aku menurut saja.. asal aku bisa bertemu Anna" ujar Alex sambil tersenyum licik
menjelang maghrib mereka berdua sampai ke pondok yang sama dengan altar dan anna, Alexander sengaja melakukan ini demi menghancurkan rumah tangga mereka.
dia datang menggunakan mobil Alphard berwarna putih, seorang bodyguard membuka kan pintu untuk Alexander, pria berparas tampan itu belum terbiasa menggunakan sarung alhasil ketika ia berjalan sedikit terlihat aneh, ndalem abah yai memang di sekitar asrama putri, Alexander berjalan dengan Farhan.
semua mata para ukhti pun memandang Alexander dan Farhan tanpa kedip,ke tampanan mereka berdua menghipnotis para santriwati memandang nya.
"ehhh santri baru! ganteng lagii" teriak riri yang sontak membuat tasya keluar dari dalam asrama
"ga mungkin seganteng altar pasti nyaa" ujar Tasya yang kemudian memandang Alex yang berjalan di ikuti dua bodyguard di belakang nya.
"ehh syaa.. bapak nya aja masih ganteng, lihat deh" ujar riri sambil menunjuk ke arah farhan
"iyaa, kamu bener.. mereka ganteng banget"
"ini nih.. baru bisa di katakan rival nya altar!" ujar tasya sambil tersenyum terpesona
"hahha emang.." ujar riri menimbali
"kalo kaya gini, bakalan bisa move'on nih" ujar riri sambil tersenyum mengejek memandangi tasya
__ADS_1
"seperti nya begitu" ujar tasya sambil tersenyum sendiri memandangi Alex yang semakin menjauh.
"kalian berdua tunggu di sini saja" ujar Farhan kepada bodyguard berbaju hitam tersebut
"baik tuan"
"assalamualaikum " ujar Farhan
"wa'alaikum salam " jawab salah satu santriwati ndalem sambil membuka pintu utama untuk kedua tamu nya
"abah yai nya ada?" tanya farhan
"ada pak, silahkan masuk dulu.." ujar santriwati itu dengan sopan, kedua pria itu masuk ke dalam.
"apakah aku akan tinggal di tempat ini uncle? ohh sungguh kumuh" ujar Alex sambil memegangi hidung nya
"jaga sikap mu alex.." ujar Farhan sambil melirik tajam ke arah alex
"kamu harus terbiasa" Alexander hanya mengangguk kan kepala nya.
"assalamualaikum.." ujar abah yai yang baru saja datang
"wa'alaikum salam.." jawab farhan sambil mencium punggung tangan Abah yai
"loh, ini farhan kan? mantan suami nya hulya?" tanya Abah yai sambil menduduk kan diri nya
"iya bah, benar.."jawab Farhan sambil tersenyum
"saya ingin menitip kan keponakan saya disini.." ujar Farhan sambil mengelus punggung Alex, Alex pun tersenyum miring.
"dia baru saja mualaf bah, mohon bimbingan nya.. supaya lebih mendalami ilmu-ilmu agama"
"nama saya Alexander Lemos, anak tunggal dari Smith Lemos pewaris utama dari.."
"Masya Allah..." potong Abah yai
"jangan terlalu berlebihan" bisik farhan
"ahh banyak sekali aturan nya.." gerutu Alex yang juga berbisik di telinga farhan
"hehee, maaf bah dia memang anak nya sedikit super.." ujar farhan sambil tersenyum
"ohh, tidak apa-apa.. kami akan membimbing nya perlahan-lahan"
"mari saya antar kan ke asrama" ujar abah yai yang sontak di ikuti Farhan dan Alex
"ini kantor asrama putra, kalo ada apa-apa.. bisa konfirmasi di situ.." ujar Abah yai
"Abi.. le.. kesini biii" teriak Abah yai kepada Abidzar yang berada di dalam koperasi pondok putra
"iya bah.. wonten nopo?" tanya Abidzar setengah menunduk kan badan nya
"apa punggung mu sakit?" tanya alex yang sontak membuat Abah yai terkekeh
"ini adalah adab seorang santri kepada guru nya le" ujar abah yai dengan lembut
"ohh"
__ADS_1
"tolong tunjukkan asrama untuk Alex, bi" ujar Abah yai
"njih bah, Monggo kang" ujar abidzar sambil menatap alex
"nama ku Alexander Lemos bukan kang!" seru Alex dengan muka kesal
"kang itu, sebutan santri putra disini" ujar Abah yai lagi
"kampungan sekali" ujar altar sambil tersenyum miring, Abah yai pun hanya menggeleng kan kepala nya dengan perlahan
Alexander pun berjalan mengikuti abidzar
"apakah tidak ada asrama vip?" tanya alex dengan santai
"ini bukan hotel berbintang, ini pondok pesantren tempat mencari ilmu" ujar abidzar
"ini asrama mu" ujar abidzar yang berdiri di depan asrama putra 2 lantai itu
"kenapa tempat nya kumuh sekali..dan kenapa ramai sekali? apakah aku akan tidur bersama mereka?" tanya alex sambil menyipit kan mata nya
"jangan kebanyakan protes, ini bukan rumah mu.. yang bisa kau atur sesuka hati mu"
"tapi aku tidak bisa dengan tempat kumuh seperti ini"
"kalo aku mondok ya harus menerima semua nya" ujar abidzar dengan santai
"oh yaa, seperti nya kau pernah melihat mu" ujar Alex menatap intens ke arah abidzar
"dimana?" tanya Abidzar keheranan
"ohh, kau teman nya altar brengsek itu kan?"
"apa! kau bilang apa!?"
"hahah maaf hanya bercanda.." abidzar pun mengelus dada nya sendiri
"memang nya kamu tau dari mana?" tanya abi dengan penasaran
"aku melihat mu di pesat resepsi pernikahan tuan arsen"
"ohh kamu pantas, muka mu memang tidak asing di ingat ku"
"kamu bule ya?" tanya Abidzar lagi
"iya, aku tampan kan?" tanya alex sambil mengangkat sebelah alis nya
"haha sombong sekali" batin abidzar dengan tersenyum miring
to be continued
ini visual nya Alexander Lemos ya guys😍
gimana? ganteng ga?🤭😂 komen di bawah yak?👇
.
__ADS_1
jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 🙏😍 terimakasih 🤩