Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Durasi yang lama


__ADS_3

Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


di sela-sela tangisan rummi alex justru tertidur dan badan nya yang menempel pada rummi semakin terasa dan membuat rummi keberatan.


"ya ampunnn Alex.. aku gimana mau sabar coba? gimana ga nangis, suami aku udah ngalah-ngalahin putri tidur temen nya elsa sodara nya Anna!"


"hah? Anna?" Alex terbangun dan hanya mendengar nama Anna yang di sebut rummi


"aku udah ga ada rasa apa-apa sama dia rumm.. kamu ga percaya?" tanya alex sambil menatap kedua mata nyalang rummi


"ga! lagian terserah lah.. mau suka Anna lah,elsa si rambut putih lah, Cinderella kesleo lah.. atau itu si Romeo kesasar! terserah aku ga pe di li!" rummi berdiri dan berjalan meninggalkan Alex di sofa sendirian.


"kok dia jadi bawel banget ngelebihin nenek nya Cinderella" guman Alex seorang diri


"ehh Cinderella kan ga punya nenek hahhah" berbicara sendiri di tertawa kan sendiri


.


.


.


rummi berjalan menuju dapur, dia juga membuka kulkas 2 pintu, dia menatapi susunan susu kotak yang berbaris rapi, dia mengambil satu kotak dan menghabiskan nya dalam hitungan detik, rasa nya tak puas sampai di situ rummi juga mengambil cake yang dan beberapa coklat dia memakan nya tanpa sisa, usai mengisi perut nya dia kembali ke kamar dan berniat untuk tidur siang.


.


.


"kamu lagi ngapain?" tanya rummi kepada suami nya yang masih sibuk berkutat dengan laptop nya


"ngerjain urusan kantor dari dady"


"mas.. aku mau duduk" ujar rummi dengan manja, Alex pun beralih menatap wajah manyun rummi


"ya kalo mau duduk tinggal duduk lah rummi, disini ga perlu bayar sewa kali ga usah pake izin "


"ihhhh, siapa juga yang izin.. aku belum kelar ngomong nya" Alex mengerut kan dahi nya sedangkan rummi berjalan dan mendekati Alex tiba-tiba dia duduk di pangkuan Alex


"ohhh mau duduk di sini.. ngomong sayaaang" ujar Alex sambil memeluk tubuh rummi dari belakang Alex juga membenamkan dagu nya di bahu rummi.


"mas, rummi pengen sekolah.."


"tapi kan kamu belum selesai terapi "


"pindah di sekitar sini ajaa" ujar rummi sambil tersenyum sumringah menatap Alex


"kamu yakin?"


"why not?"


"berati.. kamu ga mau balik ke pondok lagi?"


"bukan ga mau.. rummi cuma ga mau ketinggalan pelajaran aja.. jadi sembari proses penyembuhan rummi mau sekolah di sini.. boleh yaa, pliisss" ujar rummi dengan kilat memohon


"boleh, tapi harus aku temenin" ujar Alex yang sontak membuat rummi mengerut kan dahi nya


"aku ga mau kalo Sampek ada yang ganjen sama kamu"

__ADS_1


"ihhh kaya mau imunisasi dong.. di temenin Sampek selesai" rengek rummi memberikan isyarat tidak setuju


"itu syarat nya, kalo ga mau ya mending ga usah" ujar Alex dengan menampakkan wajah dingin nya


"emang kamu ga sibuk? kata nya dady nyuruh kamu ambil alih perusahaan"


"aku bisa nolak.. lagian dari awal aku ga tertarik"


"ya jangan gitu dong mas, kasihan dady.."


"dady itu ga pernah maksa keinginan anak nya..apalagi tau kalo anak nya mau jagain mantu satu-satunya" ujar Alex sambil mencolek dagu rummi


"emm, ya udah deh"jawab rummi pasrah


"sayang.."


"apa?" rummi menatap wajah Alex dengan gelagat yang mencurigakan


"aku pengen.. yuk kita cari keringat di atas ranjang " ujar Alex sambil tersenyum nakal


"hahhh... nolak boleh ga sih? aku lagi ga mood "


"aku bisa balikin mood kamu" ujar Alex sambil terkekeh, kini tanpa banyak kata-kata lagi Alex menciumi bibir hingga tengkuk rummi, dengan cepat Alex melucuti pakaian atasan rummi, kemudian dia bermain-main di bagian favorit nya, rummi memejam kan kedua mata nya berkali, menahan suara-suara indah yang pasti nya akan membuat Alex lebih menggila.


yang awal nya sempat ingin menolak tetap saja tak bisa, bagaimana tidak? Alex telah mengetahui seluk beluk kelemahan sang istri yang akan membuat nya tak bisa menolak bagaimana cara nya.


.


.


.


pria dingin itu sekarang sibuk dengan pesantren nya, sudah 5 hari dia di luar kota untuk memenuhi undangan ceramah di pondok pesantren lain.


jangan kan waktu untuk bermanja niat Anna untuk meminta izin bersekolah di pondok nya saja belum sempat ia utarakan, kesibukan altar bertambah berlipat-lipat sedangkan anna sedang mengandung anak pertama mereka ada keinginan untuk selalu berada di dekat altar, bukan nya altar tak ingin mengajak anna pergi bersama nya melihat kondisi Anna yang sering mengalami morning sickness membuat altar mengurung kan niat nya.


"aku kangen momy dady.. pengen banget ketemu mereka" Anna bukan lah tipikal gadis manja namun sejak kehamilan pertama nya membuat Anna memerlukan perhatian lebih dari orang-orang tersayang nya.


tok tok tok


"Anna..." suara lembut dari sang bibi yang selalu membuat Anna sedikit merasa nyaman


"masuk bi.." ujar Anna sambil membuka pintu kamar nya


"bibi ganggu istirahat kamu ga?"


Anna menggeleng kan kepala nya dan menuntun bibi untuk duduk di tepi ranjang nya


"kamu udah makan siang belum?" tanya bibi sambil memandangi Anna


"sudah bi.."


"kamu kenapa?" tanya bibi yang tak melepaskan tatapan nya


"ga papa bi.."


"kepikiran altar ya?" tebak bibi yang tepat sekali dengan isi otak dan hati Anna

__ADS_1


"iya bii sedikit " ujar Anna sambil tersenyum memperlihatkan gigi putih nya


"banyak juga ga papa.. wajar lah Ann, bumil itu mau nya di manja terus.." ujar bibi sambil mengelus lengan Anna


"ya mau gimana lagi bi? bang altar sibuk banget, aku ga mungkin gangguin tanggung jawab dia.."


"kamu yang sabar ya.. dia udah di perjalanan kok, bentar lagi juga nyampek" ujar bibi sambil mengulas senyuman


"iya bii.." setelah di rasa cukup tenang bibi kembali meninggalkan Anna di kamar nya sendiri, Anna pun mengecek hp nya dan ternyata banyak panggilan tak terjawab dari sang pengobat rindu, tidak ada niatan untuk menelpon balik Anna hanya tersenyum dan kembali meletakkan handphone nya.


.


.


.


seiring berjalannya waktu akhirnya Anna memejamkan mata nya, sedangkan altar baru saja pulang dengan mengulas senyum yang jarang ia berikan kepada setiap orang, dia berjalan menuju kamar namun langkah nya terhenti saat ada bibi yang melempar senyum kepada nya


"bibi sehat?" tanya Altar sambil mencium punggung tangan bibi


"Alhamdulillah" jawab bibi sambil tersenyum


"istri kamu kangen berat tuh.. buruan samperin" ujar bibi yang langsung mendapat anggukan kepala dari Altar.


ceklek...


"assalamualaikum" altar berjalan perlahan karna melihat wanita yang begitu ia rindukan itu tertidur dengan pulas nya, dia memeluk tubuh Anna sambil menciumi wajah Anna berkali-kali, Anna menggeliat dan kemudian membuka kedua mata nya


"Abang?" Anna kembali membuka dan menutup mata nya berkali-kali


"ini beneran kamu?" tanya anna sambil memencet hidung mancung altar


"aaa aku kangen" ujar Anna sambil memeluk erat tubuh sang suami, dia menyembunyikan wajah nya di dada bidang altar.


"aku rindu aroma badan mu baang.. aku rindu dekapan mu..aku rindu"


"rindu sama junior ga?" tanya altar sambil tersenyum nackal


"hahaa, iya bangeeettt" ujar Anna sambil terkekeh


"ya udah yukk.. sekarang ajaa" ujar altar yang langsung menyeruduk kedua benda kenyal favorit nya


"astaghfirullah...kapan kamu buka nya?" tanya anna sambil menggelengkan kepala nya, menatap bayi besar yang sedang menyesap dua buah dada nya.


"aku mau durasi yang lebih lama sayang" ujar altar sambil menatap Anna


"emang nya kamu ga ada keperluan lagi?" tanya anna sambil menatap altar yang masih berada di dada nya


"ga ada.. aku mau jenguk anak kita" ujar altar sambil terkekeh


"hemm modus" cibir Anna


"kamu juga mau durasi yang lama kan? kamu kangen aku juga kan?"


"ga usah di jawab.. aku udah tau jawaban nya" ujar Altar yang kini beralih menyambar bibir mungil anna.


to be continued

__ADS_1


jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss 😍 terimakasih 🙏


lupyuuuhh❤️ walaupun belum bisa up banyak-banyak tapiiii author usahain buat up deh 🤪


__ADS_2