Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Memiliki mu seutuhnya


__ADS_3

"Kak.. ini bukan pertama kali nya buat aku, rasa sakit nya masih sama.. bahkan lebih parah! Kaka udah nikah tanpa sepengetahuan aku! kau anggap aku ini apa kak?!" ujar hulya dengan nada tinggi tangis pun mulai memecah


"aku tidak bermaksud membohongi mu hulya..aku hanya takut kamu akan meninggalkan aku"


"beri aku waktu ka... hiks hiks" ujar


"baiklah sayang, tapi aku mohon sama kamu.. jangan pernah tinggalin aku yaa? aku tidak bisa hidup tanpa kamu, apalagi saat ini kita sudah punya naya..coba kamu pikir kan itu" ujar farhan


"pergilah kak!" bentak hulya, dia benar-benar tidak bisa melihat farhan saat ini.


hulya sedang tidak ingin di ganggu, dia ingin memberikan waktu untuk diri nya berfikir, bagaimana pun juga farhan benar.


sekarang ini ada naya, dia tidak ingin melihat Naya tumbuh tanpa sosok ayah, namun bagaimana dengan hati nya? apakah dia sanggup menerima pengkhianatan ini?


sementara di sisi lain arsen tengah mengetahui keadaan hulya yang saat ini sedang berada di rumah bunda nya, dia memang selalu mengirim orang untuk memantau keadaan hulya, namun beberapa saat kemudian david datang menemui arsen yang tengah duduk di kursi kebesaran nya.


"permisi tuan" ujar david membungkuk kan badan nya dengan sopan


"ada apa?" tanya arsen


"saya mendapat kabar dari mata-mata nona muda tuan"


"katakan!" ujar arsen dengan dingin


"nona muda akan di jodohkan oleh pak yai nya dengan seorang ustadz, dengan itu saya sudah menelusuri latar belakang keluarga dari pria itu tuan"


"berikan padaku" ujar arsen, David pun memberikan data mengenai altar


kedua sudut bibir arsen pun tertarik.


"jadi bagaimana dengan anda tuan?" tanya david


"ku rasa pria ini cocok untuk putri ku, aku akan menyetujui nya"


"baik tuan, beberapa hari lalu nona muda mencoba menghubungi anda namun sesuai perintah anda, kami tidak memberikan akses untuk itu"


"bagus, biarkan dia belajar dewasa.." ujar arsen yang masih tersenyum


"baik tuan.. saya pamit undur diri" arsen hanya mengangguk kan kepala nya.

__ADS_1


Farhan kembali ke rumah kedua orang tua nya, dia menceritakan kronologis kejadian yang sesungguh nya, kedua orang tua farhan pun sudah pasti marah.


"kurang apa hulya!? kurang apa Farhan! katakan!?" ujar umi sambil menahan isakan nya


"umii, ini semua terjadi bukan karna kehendak farhan, semua ini hanya jebakan" ujar Farhan sambil menunduk kan Kepala nya


"ayah tidak bisa membela mu farhan, semua keputusan hulya akan kami dukung" ujar ayah yang malas menatap farhan


"kamu benar-benar membuat kami berdua malu Farhan! umi malu sama rahma! umi malu farhan..." ujar umi sambil memegangi dada nya yang sesak


ayah pun membawa umi duduk lagi ke sofa


"tenang umi.. tenang" ujar ayah dengn lembut


"kita sudah gagal mendidik anak kita yahh, kita gagal hikksss hikkss" ujar umi yang saat ini berada dalam pelukan suami nya


"maaf umii, maafkan farhan sudah mengecewakan kalian" ujar farhan menahan tangis nya


"sekarang panggil istri kedua mu itu kesini!" ujar umi dengan nada tinggi


"baik umi"


Ayah dan umi pun tidak menyangka bahwa Farhan menjadikan wanita di depan nya ini sebagai menantu kedua nya, jauh sekali bila di bandingkan dengan hulya yang terlihat sopan dan cantik nya luar dalam.


umi masih menatap lekat wanita muda yang saat ini berdiri di depan nya, dari cara bertamu saja sudah di nilai nol! masuk tanpa permisi apalagi salam, wanita itu masuk hanya terus tersenyum seolah menunjukkan bahwa dirinya itu cantik.


"duduk lah" ujar ayah dengan acuh


"baik ayah" ujar siska yang kemudian duduk dengan menjadi kan sebelah kaki nya sebagai tumpuan, kedua tangan nya pun dia letakan di atas paha nya yang tertumpuk.


Farhan yang duduk di sebelah nya pun menyenggol lengan Siska, Siska menatap ke arah farhan, kemudian Farhan memberikan kode lewat mata nya, Siska pun baru paham dengan cepat dia menurunkan sebelah kaki nya yang saat ini sejajar.


"siapa nama mu?" tanya umi yang terus menatap Siska dari ujung kaki sampai ujung rambut


"Siska ma" ujar siska sambil menyibak kan rambut pirang nya


"panggil umi, bukan ma" protes umi


"ohh maaf umi, aku ga tau" ujar siska sambil tersebut menampilkan jejeran gigi putih nya

__ADS_1


"kenapa kau menjebak putra ku? apakah kamu tidak tau apa yang kamu lakukan ini salah?" tanya ayah


"aku tau, aku salah.. tapi bagaimana aku tidak jatuh cinta pada anak kalian yang hampir mendekati sempurna ini" ujar siska sambil menatap farhan menggoda, Farhan hanya mengalihkan pandangan nya malas sekali menatap Siska.


"apakah anda akan menyalakan tuhan yang telah memberikan saya cinta?" tanya Siska yang sontak membuat umi membulat kan kedua matanya


"semua ini karna mata mu tidak bisa menjaga, tidak seharusnya kamu menggunakan nafsu mu.. kamu tidak akan tergoda dengan anak kami kalo kamu bisa menjaga pandangan mu" ujar umi dengan gemas


"yaa bagaimana lagi? aku kan punya mata.. buat apa kalo ga buat lihat?" jawab siska yang benar-benar tidak ada sopan santun nya.


"hentikan omong kosong mu itu siskaa! hargai lah orang tua ku.. jangan asal bicara" ujar Farhan yang mulai kesal


"yaa, maaf umi.." ujar siska sambil tersenyum terpaksa


"Farhan, dia ini juga istri mu.. ajari lah dia, bimbing dia.. bagaimana pun juga dia adalah tanggung jawab mu.. terutama cara dia berpakaian ini" ujar umi melirik Siska


Siska hanya tersenyum tanpa mempedulikan kata-kata umi


"baik umi, maaf ini semua bukan keinginan farhan.."


"sudah lah, mau bagaimana lagi? semua nya sudah terjadi, lebih baik kamu pikir kan bagaimana cara menghadapi istri mu ini.. terutama hulya yang lagi-lagi kau sakiti" ujar ayah


"jadi kalian menerima ku sebagai menantu kan?" tanya Siska


"yaa, jaga lah sikap mu.. jangan membuat istri pertama Farhan sakit hati, dia adalah perempuan yang baik" ujar umi dengan kesal


"baik lah umii ayahhh, aku akan menjadi istri yang baik untuk suami ku ini" ujar siska sambil mengecup pipi farhan, Farhan pun terkejut dan sedikit menjauh dari Siska.


kedua orang tua farhan hanya menggeleng kan kepala nya.


setelah kejadian itu, Siska ingin sekali bertemu hulya kembali namun dengan keras Farhan melarang nya.


"Kenapa kami melarang ku sayang? aku tidak akan menyakiti madu ku.. tenang saja" ujar siska yang saat ini sudah berada dalam mobil bersama farhan


"aku tidak akan membiarkan mu bertemu hulya sampai dia merasa tenang" ujar farhan


"baiklah, aku akan menunggu untuk itu" ujar siska sambil tersenyum licik


"aku akan memiliki mu seutuhnya Farhan, aku tidak ingin membagi mu sedikit pun!" ujar siska dalam hati

__ADS_1


__ADS_2