
"aku ingin memiliki mu bagaimana cara nya" ujar Siska dalam hati
kujungan pertama mereka adalah di gunung bromo, seluruh mahasiswa-mahasiswi, serta dosen telah mendirikan tenda.
Farhan melakukan Vidio call dengan hulya
"assalamualaikum abiii" ujar hulya sambil menggerak-gerakan tangan naya
"haiii sayang nya abii? udah pada kangen belum sama Abi?" tanya farhan sambil menaik turun kan kedua alis nya
"bi biii" ujar naya dengan tangan yang ingin merebut handphone dari tangan hulya
"hahah, iya sayang.. ahh menggemaskan sekali Abi jadi kangen" ujar farhan dengan muka yang mulai sedih
"udah dong kak, ga udah sedih gitu.. lagian masih belum ada sehari.. masa udah sedih gitu sih" ujar hulya sambil tersenyum semanis mungkin
"tapi emang kangen banget sama kalian" ujar farhan yang kemudian menopang dagu nya dengan satu tangan
"ohh yaa mana gunung nya? hulya mau lihat kak"
"okay.. bentar yaa" ujar farhan yang kemudian mengganti kamera menjadi layar belakang
"wahh seru banget deh kaya nya.. jadi pengen balik ke bangku kuliah" ujar hulya
"kamu tu di rumah aja sayang, ntar kalo kamu balik kuliah lagi pasti banyak yang suka.. terus aku gimana?" ujar farhan sambil memanyunkan bibirnya
"alahh, pak dosen killer pasti banyak banget kan penggemar nya?"
"hahah, iya lah.. kan masih ganteng"
"huh, dasar"
"tapii walupun banyak yang godain tetep hulya kok pemenang nya"
"oh yaa? ga bulshit kan?"
"ga dong"
"ya udah ya kak.. di lanjut nanti lagi"
"iya sayang.. nayaa, Naya jangan rewel ya sayang.." ujar farhan yang terus tersenyum pada kedua wanita berharga nya.
tanpa farhan sadari ada seseorang yang tengah mengamati nya dari kejauhan, wanita itu mengeras kan kedua rahang nya, dia paham betul siapa sosok farhan, namun itu tak membuat siska mundur begitu saja.
"awww" teriak siska yang pura-pura tersandung saat lewat di dekat farhan, mata nya melirik ke arah farhan yang masih hanya memandangi nya dan enggan menolong.
"pak, tolong.. seperti nya saya susah untuk berdiri" ujar siska yang terus memegangi kaki nya
"ohh, sebentar.." Farhan pun pergi dari situ
Siska terus menganga tak percaya
__ADS_1
"sial! kenapa dia pergi gitu ajaa" ujar siska dengan kesal
Tak lama kemudian farhan datang bersama teman siska yaitu nadya
"Nadya.. ngapain Lo"
"ya ampun! siskaaa, sini gue bantu" ujar Nadya sambil mendekatkan diri nya ke siska
"Lo.. ngapain kesini?!" ujar dengan nada kesal namun tak dapat di dengar oleh farhan
"gue kesini karna disuruh pak farhan buat bantuin lo" ujar nadya dengan polos nya
"sial! kenapa dia malah nyuruh nadya buat bantuin gue sih, gila tuh dosen.. anti banget sama cewek" gerutu siska hati
"udah ada nadya kan? ya udah saya pergi dulu" ujar farhan sambil berjalan menjauh dari mereka berdua
"ihhhh nyebelin banget sih tuh orang! awas aja yaa... emang di pikir, dengan cara nolak gue kaya gini gue bakal mundur apa?! ga! awas aja Lo Farhan.. Lo bakal jadi milik gue" gerutu siska seorang diri
Nadya hanya menggeleng-gelengkan kepala nya.
"kata nya sakit, sini gue bantu bediri.." ujar nadya yang masih belum sadar kalau itu hanya siasat dari siska
"ihh.. Lo tu tolol nya jangan kebangetan bisa ga sih? gue tu cuma pura-pura jatoh, biar di bantuin Sama pak farhan" ujar siska sambil bangkit dan pergi meninggalkan nadya sendirian.
prokk... prokk.. prokk...
"keren juga modus lo ya sis" ujar marteen yang tiba-tiba datang dan sontak membuat langkah siska terhenti
"okee, kita lihat aja kalo rekaman ini sampe ke telinga pak farhan apa yang akan terjadi" ujar marteen dengan senyum kemenangan
"ihh.. Lo tu tolol nya jangan kebangetan bisa ga sih? gue tu cuma pura-pura jatoh, biar di bantuin Sama pak farhan" marteen kembali memutar Suara siska yang berhasil ia rekam.
"gila Lo! jangan main-main sama gue ya Lo!" sentak siska
"Lo sadar dong sis gue kurang apa sih? gue masih lajang,gue sayang sama Lo,gue juga punya segalanya buat bahagiin Lo" ujar marteen dengan gemas
"alasan gue simple kok!"
"apa? apa yang bikin lo nolak gue dan milih dosen beristri itu!?"
"karna gue suka sama pak farhan..! denger ya! sampai kapan pun, gue ga akan milih Lo!" ujar siska lagi dengan penuh penekanan
Siska pun pergi dari hadapan marteen dan di ikuti oleh nadya
malam pun tiba, daerah pegunungan itu mulai terlihat petang, hangat nya api unggu yang di buat di tengah-tengah per kampingan membuat suasana lebih hangat, canda tawa,suara gitar dan senandung -senandung cinta menghiasi pendengaran. Farhan tengah berkutat dengan handphone nya, dia selalu memberi kan kabar kepada hulya sesekali kedua sudut bibir nya tertarik saat sedang mengetik keyboard handphone nya.
"hih! gue ga terima di giniin terus" ujar siska dengan kesal, dia memikirkan cara supaya dapat membuat farhan melirik nya.
"aha! akhirnya otak gue encer juga" ujar siska sambil tersenyum licik
"apa nya yang encer sis?" tanya nadya penasaran
"diem Lo! ga usah kacauin rencana gue lagi"
__ADS_1
Nadya hanya mengangguk kan kepala nya
kemudian siska berjalan mendekat ke arah api unggu, di sana ada Robby,Marteen,dan Rizky yang sedang menanyanyi dan menggitar bersama
Marteen sempat terkejut karna tiba-tiba siska duduk di sebelah nya.
"Siska? are you okay?" tanya marteen keheranan
"yes, i'm okay.." ujar nya sambil tersenyum, Marteen pun membalas senyuman itu dengan senang.
"Robby, bawa sini gitar nya.. gue mau nyanyiin sebuah lagu buat wanita istimewa di hati gue" Robby pun menyerahkan gitar itu kepada Marteen
"kamu mau aku nyanyiin lagu apa sis?"
"apa aja"
"okay"
Marteen pun mulai memetik senar gitar nya, namun tiba-tiba siska tergeletak dengan badan yang sangat kaku, Marteen dibuat kebingungan karna tiba-tiba saja siska seperti itu.
"siskaa... kamu kenapa sis" ujar marteen dengan menggoyangkan badan siska, namun kemudian siska menghempaskan tangan Marteen hingga dia terpental semua yang melihat kejadian itu pun mulai ketakutan
"ya ampun, kaya nya siska kesurupan deh" ujar salah seorang mahasiswa
semua orang menjauh dan tidak ada yang berani menyentuh siska
Siska terus kejang dan berteriak-teriak
"aaakkhhhh akkkkhhhhh"
"pak farhan tolong bantu siska pak.. bapak alaumi pondok pesantren kan? pasti bapak bisa menyembuhkan orang kesurupan" ujar pak Fadli ketakutan
Farhan hanya mengangguk dan kemudian mendekati siska, Siska semakin berteriak dan kejang kemudian farhan memegangi kedua tangan nya, mulut nya komat-kamit seperti sedang membaca ayat-ayat Al-Qur'an
namun farhan sedikit heran kenapa Siska seperti nya tidak mengalami kejala seperti orang kesurupan, Farhan sempat terdiam dan kemudian kembali kedalam tenda nya, semua orang nampak heran dengan Farhan yang justru meninggal kan Siska begitu saja
beberapa saat kemudian Farhan keluar dan membawa air kobokan dan menyiram kan ke muka siska dengan seketika membuat Siska berdiri dan mengibas kan rambut nya baju nya, semua orang menatap heran bahkan ada yang tertawa karena ternyata siska hanya menipu semua orang.
dengan malu yang sudah tak bisa ditutupi lagi akhirnya Siska pun berlari menjauh dari orang-orang, marteen pun dengan cepat mengejar siska semua orang masih menikmati kejadian drama kesurupan itu dengan tawa dan ejekan
"sudah-sudah tenang semuanya!" ujar pak Fadli dan sontak membuat mereka semua terdiam
Farhan pun pergi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
nohh yang penasaran sama visual mbak pelakor nya hihihi 😁
to be continued
hai guys makasih buat yang udah dukung author yaaa 🥰 seneng banget karna karna aku udah di promosiin😍 Poko nya author minta dukungan nya terus yaa
tetep like,komen,dan juga vote nya 🙏 terimakasih banyak 🥰
__ADS_1