Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Atika solusi nya


__ADS_3

Pagi itu hulya mengajak farhan jalan-jalan ke luar kamar nya, dia juga mengajak dira namun suster belum membolehkan dira keluar karna dia baru saja melakukan kemoterapi.


"aku ingin cepat pulang hulya" ujar farhan mendongak kan kepala nya ke arah hulya hulya yang tengah mendorong kursi roda nya


"sabar ya kak.. nunggu Kaka pulih baru pulang"


"aku masih tidak menyangka bahwa ning dira itu istri ku" ujar farhan sambil menatap kosong


"memang nya kenapa kak?"


"dia itu wanita yang hampir mendekati kata sempurna hulyaa, dahulu sejak di pondok semua santriwan mengidam kan nya"


jangan ditanya lagi bagaimana perasaan hulya saat ini, hati nya jelas sakit karna dengan jelas farhan menyanjung wanita madu nya itu.


"ohh jadi Kaka juga pernah mengidam kan nya?" tanya hulya yang sebenarnya malas menanggapi


"hemm.. bisa di bilang begitu, tapi cukup sadar diri.. mana mungkin dia mau sama aku, yang notabene nya orang biasa"


"bukti nya sekarang semua itu terjadi" ujar hulya lagi


"ya maka nya aku masih tidak percaya semua ini terjadi"


"kak"


"ya?" jawab farhan mendongak kan kepala nya lagi, berusaha menatap hulya


"apakah kaka mau memiliki istri seperti ku?"


"kenapa bertanya seperti itu?" jawab farhan yang menengok ke belakang menata hulya


"aku hanya bertanya, tidak ada maksud lain"


"aku tidak tahu, tapi aku merasa nyaman saat kau di samping ku"


"apa cinta kaka sudah tiada?" tanya hulya lagi


"maaf hulyaa, ini semua karna aku lupa tentang kita.. aku juga tidak tau pasti mengenai itu"


"ohh seperti itu"


"kamu keberatan?" tanya farhan penasaran


"enggak, wajar lah kalau kaka belum bisa cinta sama aku.. itu karna ingatan kaka beberapa bulan ini hilang"


"kalau begitu, cerita awal mula pertemuan kita.. siapa tau aku akan lebih mudah mengingat nya"


"Kaka yakin?"


"yakin"


"emm baiklah"


hulya menarik nafas nya sebentar


"waktu itu kita di pertemukan oleh kedua orang tua, kedua pihak orang tua kita lengkap.. ada ayah,umi, ayah ku,dan bunda..


awal nya aku ga suka lihat wajah Kaka yang dingin dan arogan.. tapi setelah kita menikah.. Kaka tidak seburuk yang aku kira, kita menjalani pernikahan seperti orang yang baru saja mengenal tidak ada romantis -romantis nya hahh.."


"hulya" sela farhan ditengah-tengah cerita hulya


"iya?"


"apakah kita melakukan malam pertama dengan lancar?"


"hahah kenapa kaka tanya itu "


"aku hanya ingin tau.. bisa kah kamu menggoda ku di malam pertama" ujar farhan sambil terkekeh


"enak sajaa, siapa yang menggoda Kaka.. aku tidak menggoda kaka sama sekali yaa, jujur sebenarnya aku belum terlalu siap menikah kak"


"ohh jadi apakah di malam kedua aku yang memulai nya?" tanya farhan lagi


"kita tidak melakukan apa-apa di malam pertama dan kedua"


"lalu? apakah kamu menolak?"

__ADS_1


"tidak, kita memang tidak seharusnya melakukan hubungan kak.. karna waktu itu aku lagi pms"


"astaghfirullah.. malang nya nasib ku" ujar farhan dengan wajah kecewa


"hahah memang seperti itu nyata nya kak.."


"hemm, kamu seneng dong karna aku belum bisa nyentuh kamu?"


"iya hahhahah"


"huh dasar"


kedua nya tertawa lepas, hulya pun berjongkok menjajari farhan yang duduk di kursi roda


"aku ingin mencium mu.. boleh?" tanya farhan


"hah? kak.. ini tempat umum" jawab hulya menyapu pandangan nya ke penjuru arah


"memang nya kenapa? kamu kan istri ku" ucap farhan terkekeh melihat tingkah hulya yang gugup


"iyaa, tapii kita sedang"


cup...


Farhan berhasil mendarat kan ciuman singkat di bibir hulya


"kaka.. ga ada yang lihat kan tadi?"


"ada.." jawab farhan santai


"hah? siapa?? malu kak.." ujar hulya dengan pipi yang bersemu merah


"Allah"


"ihhh, serius.."


"serius.. Allah pasti lihat kan?"


"iyaa, tapi yang hulya maks"


"udah lah, ga usah protes" ujar hulya sambil meletakkan jari telunjuk nya tepat di bibir hulya


"ohh jadi kamu mu cari tempat aman buat lanjut?" tanya farhan yang sontak membuat hulya berhenti mendorong kursi roda itu


"bukan gitu.., hulya ngajak Kaka masuk karna emng udah mulai panas disini"


"enak tuh panas-panas" ujar farhan sambil terkekeh lagi


"apaan sih kak!" jawab hulya sambil menghentakkan sebelah kakinya


"hahaha.. ya udah ayo masuk"


"iyaa "


"kita lanjut lagi di dalem"


"mulai deh" ujar hulya yang tengah mengerucut kan bibir nya


"hahahaa"


Adegan romantis itu tak lepas dari penglihatan arsen, dia berdiri tak jauh dari mereka. pria itu selalu memastikan kebahagiaan hulya.


"aku akan tetap menunggu mu hulyaa, menunggu mu datang pada ku.. jika memang saat itu tidak terjadi aku pun harus rela melepaskan mu, semoga kau selalu bahagia" ujar arsen penuh dengan penuh ketulusan



2 Minggu kemudian


Farhan sudah di perbolehkan kan pulang begitu pun dengan Nadira, dia akan melakukan kemoterapi di ibu kota


Farhan mengajak kedua istrinya kembali


kerumah mereka, oh bukan lebih tepat nya rumah baru untuk mereka.


Farhan memang sudah menyediakan dua rumah untuk kedua istrinya, walupun Farhan belum mengingat apapun namun pria itu tetap bersikap baik kepada ke dua istri nya.

__ADS_1


"hulyaa, aku harus mengantar dira ke rumah baru nya" ujar farhan yang baru saja menurunkan hulya tepat di depan rumah nya


"iya kak, kalian hati-hati yaa" ujar hulya sambil melambaikan tangan kepada dira dan farhan


"ahhh akhirnya kembali lagii, aku udah kangen banget sama rumah ini"


"assalamualaikum" ujar hulya seorang diri sambil memasuki rumah yang beberapa minggu ia tinggal kan


"kok bersih banget ya? padahal aku tinggal loh" ucap hulya sambil membelai guci,meja,dan sofa"


"kejutan!!!!"


duarrr piuu piuu piu piuu...


suara-suara mainan anak-anak yang Atikah gunakan untuk menyambut sahabat nya


"Atika? aaaaa kangen" ujar hulya yang langsung memeluk atika dengan erat


"terimakasih karna sudah kembali dengan organ tubuh yang lengkap" ujar Atika dan reflek membuat hulya melepaskan pelukan nya.


dia mengerutkan kening nya dan mengerucut kan bibir nya


"hahaaa.. just joke hulyaa gitu aja ngambek dasar lebay"


"hahah, dasar teman kurang ajar.."


"loh bener dong aku bilang gitu? emang ada yang salah?"


"engga sih.. tapi kan ga gitu juga kalii"


"ahh udah lah udah, sini kamu duduk manis dulu disini.. aku buatin kamu cake favorit kamu"


"wahh mana mana?" ujar hulya bersorak ria


"sebentar yaa"


"ini diaaa!"


"wahh dessert coklat... ahhh enak banget siniin tikk, udah ngiler nihh"



"hahah nih.. di abisin yaa"


"okee siapp" hulya pun langsung menyantap cake yang ada di tangan nya itu


"wahh pelan-pelan dong hul.. ga ada yang ngerebut juga kok" ujar Atika terkekeh


"iyaa, abis udah lama banget ga makan dessert coklat buatan kamu tik"


"belepotan tuh.. kalau ada Farhan pasti udah di bersihin sambil di Lum"


"heh! udah ga usah mesum pikiran nya.."


"hahahah.."


"cepetan nikah Sono.."


"aku sih ga mau buru-buru nikah apalagi di jodohkan"


"ohh jadi nyindir nih"


"hahaha"


"apalagi di madu hahhahaha" ujar Atika lagi


"ihh nyebelin banget sih kamu!" ujar hulya sambil melayang kan tabokan ke lengan Atika


kedua nya tertawa dan bercanda bersama, kedatangan Atika memang sengaja bunda siapakan dari beberapa hari lalu..


bunda ingin membuat putri nya kembali tertawa dan Atikah lah solusinya.


to be continued


jangan lupa ritual nya yaa๐Ÿ’Œ๐ŸŽโค๏ธ

__ADS_1


ditunggu guys yaa ๐Ÿ˜


budidaya kan like dan komen kasih sajen juga harus hehee๐Ÿ˜


__ADS_2